
~ Di rumah lintang
Lintang dan mentari sedang berbaring di atas tempat tidur sambil menonton film yang mereka suka, Mentari menaruh kepala nya di dada bidang sang suami " By. ko aku merasa Yuli berubah drastis ya "
" Itu karena dia terlalu sayang kepada adik nya sayang, sehingga ia buta akan apa yang sudah di lakukan adik nya "
" mungkin by, tapi dia benar-benar beda aku seperti sudah tidak mengenal nya lagi "
Lintang mengelus rambut sang istri dengan kebut " sudah jangan terlalu di pikirkan, semua nya akan baik_baik saja. mending kita polis kepada calon anak kita " ucap lintang " Halo baby, apa kabar hari ini.? Anak papah tidak nakal kan hari ini.?" Lintang mengelus perut sang istri dengan lembut dan mencium perut mentari
" By"
" Iyan sayang "
" Haby pernah berfikir kalo anak kita ini bukan anak Haby.?" Tanya mentari
" apa yang kamu bicarakan sayang, jangan ngomong sembarangan "
" Aku hanya takut saja, Haby berpikiran Bahwa aku sudah menjebak Haby dengan Bayi ini " Lirih Mentari
" Apa ada yang mengganggu pikiran mu sayang ? Tidak biasanya kamu ngomong begini, aku mencintai mu dan kamu pun sama, tidak mungkin aku mencurigai anak yang ada di dalam kandungan istriku sendiri, Aku yang pertama membuat gawang dan aku juga yang pertama memberikan mayones di dalam gawang jadi sudah pasti itu anak kita " ucap Lintang " Ini sudah malam ayo tidur " Ajak lintang memeluk sang istri
~ Di rumah Richard
Yuli masih dengan sikap angkuh nya, ia bersikukuh Tidak ingin meminta maaf kepada lintang dan juga Mentari " Sekali tidak tetap tidak " Ucap Yuli
" Terserah. Aku sudah capek ngomong sama kamu " Ucap Richard meninggalkan kamar nya
Sedangkan Yuli ia masih duduk di tempat tidur dengan memainkan Handphone " Aku akan membuat mu hancur " Gumam Yuli
Sedangkan Richard ia masuk ke kamar tamu, Kepala nya merasa pusing karena ulah istri dan juga adik ipar nya " Kenapa semua nya jadi seperti ini " Kelun Richard yang memegangi kepala nya " Harus bagai mana lagi agar Yuli mau meminta maaf, apa harus aku membongkar adiknya.? tapi apa dia akan percaya dengan aku omongkan, bahkan walaupun ada buktinya juga tidak mungkin Yuli akan percaya begitu saja " Karena pusing memikirkan nya, akhir nya Richard memutuskan untuk tidur
Di kamar Yuni. Yuni saat ini sedang berdandan cantik " Aku harus bisa mendapatkan nya malam ini " Gumam Yuni " Tidak peduli jika dia milik Kakak Ku " Yuni menggunakan lingerie Yang berwana Merah terang ia bahkan menggunakan lipstik yang berwarna merah menyala
Yuni masuk kedalam kamar tamu, karena Yuni tadi melihat kakak ipar nya yang masuk ke kamar itu. dengan pelan Yuni membuka pintu kamar lalu menutup nya dengan pelan. Yuni berjalan ke arah temapat tidur " Kamu memang tampan " Ucap Yuni. Yuni mengelus rahang Richard yang penuh dengan bulu_bulu halus. Yuni mencium leher Richard dan mengelus milik Richard
Richard sontak ia bangun karena ada sentuhan yang tidak seharusnya " Kau!" bentak Richard kepada Yuni. Richard mendorong Yuni yang sudah berada di atas pangkuan Nya " Dasar jala_g " Bentak Richard
Yuni bangkit ia ingin meraih Richard namun Richard malah menepis Yuni " Sayang. aku tau jika kamu membutuhkan ke hangatan maka akan aku berikan" Ucap Yuni
Richard tidak menjawab ia langsung kelaur dari kamar, karena ia merasa jijik melihat Yuni yang sangat murh_n " Sebenarnya ini rumah siapa, kenapa gue merasa Tidak nyaman berada di rumah sendiri " kesal Richard. Akhirnya Richard masuk ke kamar yang satu nya lagi dan mengunci kamar nya. baru lah Richard bisa tidur dengan nyenyak
Richard bangun dari tidur nya ia langsung masuk ke kamar istrinya. Richard melihat Yuni yang baru beres mandi, Richard mendekati Yuli dan mencina memeluk nya namun siapa sangka jika Yuli malah menampar pipinya
Plak..
