Boss Love

Boss Love
Tidak suka kue apem



Di rumah rilis, rilis sedang mengobati luka karena ulah ibu mertua nya " sstt.." Rilis meringis


" biar ku bantu " Ucap suami liris


" tidak perlu aku masih bisa sendiri " ucap rilis tanpa menoleh ke arah Sang suami " Jika kamu ingin membantuku maka cerai kan lah aku " ucap Rilis dengan tegas


plak..


Bukan nya membantu suami rilis malah menambah rasa sakit di pipinya bahkan Tampak jelas darah segar mengalir di sudut bibir liris " Jangan banyak tingkah, diam lah di posisimu jika kamu tidak ingin aku menagih uang yang sudah aku keluarkan " ucap Suami rilis


" lalu mau sampai kapan kau jadiakn aku kambing hitam mu hah.. mau Samapi kapan!!"


" Apa kau lupa dengan surat yang kau tanda tangani.? di sana tertulis kelas bahwa kamu tidak bisa meminta cerai dari ku kecuali jika kau mampu membayar uang yang sudah ku gunakan untuk menikahi mu!!" bentak suami rilis lalu keluar dengan membanting kan pintu kamar


bruk..


Rasa sakit yang di terima rilis bukan hanya dari ibu mertua nya namun dari sang suami juga, tidak memberikan nafkah yang dan juga nafkah batin. bagai mana mungkin rilis bisa membayar uang sebesar itu sedangkan uang gajinya saja rilis bagi dua untuk mengirim kepada ibu di kampung dan setengahnya untuk belanja bulanan


Rilis hanya bisa menangis dengan diam, ia tidak bisa melawan jika menyangkut soal uang. sekarang rilis hanya bisa pasrah dengan keadaan


Karena hari mulai sore, Rilis menyiapkan makan malam untuk Ibu mertua dan juga suaminya " masak yang enak, kalo tidak akan aku lempar ke wajah mu " ucap ibu mertua dengan memegang puding di tangan nya


Rilis tidak membalas ucapan ibu mertua nya itu, ia masih fokus untuk memasak karena hari juga sudah mulai sore. Rilis memasak menghabiskan satu jam lebih, rilis menata semua makanan di meja makan.


Ibu dan anak itu menghabiskan lauk pauk yang ada di meja makan tanpa mengingat bahwa rilis belum makan, rili kmbali ke meja makan namun ia hanya memandangi meja makan yang sudah ludes mereka makan" mereka bukan hanya kejam namun mereka juga manusia kelaparan " gumam rilis


Karena laper rilis merebus mie instan untuk mengganjal perut yang sudah keroncongan. setelah sudah makan, rilis langsung masuk ke kamar karena sudah merasa lelah namun langkah nya terhenti ketika rilis mendengar sang suami yang sedang menelpon merasa dengan kekasih nya. rilis melangkah tanpa menghiraukan suaminya dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


~ Pagi hari


Seperti biasa Rilis akan bangun lebih pagi karena ia harus membersihkan rumah dan juga menyiapkan sarapan, setelah usai memasak rilis langsung masuk kedalam kamar mandi namun ketika ia keluar dari kamar mandi rilis berpapasan dengan suaminya, dengan replesk rilis menutup bagian gunung yang menonjol " cih.. hanya punya gunung saja bangga, aku tidak akan pernah tergiur dengan gunung mu, kecuali kalou kau mempunyai Monas dan dua telur yang bergelantungan baru aku akan tergiur " ucap suami rilis langsung melangkah ke kamar mandi


" Dasar gila "


Setelan siap rilis pun berjalan ke meja makan, di meja makan sudah ada ibu mertua dan juga suaminya, Rilis segera mengisi piring kosong nya dengan nasi dan lauk pauk yang lain nya juga " Lihat lah istrimu itu sangat serakah " ucap mertua


" Nama nya juga orang kampung ya begitulah bu" jawab Suami


" benar, sekalinya orang kampung tetap saja orang kampung " Lanjut mertua " Ceraikan dia, dan cari wanita lain yang tidak mandul dan juga berguna " ucap ibu


deg..


