
" Yah, nenek payah " ucap Lintar. Lintar berjalan ke arah dapur untuk mencari sesuatu yang menurut nya menarik, Lintar membanting barang-barang yang ada di sana termasuk Piring dan yang lain-lain nya " Rumah ini sangat kumuh bahkan di sini tidak ada yang membuat ku menarik " keluh Lintar
" Dasar anak kurang ajar " keluh Wanita paruh baya itu
Lintar berjalan ke sana ke mari entah apa yang di cari anak itu, namun tingkah nya benar-benar bar-bar " Nenek payah " ledek Lintar
Lintar tau jika dirinya sedang di culik oleh wanita paruh baya ini makanya dirinya sedari tadi mengerjai wanita paruh baya ini karena Lintar yakin jika saat ini Ayah dan anak buah nya sedang mencari keberadaan nya " Nenek aku lapar "
" nenek tidak punya makanan " Jawab Wanita paruh baya ini
" Huh " keluh Lintar duduk dan menyenderkan tubuhnya di kursi " Apa di sini juga tidak ada televisi?"
" Kamu bisa diam tidak, Kalo kamu terus saja mengoceh nanti nenek ikat kamu " Ucap nya sambil melotot
" Uh, Berani nya ngancem " Ledek Lintar
Dor..dor.. dor..
Wanita paruh baya itu langsung melihat ke arah pintu rumah nya " Siapa mereka " Ucap Nya sambil melihat ke arah jendela " Kenapa mereka sudah berada di sini padahal aku belum menghubungi mereka " keluh Nya
" Buka!!!"
" Atau akan aku dobrak pintu ini "
Brug..
Anak buah Lintar mendobrak Pintu Rumah dengan kaki nya " Dimana mereka "
Anak buah lintang langsung mencari keberadaan Lintar dan wanita itu Namun mereka entah pergi ke mana
Di dalam sebuah Lemari wanita paruh baya itu menyekap Lintar dengan tangan nya agar Lintar tidak bersuara " Diam " Ucap nya
Lintar berhasil kabur dari Dalam lemari lalu pergi keluar kamar " Uncle " Panggil Lintar
Anak buah Lintang langsung berjongkok dan menggendong Lintar " Di mana dia?"
Anak buah, Lintang langsung ke dalam kamar setelah Lintar menunjukan dimana wanita paruh baya itu, namun nihil wanita itu malah lolos pergi
Lintar sudah di bawa oleh anak buah Richard dan langsung mencari Lintang yang masih mencari keberadaan Wanita itu
Di dalam mobil Lintar memegang perut nya " ada apa, Apa yang sakit?" Tanya Richard panik karena melihat Lintar Sepeti kesakitan
Lintar menatap Richard " Aku lapar uncle " Jawab Lintar dengan wajah yang polos
Richard menggelengkan kepalanya lalu tersenyum menunjukan gigi putih nya " Sabar ya, sekarang kita pulang dulu mamah mu sudah khawatir dengan mu, Nanti di rumah baru kamu makan ok Boy " Richard mengucek Kepalanya Lintar
Lintang yang tadi nya sudah hampir sampai di rumah kumuh itu, namun Lintang balik arah karena Richard sudah membawa putra nya
Sedangkan Anak buah Lintang masih mencari keberadaan wanita itu " Cari wanita itu sampai dapat atau nyawa kalian taruhan nya " ucap Lintang Tegas lalu menutup Telpon nya
" Jika tebakan ku benar maka, Jangan salahkan aku jika aku sekarang benar-benar menghabisi mu " Ucap Lintang meninju stir mobil nya
" Mamah " Teriak Lintar sambil berlari ke arah Mentari yang sedang duduk dengan wajah yang penuh dengan air mata
Mentari langsung berjongkok dan menangkap Putra nya " Putra mamah sudah Kembali sayang " mentari mencium Pipi dan wajah Lintar " Kamu tidak apa-apa sayang, apa yang sakit Hem " Tanya Mentari yang melihat keadaan Lintar
" Aku lapar " Ucap Lintar dengan polos nya
sontak saja semua orang yang tadi nya terharu malah tersenyum karena melihat kepolosan Lintar.