
Dua hari telah berlalu, Lintang dan Richard sudah berhasil mengatasi Maslaah Di Perusahaan bahkan demi menyelesaikan dengan cepat Lintang tidak pulang ke rumah, Lintang tidur dan makan di perusahaan karena Lintang ingin segera kemabli ke Korea untuk menemui istri dan anak nya.
Setelah semua masalah ini selesai Lintang Langsung kembali ke Korea dan Richard akan mengatasi sisa nya termasuk mengatasi orang sudah beramin_main dengan Lintang Grup
Sesampai nya di Korea Lintang langsung Ke apartemen Ia sangat merindukan Anak dan juga istri nya " Sayang " Panggil Lintang sambil berjalan ke arah kamar. di kamar Lintang melihat Istri nya sedang tertidur sambil memeluk bayi Lintar
Lintang tersenyum dan mengecup kening sang istri " Eum.." Mentari langsung membuka mata nya karena terusik
" By, sudah pulang " Ucap Mentari
" Iyah sayang, maaf aku membangunkan mu " Ucap Lintang yang ikut membaringkan tubuhnya di samping Bayi Lintar
" Apa haby sudah makan.?" Lintang menggelengkan kepalanya " Yasudah aku siapkan ya, Haby mandi dulu " Ucap Mentari dengan lembut
" Iyah sayang " Jawab Lintang. Lintang memang sudah kelaparan karena Ia tidak sempat makan tadi karena ingin segera menemui sang istri dan juga anak nya
Lintang membawa Bayi Lintar ke bawah karena tadi sehabis dirinya mandi ternyata Bayi Lintar sudah bangun dari tidur nya " Anak papah kangen ya sama papah" Ucap Lintang mencium Pipi gembul Bayi Lintar
Mentari sudah menyiapkan makan malam untuk sang suami " Bayi Lintar bangun by.? " Tanya Mentari sambil berjalan ke arah Lintang dan mengambil bayi Lintar " Biar aku aja by, Haby makan saja dulu, pasti lelah " Ucapan Mentari
Lintang langsung melahap makanan yang ada di meja makan ia sangat laper makanya tidak banyak basa basi langsung memakan nya " Pelan-pelan by " Mentari menegur Lintang untuk makan pelan-pelan
Bayi Lintar yang sedang meminum susu dengan rakus membuat Mentari meringis " Kamu tidak apa-apa sayang.?" tanya Lintang khawatir
" Tidaka apa-apa by, anak kita memang sangat rakus jika minum susu "
Lintang Mengelus kepala Sanga Anak " Sayang, kamu harus pelan-pelan meminum nya, kasian Mamah yang kesakitan "
Owekkkk ... owekkkk...
" By. " Mentari langsung menatap sang suami dengan tajam. Bayi Lintar Menangis karena Lintang yang menggodanya
" Hehe.. maaf sayang " Lintang menggaruk kepala yang tidak gatal
" Cup cup cup anak Mamah kan pintar bobo lagi ya sayang " Mentari mengelus kening Sang anak dengan pelan agar Tertidur kembali
Lintang yang melihat interaksi Anak dan ibu itu merasa terharu Sekaligus bahagia. Impian nya selama ini satu persatu telah terkabul " Terimakasih sayang, kamu sudah menjadi istri dan ibu yang baik untuk kita " Lintang mencium kening Sang istri
" Sama-sama By, Haby juga sudah menjadi ayah dan suami yang baik untuk kita, Makanya Haby harus selalu sehat biar bisa mencari uang yang banyak untuk kita habisi hehe.." Mentari tersenyum. sedangkan Lintang hanya terkekeh mendengar ucapan terakhir Sang istri
" Uang ku tidak akan habis walaupun kalian menghabiskan nya " Jawab Lintang sombong
" Wah benar kah, kalo begitu aku mau.."