" Mana mungkin kaya gitu bu, jika aku menceraikan nya bagai mana bisa di mengembalikan uang yang sudah kita keluarkan untuk dia, lagian mana mungkin dia mau aku cerai bisa_bisa ia nangis darah karena aku ceraikan " Ucap Nya


Sedangkan rilis masa bodoh dengan ucapan dua manusia yang ada di hadapan nya ini, di lawan pun percumah " aku sudah beres, Kalian makan lah dengan tenang dan jangan sampai kalian tersedak dengan makanan kalian sendiri karena ngomongin orang " Rilis mengambil tas kerja nya lalu ia pergi dari rumah


" Lihat lah istrimu itu, kurang ajar sekali dia " kesal ibu mertua sambil memakan makanan nya


Sang anak langsung memberikan gelas berisi air putih " pelan_pelan bu"


" wanita mandul itu benar-benar mengutuk ibumu " kesalnya mertua


" Sudah lah Bu, jangan marah_marah lagi "


" sekarang kamu membela nya dari pada ibumu .?!"


" bukan begitu, percuma ibu marah_marah juga toh orang nya sudah pergi "


" Makanya ceraikan dia, dan cari wanita yang tidak mandul dan yang bisa melahirkan anak " kesal ibu


" Iyah bu nanti " jawab nya. walaupun dirinya menceraikan Rilis ia tetap saja tidak akan bisa memiliki anak secara burung Pipit nya telah mati dan ia lebih suka burung merak dari pada kue apem.


~ Di kantor


Richard masih ke pikiran soal rilis, dia mencoba untuk tidak memikirkan rilis namun hati dan pikiran nya terus tertuju kepada rilis " Ada apa dengan wanita itu, dia tidak pernah bercerita tentang rumah tangga nya, dia cuman cerita jika suaminya tidak normal " gumam Richard


karena tidak ingin mati penasaran Richard pun menghubungi anak buah nya untuk mencari informasi tentang rilis " Kalian harus mendapat informasinya secepat mungkin "


Tit..


Richard menutup telponnya lalu melihat ke arah wanita yang baru masuk " Ada apa.?"


" Ini aku ke sini ingin memberikan ini " Rilis memberikan berkas yang harus Richard tanda tangani


Pandangan Richard beralih kepasa bibir rilis yang memerah " Ada apa dengan bibir mu.?" tanya nya


" tidak, ada ini hanya ke bentur saja " elak rilis. Richard bukan orang bodoh ini bukan pertama kali nya Richard melihat sudut bibir rilis bengkak


" Jangan pernah kamu membohongi ku karena aku tidak gampang untuk kau bohongi " ucap Richard. Richard mencari P3K lalu membawa rilis ke sopa untuk mengobati luka yang memerah di bibir.


" ssttt.."


" Tahan Sebentar " ucap Richard mengoleskan salep di sudut bibir rilis, pandangan Richard beralih ke arah pundak rilis yang membiru " Apa ini ulah dia.?"


" Bukan " jawab rilis


" Lalu, apa ini kepentok juga ?" Richard kesal dengan ke tidak kejujuran Rilis, padahal apa sudah nya untuk jujur " Sudah selesai, kembali lah bekerja " suruh Richard dengan nada kesal


Rilis pun langsung keluar dari ruangan Richard untuk melanjutkan aktivitas nya " Ada apa dengan nya " gumam rilis


Sedangkan Richard sangat kesal namun ia kesal kepada suami rilis yang sudah berani menganiaya rilis, tambah kesal lagi ketika rilis tidak mengakui kelakukan buruk suami nya" apa kamu mencintai nya sehingga kamu menutupi kelakuan buruk suamimu.?" gumam Richard kesal