
Tak terasa perjalanan yang membuang waktu selama 4Jam akhirnya sampai juga di sebuah Pantai yang indah dan jernih . Mentari sangat antusias ketika sampai Apa lagi di suguhi dengan pemandangan yang menjernihkan Mata " Ini sangat indah kak "
Lintang tersenyum " Tentu.. " Ucap lintang lalu menggenggam tangan mentari " Ayo kita ke Villa dulu. setelah itu baru kita nikmati pantai ini " Mentari pun menganggukkan kepala nya
" Gue langsung ke kamar ya. Lin, tar " Pamit Richard lalu meninggalkan mereka
" Ada dengan Kak Richard seperti yang kurang semangat " Tanya Mentari
" Entah lah. Mungkin lagi PMS " Ucap asal Lintang " Ayo aku bawa kamu ke kamar mu " Mereka pun Langsung masuk kedalam Villa yang berbeda dengan para pegawai
Lintang membawa Mentari ke sebuah kamar yang letak nya tidak jauh dengan kamar miliknya " masuk lah. ini kamar mu "
" Terimakasih ya kak " Ucap Mentari lalu pergi masuk kedalam kamar " Eh kak "
Lintang menahan pintu kamar milik Mentari " Apa kamu tidak mengijinkan aku untuk masuk dulu ke kamar mu " tanya Lintang
Mentari tersenyum " Masuk lah " Akhirnya Lintang pun masuk kedalam kamar mentari lalu duduk di sopa yang dekat kaca
" Apa kakak mau teh atau kopi.?"
Lintang meraih tangan Mentari lalu menariknya agar mentari duduk di pangkuan nya " Aku hanya ingin kamu dan selalu dengan mu di dekat mu"
" Kakak ada_ada saja. memang nya kakak tidak haus .?" Tanta Mentari sambil membenarkan rambut Lintang
Lintang memejamkan mata nya ia merasakan hembusan nafas Mentari yang berbau ceri " Kamu menggoda ku sayang " Lintang langsung Meraih tengkuk leher Mentari lalu ia menci** Bi** mentari yang sudah menjadi candu nya
" Kak.. "
" Apa sayang "
" Aku haus. boleh kah aku minum dulu "
Lintang mengambil air Aqua yang ada di atas meja lalu ia memasukan air minum itu kedalam mulut nya dan menterasferkan Air itu kedalam mulut Mentari lalu melanjutkan Acara yang tadi tertunda. Bukan hanya bibir Lintang melum* Leher jenjang Mentari yang membuat si empunya meringis keenakan " Aahhh... " Suara Des_n pun kelaur dari mulut mentari apa lagi tangan Lintang yang sudah bermain_main dengan Dua gundukan daging di dalam pakaian nya
Tangan mentari mencakar lengan Lintang karena ia tidak tahan dengan Sensai yang di berikan oleh Lintang.
Di sebuah mobil. Wanita paruh baya sedang berbicara dengan seorang wanita " Pokonya nanti malam jangan kamu sia_siakan karena ini adalah Waktu nya kita untuk merencanakan rencana kita "
" Kalo gagal bagai mana Tante "
" Tenang saja. Tante sudah mengatur semua nya bahkan Tante sudah menaruh pelayan untuk memasukan ramuan kepada minuman nya anak Tante "
Ya karena nanti malam akan di adakan pesta BBQ di pinggir pantai. Tentu saja itu semua tidak luput dari pantauan Mamah Lintang dan juga Rumi. Mamah lintang sangat yakin jika malam ini Rumi akan berhasil menjebak Lintang dengan itu mamah lintang akan cepat mendapatkan Apa yang dia mau
" Baik lah Tante. Rumi juga yakin jika lintang akan jatuh pada pelukan ku " Rumi sangat percaya diri sekali bahwa ia akan mendapatkan Lintang apa mamah lintang sangat mendukung jika dirinya menikah dengan lintang