Boss Love

Boss Love
Laki_laki menjijikan



Sesudah mandi, rilis langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur namun Suara laknat itu masih saja terdengar membuat rilis risih.


Ting..


Richard : Sedang apa sayang .?


Rilis langsung membual handphone nya, dan melihat Richard yang mengirim pesan


Rilis. : sedang berbaring namun pendengaran ku terganggu karena laki_laki gemulai itu sedang bersama pacar nya


Richard : Benar kah, kenapa kamu tidak pergi ke sini saja


Rilis : apa kamu tidak keberatan jika aku ke tempat mu.?


Richard. : tentu tidak mau kamu menginap di sini lama pun aku tidak akan pernah keberatan


Rilis Tersenyum


Rilis. : baik lah, aku kan mencari alasan untuk pergi ke rumah mu. nanti kirim saja lokasi nya


.


Rilis yang masih membaringkan tubuhnya yang hanya Menggunakan handuk mandi pun terkejut ketika suaminya masuk ke dalam kamar nya " sedang apa ke sini.?" tanya rilis


Suami rilis mendekat ke arah rilis " Apa kamu butuh bantuan untuk menyalurkan hasr_t mu, kalo ia akan aku bantu dan bagai mana jika kita bermain bersama " Ajak Suami rilis sambil menjulurkan lidah nya


" Cih jangan harap kamu bisa merasakan apem ku " ucap rilis tegas " Bahkan aku merasa jijik melihat mu " bagai mana rilis tidak jijik, sang suami datang tidak menggunakan apa_apa


" sayang " panggil pacar suami liris yang sama tidak menggunakan apa_apa bahkan belalai nya di biarkan begitu saja. awalnya pacar suami liris itu membujuk pacar nya agar mengajak rilis untuk bermain bersama karena dirinya juga masih menyukai apem, bisa di bilang pacar suami rilis itu sangat Maruk menyukai kedua jenis.


Suami liris mendekat kearah Kekasihnya " Lihat lah belalai milik pacarku bagus bukan, dia sangat jantan apa kamu tidak ingin mencoba nya.?" ucap Suami rilis sambil memegang belalai kekasihnya


Rilis sangat jijik melihat aksi suaminya. beda halnya dengan laki_laki yang berdiri tegak, ia merasa bangga sang kekasih yang mempamerkan miliknya kepada rilis


Karena meras jijik melihat kedua laki_laki di hadapan nya rilis langsung bangkit dari tempat tidur dan memasukan pakaian ke dalam koper " Aku akan pergi ke luar kota beberapa hari, jadi nikmati lah hari_hari kalian di saat aku tidak ada " ucap rilis langsung mengganti pakaian nya di rumah kamar mandi


Kekasih suami rilis merasa dirinya telah di abaikan oleh rilis ia pun langsung menggempur suami rilis dengan tanpa perasaan di ruang tamu


Mereka memang bodoh mana mungkin keluar kota mendadak dan pergi jam tujuh malam.


Di sini lah rilis berada saat ini Di depan apartemen yang menjulang tinggi bahkan rilis melihat ada beberapa gedung di sana Samapi ia bingung harus masuk ke gedung yang mana " Aku sepertinya harus menghubungi Richard " Gumam rilis pun menghubungi Richards, setelah menghubungi tak lama kemudian Richard datang menghampiri rilis


" maaf lama tadi aku sedang mandi " ucap Richard sambil mengambil koper kecil milik rilis " ayo masuk " ajak Richard


Richards membawa Rilis ke apartemen miliknya, ini pertama kali nya Richard membawa wanita kedalam kamar nya " Masuk lah " ucap Richard


Rilis langsung duduk sopa, Rilis juga melihat ke setiap sudut, Apartemen milik Richard cukup besar bahkan ada dua lantai " Ini minum " Richard memberikan Minuman kaleng untuk rilis


" Terimakasih " ucap rilis mengambil minuman yang ada di tangan Richard lalu meminum nya " Apa kamu sering minum.? aku lihat ada beberapa botol minuman di sana ?" tunjuk rilis ke arah lemari yang khusus untuk minuman


" Iyah. Dikala aku sedang stres aku akan meminum nya " jawab Richard.


Karena bingung harus ngapain Rilis pun mengangguk dan berjalan ke arah rak lemari dan mengambil satu botol minuman " Bagi mana jika kita bermain game tapi yang kalah harus meminum nya " ucap rilis sambil menunjukan minuman kepada Richard


Richard tersenyum baru Kali ini ia di tantang oleh perempuan " Baik. kita akan main game apa.?"


Rilis mengeluarkan Handphone nya dan masuk ke aplikasi ludo yang biasa ia mainkan bersama teman kantor nya " Yang keinjek ia harus meminum minuman ini satu kali terus yang naik menang jika dia kalah dalam permainan berarti ia harus meminum nya dua kali " Kata rilis


" ok siapa takut " Walaupun ini pertama kali nya bagi Richard bermain game yang bernama Ludo namun ia cukup pintar jika sudah di beri contoh


Putaran pertama Richard kalah bahkan ia Samapi minum Empat kali, namun di putaran ke dua malah sebaliknya Rilis lah yang kalah " Kamu ingin tau kenapa aku datang menemui kamu ? " racau rilis " Karena aku muak dengan jenis laki_laki itu, bahkan mereka mengajakku untuk main bersama. hahahah.. dia pikir aku akan tergiur dengan belalai pendek nya " rilis tertawa " mereka tidak tau jika aku mempunyai si Jono yang sangat perkasa bahkan bisa membuat aku teriak tidak berdaya, dia memiliki belalai kecil Segede gini saja sudah bangga " Rilis mengacungkan kelingkingnya kepada Richard " Itu tidak ada apa-apa nya dari pada si Jono " Richard tersenyum mendengar racau an Rilis bahkan Richard merasa bangga karena si Jono di puji-puji oleh Rilis


" lalu apa kamu mau dengan mereka.?" tanya Richard


" Sudah ku katakan melihat nya saja aku merasa jijik, mending aku bermain dengan Si Jono milik mu karena si Jini tidak akan pernah berkhianat kepada si Jono" Rilis langsung berdiri dengan sempoyongan, ia duduk di pangkuan Richard lalu mengalungkan kedua tangan nya di leher Richard, tanpa berkata Rilis malah mel_t bi_,r Richard dengan Ganas. ini pertama kali nya rilis bermain lebih dulu dari pada Richard


Tanpa melawan Richard memberikan rilis bermain lebih dulu, jika rilis sudah puas maka Richard akan mengambil alih


Tidak hanya bi_r Richard yang di lahap oleh Rilis bahkan Rilis sangat ganas malam ini, rilis Bermain dengan si Jono dengan lihainya, sepeti apa yang Suka ia tonton di Vidio, Rilis memaju mundur kan si Joni di dalam mul_t nya hingga Richard memegangi tengkuk rilis agar memperdalam si Jono " Aaaahhhhh" Des_h Richard ketika si Jono sudah masuk sempurna di sana


Karena sudah tidak tahan Richard langsung mengambil alih Kini giliran dirinya yang berkuasa soal si jini. Richard bermain dengan si jini dan mengh_p nya ketika Si Jini muntah " Aaaahhh..."