
Saat ini Mentari sedang berada di rumah Yuli dengan membawa beberapa makanan untuk mereka santap ketika makan malam " Yul bagai mana keadaan mu "
" Aku sudah lebih baik tar, berkat kamu dan juga yang lain nya, Terimakasih ya kalian semua ada di sampingku " Ucap Yuli tulus
" Kami akan selalu ada untuk mu Yul, Kita ini kan bersahabat "
Yuli mengangguk " Lalu rencana selanjut nya bagai mana.?"
" Ya aku dan adikku akan melakukan aktivitas seperti biasanya, kami juga sudah memasukan pakaian ibu untuk di sumbangkan dan barang ibu sebagian nya aku simpan untuk ku jadikan kenang_kenangan "
Mentari tersenyum, " Oh iya, persiapan pernikahan kalian sudah Samapi mana.? "
" Sudah hampir selesai tar "
" mau di gelar di mana.? kalian ini gak ajak_ajak aku " Kesal Mentari " Padahal aku juga ingin merasakan bagai mana mempersiapkan pernikahan " wajah Mentari seketika mendung air Mata yang siap membanjiri wajah cantiknya
Yuli memandang Lintang " Maafkan kami tar, Kami tidak mengajak mu karena kamu sedang hamil, kami takut Membuat mu lelah " ucap Yuli " Dan acara nya akan di adaan di rumah ini, jadi kamu jangan dulu pulang ya, temani aku sampaikan hari H "
Yuli belum mengetahui jika akhir_akhir ini mood nya Mentari pasang surut " Baik lah, awas aja kalo aku gak di ajak_ajak lagi "
Ketika manusia itu langsung bernapas lega karena bumil itu tidak jadi menangis " Ko istri Lo jadi cengeng " Bisik Richard kepada Lintang
Lintang langsung melotot ia tidak terima istri nya di sebut cengeng " Apa maksud Lo hah "
Ternyata bukan hanya Mentari yang mood nya bisa pasang surut ternyata Lintang juga sama " Maafkan aku " Ucap Richard cepat, kalo berkelanjutan bisa_bisa Lintang tidak jadi memberikan Dana untuk pernikahan
Lintang mendengus kesal kepada Richard " By "
" Iyah sayang "
" Aku mau jajan es Doger " Ucap mentari, membuat Richard bernapas lega karena bisa lolos dari amukan Lintang
" Di mana beli nya sayang "
" Entah lah, tapi aku ingin yang membeli nya kak Richard " Ucap Mentari
Richard menelan ludah nya sendiri " Belinya dimana. ?"
" Mana aku tau, kalo sing sih biasanya ada di depan Laundry tapi kalo jam segini entah lah " Mentari mengangkat kedua bahu nya
Lintang tersenyum kecil " Dengar kata istriku dia meminta apa kepadamu "
" hm.. iya iya, aku Carikan sampai dapat, apa hanya itu.?"
" Aku juga mau Kustiawan goreng, Lumpia goreng dan juga Martabak telor " Ucap mentari
" nyesel aku nanya, nama gue gak tau dimana tempat nya " Gerutu Richard
" Baiklah aku pergi sekarang " Ucap Richard " Sayang apa kamu mau menemani ku.?"
" tidak, kasian mentari di sini sendirian, adikku kan sedang belajar di kamar " Tolak Yuli
Richard pun dengan pasrah pergi sendiri untuk mencari Pesanan Mentari" suaminya siapa mintanya ke siapa " Kesal Richard, namun walaupun begitu Richard tulus untuk mencarikan pesanan Mentari
" Nanti setelah menikah kalian akan tinggal di mana.?"
" entahlah, yang jelas jika aku pergi aku akan membawa seta adikku, aku tidak mungkin pergi meninggalkan adikku sendirian " Jawab Yuli
" Iyah, aku pun tidak akan tega jika melihat adikmu sendiri nanti, apa lagi dia masih kecil Aku khawatir kenapa_kenapa "
" benar "
Yuli melihat kearah Mentari " Tapi aku tidak sanggup dengan biayanya "
" Tenang saja aku bisa menjamin kalo soal biaya, apa lagi jika adikmu pintar, Ia akan mendapatkan beasiswa sampai kuliah nya nanti "
" Benarkah.?"
" Iyah jadi jangan khawatir kalo soal biaya "
" Kalo begitu aku setuju " Seru Yuli, Yuli ingin adiknya bisa menggapai cita-citanya tidak seperti dirinya yang hanya lulusan Sekolah menengah atas yang ujung-ujungnya jadi tukang cuci laundry
Jam delapan malam mentari dan yuli sudah menyiapkan makan malam, mereka tidak memasak karena tadi sebelum ke rumah Yuli Mentari dan lintang membeli makanan jadi tinggal di hangatkan saja
" Aku pulang " Teriak Richard di pintu luar
" orang nya masih dimana suaranya sudah kedengeran ke dapur " Ucap mentari
Yuli hanya tersenyum mendengar Gerutu temanya ini " Mana pesanan ku.?" Tanya mentari langsung
" Ini" Richard memberikan beberapa kantung plastik kepada Mentari
" Wah Terimakasih kak toa " ucap mentari
Sedangkan Richard mengerutkan kening nya " Kak toa " Bingung Richard
Yuli terkekeh " Itu Karena suara mu yang menggelar " ucap Yuli langsung mengikuti 1mentari ke dapur
Semua orang sudah berada di kursi meja makan " Selamat makan " Ucap mentari yang di atas piring nya sudah bermacam-macam lauk pauk
Yuli dan Richard saling pandang beda hal nya dengan litang yang sudah baisa melihat sang istri yang makan banyak " Wah kamu hebat tar " Ucap Yuli memberikan jempol tangan nya
" aku juga mau makan banyak biar kaya kak Tari hebat " Sebut Adik Yuli
Yuli menelan ludahnya melihat tari yang makan lumayan waw itu " Aku tiba_tiba kenyang" Ucap Richard, Richard langsung dapat tatapan tajam dari Lintang
" bagus lah jadi itu bisa di makan oleh istriku " Ucap Lintang sambil mengambil Ayam bakar yang sudah di atas piring Richard
Tapi Richard dengan sigap mengambil piringnya kembali " Ini piringku " sebut Richard
Semua orang terkekeh melihat sikap Richard dan lintang, kadang akur kadang ribut " Lagian aku juga tidak mau makan milik Kakak, aku lebih suka makan milik suami ku, apa lagi sosis suamiku " Ucap Mentari, lintang langsung menelan ludah nya
" Wah wah sekarang bumil makanan nya sosis ya, sosis yang panjang dan Besar itu kan " Tanya Yuli, Yuli akan nyambung jika di ajak ngobrol yang beginian
" Iyah, lucu tau, dia bisa ngumpet tapi kalo sudah di panaskan besarnya bisa waw hahahah " Mentari terkekeh mengingat bagai mana bentuk Sosis milik Lintang
" Wah, kamu pasti puas tuh "
" Iyah dong, kalo tidak puas mana mungkin aku bisa buncit Seperti ini " Seru Mentari " Nanti juga Kamu akan merasakan bagai mana nikmat nya sosis "
Lintang dan juga Richard hanya bisa saling pandang mendengar ocehan Kedua wanita ini
" kalo Adek sih, gak mau ah, gak mau makan sosis takut gemuk kaya kak Tari, nanti aku jadi tidak cantik lagi " Ucap Adik yuli
" hhuuuaaaaaa" Mentari menangis mendengar ucapan Adik Yuli
" sayang,.. hei kenapa.?" Tanya Lintang panik
" Aku tidak cantik aku gemuk by, hiks.."