Boss Love

Boss Love
Balik kampung



Pagi ini sesuai dengan rencana, Kedua Keluarga itu pergi berlibur Dengan menggunakan Dua mobil.


Lintang dan Mentari duduk di kursi belakang bersama Lintar, sedangkan yang di depan Ada Mbok duduk di depan dengan supir.


Lintar sangat anteng berada di dekapan Lintang bahan anak itu seakan mengerti bahwa dirinya akan pergi berlibur " di kampung Mbok, sangat nyaman Dan sejak Nyonya, Air nya juga sangat jernih " ucap Si mbok


" Benarkah, Mbok?" Tanya Mentari yang antusias


" Iya, Nyah, Bahkan saking jernih nya air di sungai banyak anak-anak yang mandi di sungai bahkan Ibu-ibu juga lebih suka mencuci di sungai dari pada di rumah mereka karena air nya yang jernih dan juga bersih "


Lintang mengerutkan kening nya, bagai mana mungkin orang desa bisa nyuci sekaligus mandi di sungai " Wah pasti seru tuh mbok, Kita haru.."


" Tidak! tidak akan pernah aku Ijinkan kamu mandi di sungai atau pun bermain air di sungai titik, jangan membantah " ucap Lintang memotong ucapan Mentari


Mentari langsung melongo dengan ucapan sang suami " Haby.." Ucap lemas Mentari


" Tidaka akan " Ucap Lintang


" Yakin Tidaka akan.? " Goda Mentari


" Bagai mana jika Kita menemukan tempat untuk sensasi baru di sana " bisik Mentari. Mentari sangat tau betul jika sang suami sangat suka tantangan dan juga sensasi


" Tapi tidak di Sungai juga, bagai man jika tiba ada tsunami " Keluh Lintang yang tidak habis pikir dengan sang istri yang menginginkan sensasi di pinggir sungai.


" Yakin tidak mau Haby.?" Goda Mentari


" Tidak!!" Tegas Lintang


Mentari langsung terdiam dan menutup mata nya ketika Sang suami sudah berkata Tegas seperti.


Setelan perjalanan hampir Empat jam akhirnya mereka sampai di kampung Ibu Rilis, Para ibu-ibu yang melihat ada mobil mewah langsung mengikuti karena kepo ingin tau, Tamu siapa yang memakai mobil mewah, Orang kaya di kampung ini aja belum tentu memilikinya " Tamu siapa itu.?" tanya Ibu Ujang yang habis dari warung


" Gak tau, ceu " jawab ibu yang satu " Ayo ceu, kita lihat tamu siapa itu " ajak nya


Ibu Ujang yang kepo pun langsung ikut dengan Ibu-ibu yang lain untuk mengetahui Mobil siapa.


Mobil Lintang terparkir di depan rumah Ibu rilis " Wah, lihat itu " tunjuk tetangga Ibu rilis, mereka langsung menyapa Ibu Rilis Dan yang lain nya " Ceuceu kemana aja meni sudah lama gak keliatan "


" Muhun, Abi Kamari Ameng Ka rumah Mantu " Jawab Ibu


( Iya, kemarin Ibu main ke rumah menantu )


" Ceuceu hebat, Habis dari kota, tapi Ceuceu Bade main Kadiye.? " tanya tetangga Ibu rilis " Kan Bumi ceceu sudah di jual Sanes gara-gara nikahken Rilis "


Ibu kaget mendengar ucapan Tetangga nya ini " Kata saha, bumi Abi di Ical.?"


( kata siapa, Rumah ibu Di jual.?)