" jangan pernah kamu sentuh aku jika kamu masih bermain jala_g di luar sana. Aku pikir kamu akan berbuah tapi nyata nya, sama saja "
" sudah cukup aku bersabar dengan mu ya. dan ini yang pertama dan terakhir nya kau menampar ku. Mulai sekarang kita akan pisah kamar dan jangan harap aku akan berbaik hati lagi kepadamu " Ucap Richard yang langsung pergi meninggalkan Yuli
Richard masuk kedalam kamar mandi ia membuka pakaian nya namun mata nya " Dasar jal_g " Richard membanting pakaian nya dan mengusap Kepala nya dengan kasar. Richard tidak tau jika Yuni sudah menc_m leher nya sehingga ada bekas Lipstik di sana
Dengan wajah kesal Richard langsung kelaur dan memaki pakaian nya. Richard langsung pergi ke kantor namun sebelum pergi Richard menyuruh bibi untuk memindahkan pakaian nya ke kamar sebelah
~ Pagi di rumah Lintang
Mentari yang baru usai mandi ia melihat sang suami yang masih terlelap tidur namun mata nya membulat ketika si Joni yang berdiri tegak " Waw. di saat Haby sedang tidur saja, dia bisa berdiri tegak " Gumam mentari
Mentari mengelus Si Joni dengan lembut, dan membuka pakaian dal_m milik sang suami. dengan senyum semringah Mentari mengelus dan menc_m si Joni " Eum.."
Lintang terbangun karena merasa si Joni yang sedang di santap di pagi hari " Uuhhh sayang...," leng_hn Lintang sambil memegangi tengkuk sang istri agar memperdalam menc_m si Joni
" Euuum..."
" kamu semakin pintar sayang " Puji lintang
Sedangkan mentari ia mulai berdiri di atas si Joni ketika si Joni sudah mulai meminta untuk segera berkunjung kerumah nya. Mentari menari_nari dengan indah nya di atas si Joni bahkan Lintang pun tak sehat mere_s buah melon yang ikut bergoyang
" Aaaahhhhh "
" aku di atas sayang " Ucap lintang mengambil alih " Baby maafkan papah ya yang sudah membangunkan mu di pagi hari " ucap Lintang mencium perut sang istri, lalu memulai aksinya nya, si Joni bergoyang dan menggedor-gedor rumah nya dengan hentakan agar rumah yang biasa si Joni kunjungi semakin mengeluarkan suara yang sangat merdu dan indah " Uuuhhhhh"
" Ha..by.." Lirih Mentari mengeluarkan suara merdu nya..
Satu jam kemudian mereka mengakhiri aksinya ketika si Joni sudah puas menggedor_gedor rumah nya " Aaaahhhhh, " Lintang mencapai puncak dengan mata yang terpejam menikmati sensasi indah nya puncak
Mentari ia malah mengelus dada bidang sang suami yang sudah berkeringat " Aku suka dada mu by. mereka terlihat indah dengan keringat ini " Ucap mentari
Lintang tersenyum " Kamu aneh_aneh saja sayang "
" serius by, aku suka, besok kita buat indah lagi ya " pinta mentari