" Stop, sayang, Aku ngantuk " ucap Lintang yang pura-pura nguap dan pergi ke kamar nya
" Haby! " kesal Mentari karena sang suami sudah pergi ke kamar nya terlebih dahulu " Awas saja Haby "
Lintang tersenyum Melihat sang istri yang marah kepada nya " Mau kamu mau beli apapun akan aku kabulkan karena kamu Adalah istri dan ibu anakku " gumam Lintang yang sudah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur
Mentari membawa Bayi Lintar ke dalam kamar dan menaruhnya di samping sang suami " Kalian kenapa mirip sekali " gumam Mentari. Wajag bayi Lintar Meng sangat Mirip dengan Lintang seperti foto kopian Lintang semasa kecil, Mentari mengambil Gambar Lintang dan bayi Lintar lalu menjadikan nya status di aplikasi chat.
~ Keesokan hari nya
Mentari yang baru beres menyiapkan sarapan, ia langsung naik ke lantai atas untuk membangunkan Sang suami " By " Mentari menepuk lengan Lintang dengan pelan
" Em, " Lintang langsung membuka mata nya dan mengambil Posisi duduk " Iyah sayang "
" Sarapan dulu yuk by " Ajak Mentari
" Iyah sayang, aku cuci muka dulu " Lintang langsung Masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan muka nya
Lintang keluar dari Kamar mandi melihat Mentari sedang menggendong Bayi Lintar " Anak kita sudah bangun .?" Lintang berjalan ke arah mentari lalu mencium kening sang istri dan sang anak
" Ayo by " Ajak Mentari
Lintang sudah duduk di kursinya namun ketika Mentari mau menyiapkan sarapan untuk sang suami, Lintang langsung mengambil alih " Biar aku yang siapkan, kamu duduk saja sayang " ucap Lintang langsung mengisi piring Mentari
Mentari tersenyum " Terimakasih Haby "
" Aku suapi ya sayang " Mentari langsung menganggukkan kepala nya. Lintang menyuapi Mentari yang sedang memberikan susu kepada bayi Lintar
" Haby, juga makan " Pinta Mentari
" Iyah, sayang "
Lintang dan mentari benar_benar keluarga yang bahagia saling mengerti dan saling Mencintai
Beda hal nya dengan Yuli yang saat ini hidup nya sedang ke kesusahan, bahkan Yuli sedang mencari pekerjaan karena Yuli baru saja di pecat Oleh atasan nya, karena Yuli telah memecahkan Piring berkali-kali " aku Harus nyari kerja kemana lagi " Gumam Yuli sambil menyeka keringat yang ada di dahinya.
Yuli berjalan terus menelusuri Jalanan Sambil melihat-lihat ke setiap jalan siapa tau ada lowongan kerja
Hari sudah mulai sore Yuli pun berniat untuk pulang dan besok akan mencari pekerjaan kemabli
Di apartemen Richard sedang memadu kasih dengan Rilis. Saat ini Rilis masih berstatus Istri orang namun Rilis sudah meluangkan gugatan cerai ke pengadilan Atas bantuan Richard di belakang nya. Anak buah Richard telah berhasil membuat Suami Rilis tidak berkutik dan melepaskan Rilis dengan suka rela Tanpa Harus membayar sepeserpun.
" Eum.. Ric." Rilis menahan mulut nya tidak kuat
" Ada apa.? ini tinggal sedikit lagi" Ucap Richard
Rilis memukul Richard agar Richard melepaskan si Joni, Setelah si Joni lepas Rilis langsung lari ke dalam kamar mandi
Hueekk... Huekkk..
Richard yang panik langsung mengikuti Rilis ke dalam kamar mandi " Kamu kenapa.?" tanya Richard panik " Kita ke dokter ya "
Huek...
" Gak tau, Tiba-tiba perut ku mual " Jawab Rilis
Huek....
Rilis langsung pingsan dan tergeletak di Lantai " Rilis " Richard langsung memangku Rilis dan membawa Rilis ke atas tempat tidur.