" Kata Ibuna Ujang, Kata Ibuna Ujang, Kemarin ceceu mau pimjamh uang ke dia tapi ku Ibuna Ujang di tolak cenah, terus karena Ceceu te gaduh kajan deui janten Weh Bumi di Ical, iye gening bumi na langsung di bangun jadi bagus "


( Kata ibunya Ujang, kemarin Ibu Ujang Ceceu pinjam uang kepadanya cuman sama ibu Ujang Gak di kasih, jadi ceceu menjual rumah. Ini buktinya ruang nya sudah jadi bagus )


Ibu menggelengkan kepalanya lalu menatap Ibu nya Ujang dengan lekat " iye masih bumi Abi, Eta hanya gosip " ucap Ibu rilis yang langsung membawa tamu nya kedalam rumah


( Itu hanya gosip, Ini masih ruang saya )


Rilis yang mendengar Ucapan Tetangga nya itu cukup geram " Denger ya ceu, Bilangin sama mereka yang suka nyinyir tentang kehidupan ku dan juga Ibuku, Hidup ku sekarang sudah cukup bahagia karena memiliki suami yang kaya raya tapi tidak pelit, bahkan suamiku saking mencintaiku dia juga merenovasi Rumah Ibu, Agar Ibu selalu nyaman dan tidak hidup susah lagi seperti dulu ketika aku menikahi laki-laki lembek " ucap Rilis " dan satu lagi, Sekarang aku sedang hamil anak nya suamiku, jadi gosip tentang aku yang mandul itu cuman HOAK, ceceu bisa menyimpulkan bukan siapa yang mandul di sini " kesal rilis menatap Ibu uang dengan lekat lalu meninggalkan Tetangga nya itu.


Ibu nya Ujang langsung melongo yang melihat Ibu rilis masuk kedalam rumah yang cukup besar itu " Jadi pemiliknya.." Ibu Ujang tiba-tiba ingin pingsan tapi Beruntunglah ada yang Membantu nya, Bukan hanya melihat Ibu rilis masuk kedalam Rumah besar namun, Ibu Ujang kaget mendengar ucapan Rilis yang sedang hamil anak suaminya " Jadi.." Ibu Ujang menggelengkan kepalanya Lalu ia pergi meninggalkan Rumah Rilis


" lihat tuh, Ibu nya si Ujang seperti nya dia sedang kebakaran jenggot melihat Ibu nya Rilis masuk kedalam rumah mewah apa lagi saat ini Rilis sedang hamil padahal pernikahan mereka baru beberapa Bulan, tapi pas Sam si Ujang sudah setahun lebih lebih di kasih anak "


" Bukan nya istri Kedua nya Si Ujang lagi hamil.?"


" Ah iya juga ya "


" ah tau lah saya pusing memikirkan nya lebih baik saya mikirin nanti masak apa " kata ibu itu


Di dalam rumah, Ibu rilis sangat kagum dengan Rumah baru nya, satu lantai namun besar, Ada kamar empat, rumah tamu, ruang Tv, belum dapur kotor, dapur bersih, di setiap kamar ada Kamar mandi di dalam nya. Dulu di belakang rumah ibu Adalah tanah kosong yang di manfaatkan untuk menanam sayur tapi sekarang menjadi teman yang indah dengan di kelilingi bunga-bunga " Apa benar ini rumah Ibu ria.?" tanya ibu tidak percaya


" Iyah Bu, ini rumah ibu " jawab Rilis


Ibu langsung memeluk Richard " Terimakasih ya nak, sudah membangunkan istana Untuk Ibu " Ibu rilis meneteskan air mata nya karena bahagia


Richard menghapus air mata Ibu " Sekarang saat nya ibu untuk Hidup bahagia dan menikmati masa tua Ibu " Ucap Richard " ibu bukan hanya sekedar Ibu mertua bagi Richard, tapi Ibu juga adalah Ibuku "


Lintang dan Mentari Menangis haru dengan ucapan Richard " Ternyata ada sisi lain di diri Kak Richard " Bisik Mentari kepada sang suami


" Iyah, Haby juga batu tau " balas Lintang


" Ah aku jadi terharu hiks " Rilis memeluk ibu dan juga suaminya


Di rumah Rilis sedang menangis bahagia beda hal nya dengan Ibu Ujang yang sedang memarahi menantunya yang telah Membuat dapur nya ke Bakaran untung saja Ibu Ujang segara Ke dapur kalo tidak bisa habis rumah nya di lahap api " dasar menantu tidak berguna, untung saja kau sedang hamil, kalo tidak sudah ku pastikan kau akan bercerai dengan Ujang anakku " kesal nya