
Karena tukang sayur tidak kunjung datang, Akhirnya Ibu menyuruh Richard dan Rilis untuk pergi ke pasar bersama Mentari, Mereka bertiga pergi ke pasar dengan meninggalkan Mobil. setelah Pulang dari pasar Rilis melihat ada yang jualan Di pinggir Sawah " Kita berhenti di sana dulu yank " Tunjuk Rilis " Ayo mbak, di sini makanan nya enak " Ucap rilis mengajak Mentari untuk turun dari mobil
Mentari Ikut turun dengan di ikuti Richard " Mang, seblak nya dua ya " Pinta Rilis kepada si penjual " Dan Itu es lemon the nya 1 jus mangga 1 dan satunya lagi Kepala muda untuk suamiku " ucap Rilis yang langsung duduk lesehan di sana
" Makanan apa Ini mbak.?" Tanya Mentari yang belom pernah mencoba nya
" Cobain aja nanti, pokonya Mbak akan ke tagihan "
" Selera istriku memang istimewa " Gumam Richard yang tidak habis pikir dengan Rilis yang menyukai makanan Pinggir kali
" Ayank, gak tau aja kalo makanan ini paling top di sini, bahkan Banyak yang antri loh " Ucap Rilis
" Apa segitu enak nya.?" Tanya Mentari kepada Rilis
" Bukan hanya enak, Tapi murah meriah, Harga bersahabat dengan kantong "
Mentari manggut-manggut " Silahkan neng " ucap Si mang menaruh pesanan Rilis di atas meja. Mentari mencoba nya sedikit demi sedikit karena mentari merasa ragu dengan bentuknya yang serba ada, Namun siapa sangka Jika mentari malah menyukai nya " Ternyata rasanya tidak sepeti bentuk nya " Gumam Mentari
" Benar kan, ini enak " ucap Rilis
Richard menggelengkan kepalanya, Untuk mencoba saja rasa nya enggan apa lagi bentuk nya yang serba " Kalian makan lah, aku mau ke mobil dulu ngambil handphone, mau ngabarin Ibu jika kita mampir di sini dulu takut nya Ibu menunggu kita " ucap Richard. Rilis dan Mentari menganggukkan kepalanya
Setalah kepergian Richard, Rilis merasa terusik ketika ke sayangan seorang wanita dan juga pria " Halo apa kabar, mantan istri suamiku " sapa Istri Ujang dengan nada sinis " Wah sepertinya hidupmu sekarang sudah bergelimang harta ya, lihatlah yang kau pakai, itu sangat tidak cocok dengan mu yang orang kampung " hina nya
" wah ada Manusi tidak tau malu di sini " Ucap Rilis menatap Ujang dan Istrinya
" Apa kau bilang!" kesal Istri Ujang
Rilis mendengus sebal lalu melanjutkan Makanan nya " Sudah ayo pulang " ajak Ujang. Ujang tidak ingin berurusan dengan Rilis lagi karena kartu as Ujang ada di tangan nya.
" Apa kamu membela nya, dari pada istrimu sendiri " kesal istri Ujang
" Bukan begitu, tapi ini kan tempat umum "
Mentari menatap dan melihat Keuda manusia yang ada di hadapan nya " Siapa mereka.?" tanya Mentari kepada Rilis
" Hanya dua manusia tidak berguna" balas Rilis
" Oh, Kirain siapa" ucap Mentari dengan santai nya " Jika tidak ada yang mau kalian omongkan maka segera lah pergi Jangan menghalangi pemandangan kami" Lanjut Mentari
" kau!" Tunjuk istri Ujang di depan wajah Mentari
Byur..
