Boss Love

Boss Love
Rindu



Setelah mengantarkan Yuli ke rumah nya Richard balik lagi ke klab malam itu ia langsung menghampiri Jesy lalu mencekik leher nya


" Ric.. Ricard " Ucap Jesy sambil memukul mukul lengan Richard


" Dengar ya gue gak suka lo hina wanita gue. Lo gak berhak menilai dan menjelek_jelekan nya " Teriak Richard sambil melepas kasar leher Jesy " Dan ini peringatan untuk kalian semua kalo sampai gue denger ada yang jelek-jelek Cewek gue maka akan berhadapan dengan gue " Richard menunjuk semua teman_temannya satu persatu ia tidak ingin semua ini terulang kembali.


Setelah kepergian Richard Jesy di bantu teman nya untuk berdiri " Lo tidak apa-apa kan.? "


" Apa Lo buta. gue sampai mau mati gara_gara cekikan si brengs** Richard " Kesal Jesy


" Lagian Lo bikin ulah. kaya yang gak tau si Richard aja jika sudah sama wanita " Bola mata Jesy memutar ia merasa muak lalu ia pergi meninggalkan teman_teman nya itu


Sedangkan Richard ia sudah samapi di rumah ia langsung membaringkan Tubuhnya di atas tempat tidur " Gue gak akan bikin Lo rendah di mata mereka karena gue gak akan izinkan mereka untuk menghina atau menyentuh Lo. Lo terlalu baik Yul untuk di rendahkan dan di remehkan oleh mereka " Ucap Richard sambil melihat Foto Yuli di Handphone nya.


Entah sejak kapan Richard perhatian kepada Yuli yang jelas ketika dirinya sedang bersama Yuli ia merasa ada yang berbeda. Padahal ia adalah pemain wanita yang biasa tidur dengan wanita yang mana saja tapi entah kenapa jika bersama Yuli ia merasa ingin melindungi.


KEESOKAN HARI NYA


Seperti biasa Mentari bangun selalu pagi lalu ia menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri. Mentari duduk di meja makan ia melihat kursi yang biasa di duduki oleh kedua orang tua nya. ia teringat ketika sarapan pasti akan di suapi oleh sang ayah sedangkan sang ibu membantu dirinya untuk menyisir rambut panjang nya " ayah, ibu Aku rindu kalian hiks.. "


" Apa Ayah dan ibu melihat ku di sana.? Maafkan aku karena aku masih cengeng hiks... " Mentari menaruh makanan nya di atas piring rasanya ia menjadi tidak selera untuk melanjutkan sarapan.


Kehilangan kedua orang tau sekaligus tidak lah mudah untuk mentari bisa menerima dengan lapang dada. apa lagi dari kecil ia selalu di manja oleh kedua orang tua nya. Semenjak itu pula keluarga orang tua nya seolah tidak menganggap dirinya ada, Mungkin karena takut merepotkan dan takut di minta bantuan makanya mereka Cuek kepada mentari


Hari sudah mulai siang Mentari sedang membantu Pegawai nya untuk mencuci pakaian karena hari ini mulai ramai " Tari. biar Aku aja yang ngerjain " ucap Yuli sambil mengambil pakaian kotor


" Apaan sih ini kan kerjaan aku juga Yul "


" Aku tidak masalah kamu ngelakuin nya tapi dengan keadaan sedang sehat. tapi saat ini menjadi Maslaah lihat lah wajah mu pucat kaya gitu mending kamu istirahat gih di rumah "


" Aku baik_baik aja Yul. mungkin karena aku tidak mandi " ucap Mentari sambil tersenyum


" Di kasih tau malah ngeyel kalo sudah... "


Bruk