Istri Ujang menyiram Mentari dengan air lemon tea " berani nya kau!!" Mentari tidak ingin kalah ia juga menyiramkan Jus mangga milik Rilis ke istri Ujang
" Ahh.." Teriak istri Ujang yang kepalanya sudah basah kuyup karena jus mangga
Rilis berdiri dan berniat untuk memisahkan Mentari dan juga Istri Ujang " heh laki-laki lembek, bawa istrimu jauh-jauh dari kita sebelum usaha mu yang masih seumur jagung itu hancur di ratakan oleh Suami Mbak Mentari "
Ujang bukan nya menjawab, Ujang malah terpesona dengan kecantikan Rilis saat ini, Bahkan Ujang Samapi lupa jika dirinya tidak menyukai Apem "Rilis kamu cantik " celetuk Ujang membuat istri dan juga Rilis melotot
plak..
Istri Ujang Memukul Lengan ujang dengan cukup keras karena tidak terima Ujang memuji rilis " Au." Ujang meringis kesakitan
Mentari sangat kesal kepada dua mahluk ini " gue gak punya urusan Sama kalian berdua tapi, tapi kenapa kalian berdua dengan berani nya datang ke hadapan ku" kesal Mentari dengan tatapan tajam nya " dan kau, laki-laki lembek, kenapa kau diam saja ketika istrimu mengganggu orang lain " Tatapan Mentari sangat tajam bahkan menusuk
" Ada apa ini " tanya Richard yang baru datang " Tari, apa yang sudah terjadi kepadamu .?" Tanya Richard yang melihat Mentari sudah basah kuyup. Richard menatap Ujang dan wanita di samping nya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan
" Apa ini oleh kalian.?" Tanya Richard, Tanpa menunggu jawaban Richard langsung menatap Ujang " Jangan sampai perusahaan mu hancur karena kebodohan mu yang tidak bisa menjaga istrimu sendiri, dan satu lagi bukan hanya dirimu yang akan hancur tapi pacar mu pun akan aku hancurkan lain semua " ancam Richard lalu membawa mentari dan Rilis untuk masuk kedalam mobil
Sedangkan Ujang masih mematung dengan ucapan Richard barusan, Ujang sangat tau betul siapa Richard, Ujang menggelengkan kepalanya " Tidak, ini tidak boleh terjadi " Ucap Ujang, Ujang ingin mengejar Richard namun nihil mobil Richard sudah tidak terlihat. Bukan hanya dirinya yang akan hancur melainkan kekasih nya juga, kekasih yang ia cintai selama ini.
ujang menatap Sang istri dengan tatapan membunuh " Kalo Samapi Tuan Richard mengambil saham nya di perusahaan pacar ku, maka kau yang akan ku habisi " ancam Ujang
Ujang sangat tau betul siapa yang menjadi istri nya sekarang, hanya wanita malam yang kebetulan ujang temui di sebuah Klab untuk di bawa pulang dan di pamerkan oleh sang ibu, bahkan Ujang tau jika anak yang di kandungnya itu adalah anak dari kekasih nya.
Istri Ujang mengepalkan kedua tangan nya karena Ujang telah meninggalkan dirinya sendirian " Awas saja kalian, Kalo anak ini sudah lahir mana Sudi aku hidup denah waria seperti nya " Gumam istri Ujang dengan tahapan yang menahan amarah
Orang-orang yang ada di sana menatap Istri Ujang dengan lekat, Bahan mereka berbisik, banyak yang menatap tidak suka kepada dirinya " Apa kalian lihat-lihat hah!!" Bentak istri Ujang kesal lalu pergi meninggalkan Warung seblak itu.
Di rumah Mentari di tatap dengan lekat oleh Sang suami " Ada apa dengan mu.?" tanya Lintang dengan suara dingin
" Haby"
Rilis yang takut Lintang memarahi Mentari langsung melangkah dan berdiri di dekat Mentari " maafkan aku, Mbak Mentari tadi hanya membela ku, Sungguh aku minta maaf " Ucap Rilis menunduk. sedangkan Mentari sudah tidak bisa berucap karena ia tau jika sang suami akan marah melihat kondisinya saat ini.
Richard berjalan kearah mereka " Semau nya sudah aku urus, tidak perlu khawatir " ucap nya kepada Lintang