
siang ini Richard datang ke sebuah kantor untuk bertemu dengan lintang dan Mentari. ternyata dugaannya benar bahwa melintang dan mentari berada di kantor
"wah wah siapa nih pengantin baru sudah pulang ternyata "ucap Lintang
Richard memeluk Lintang sambil menepuk punggung nya " Maaf gue belum bisa masuk kerja " Ucap Richard
"Kak kenapa sudah pulang.? bukan nya satu Minggu kalian di sana.?"
" Iyah aku mempercepat kepulangan karena tidak ingin terus merepotkan mu, soal adik nya Yuli, aku mewakilinya ingin berminta maaf kepada kalian " Richard merasa tidak enak kepada Mentari dan juga lintang
" Sudah kamu jangan terlalu banyak berfikir saat ini " Ucap Lintang sambil menepuk Pundak Richard " sekarang Yuli dimana.?"
" Aku sudah membawa nya ke rumah baru, Yuli sangat senang menerima hadiah dari kalian apa lagi kalian bisa bertetangga " Richard terkekeh ketika melihat reaksi Yuli melihat rumah baru nya
Tadi setelah kepergian Yuni, Richard membawa Yuli ke rumah yang menjadi kado dari Lintang dan juga mentari, rumah yang cukup luas, bertingkat dua dan ada beberapa kamar kosong. Richard sangat terharu dengan desain rumah itu, rumah idaman Richard yang selama ini Richard impikan ternyata Terwujud juga
Richard menatap ke sebuah ding_ding yang sudah di isi foto keluarga, Richard, Lintang dan juga ayah lintang, Senyum yang begitu terpancar di wajah ke tiga nya terutama ayah Lintang. Richard meneteskan air mata tatkala mengingat kebaikan Ayah lintang, namun segera ia hapus ketika Yuli mendekati dirinya.
Saat ini Richard dan lintang berada di balkon kantor lintang, mereka menikmati pemandangan siang hari dengan segelas minuman
" Terimakasih ya. kamu sudah membuatkan rumah yang sesuai keinginan ku selama ini "
" tidak perlu berterimakasih karena ini sudah menjadi kewajiban ku sebagai saudara mu " balas Lintang
Richard menatap lintang dengan lekat " Aku sungguh Berterimakasih kepadamu dan juga Ayah mu karena kalian Aku berada di sini "
" Jangan berlebihan, Itu semua karena usaha mu yang membuktikan kepada papah ku kalo kamu mampu untuk berdiri di sini, jangan merasa kecil hati kita ini saudara dan jangan mengingat masa sedih mu karena aku tidak suka " Lintang memasukan tangan nya kedalam saku celana " Ngomong_ngomong bagai mana bulan madu kalian.? Dan bagai mana rasa nya mendapatkan Yang bersegel " Goda Lintang
" Ya begitu saja sama dengan orang_orang yang melakukan bukan madu, dan rasanya sungguh luar biasa pantas saja kamu sangat bucin kepada istrimu "
Lintang tertawa " Hahah.. dan kebucinan itu akan ku tularkan kepadamu "
" Huh benar kata mu, Aku sekarang tidak bisa jauh dari Yuli, Aku jadi ingin segera pulang " Keluh Richard
" dasar bule bucin " Sindir lintang sambil tersenyum
Obrolan mereka cukup asik apa lagi Samapi melupakan Mentari yang sedang membaca buku di ruangan pribadi Milik lintang.
Mentari yang sedari tadi merasa di kacangin ia pun berniat untuk ke kantin perusahaan, Mentari ingin mencari makanan yang bisa menggugah selera makan nya " Mbak, jalan ke kantin ke mana.?" Tanya mentari ke salah satu pegawai
" Dasri sini turun saja ke lantai empat nanti di sana belok kanan, Tinggal lurus saja "
" Oh iya Terimakasih " Ucap mentari kepada pegawai itu
Mentari berjalan sesuai yang di tunjukan oleh Wanita tadi, benar saja di sana ada kantin yang lumayan besar. di perusahaan Lintang memang di sediakan makan siang dan juga cemilan yang bisa di ambil gratis oleh para karyawan " wah lumayan nyaman " Mentari mengambil piring lalu ikut Mengantri dengan yang lain. Walaupun banyak yang berbisik namun mentari merasa bodo amat
Mentari pun mencoba beraneka lauk pauk dan sayur, Cukup nikmat di lidah mentari, Mentari sampai menghabiskan Isi piring nya sendiri, Setelah selesai mentari Mengantri lagi ia berencana akan membawakan makan siang untuk sang suami dan juga Richard
" Maaf nona di sini hanya boleh satu kali makan " Tegur Wanita yang menjaga makanan
Mentari tersenyum " Saya mengambil untuk suami dan teman nya, lagian mereka juga bekerja di sini "
Wanita itu menatap mentari lalu memandang perut mentari " Kalo benar suami dan teman nya bekerja di sini, saya ingin melihat kartu pekerja nya"
" Apa kamu tidak percaya kepadaku .?"
" Semua orang tidaka akan ada yang percaya kepadamu kalo kamu tidak bisa menunjukan Kartu pekerja nya " Sindir wanita itu, wanita itu memandang rendah Mentari apa lagi mentari hanya menggunakan sendal jepit " Mau makan gratis ko malah ngaku_ngaku suaminya bekerja di sini " gumam wanita itu walaupun pelan tapi masih terdengar oleh Mentari
Karena tidak enak di belakang banyak yang mengantri Akhirnya mentari menyuruh mereka untuk mengambil makanan terlebih dahulu
" Nyonya sedang apa di sini.?" Tanya CS yang biasa mengantarkan makanan untuk mentari dan juga lintang
" saya ingin mengambil makanan untuk suami dan juga teman nya, tapi saya tidak di perlukan " Adu mentari kepada CS paruh baya itu
Wanita paruh baya itu langsung berjalan ke depan " Apa kamu tidak tau kalo wanita cantik yang sedang itu Adalah istri tuan lintang !" Ucap wanita paruh baya itu
Sontak saja wanita yang tadi nya sempat tidak percaya kepada Mentari ia langsung Shock tidak percaya " Tidak mungkin "
" bagai mana tidak mungkin, atau mau saya adukan kepada Tuan lintang tentang sikap mu.?"
Orang_orang pada berbisik membuat Mentari merasa risih, mentari mendekati Ibu CS itu " Sudah buk, tidak perlu lagian saya sudah tidak mood lagi, saya mau beli makanan di luar saja " Ucap mentari yang langsung melangkah pergi meninggalkan kantin
" Dan jika tuan lintang tau kamu sudah tidak berlaku baik kepada istrinya, maka tamat lah riwayat mu " Ucap ibu CS itu lalu mengambil makanan nya
Wanita Yang menjaga makanan itu langsung lesu bagai mana dengan kerjaan nya, apa dirinya akan di pecat atau mereka akan berbaik hati memaafkan nya.
Mentari sudah berjalan keluar gedung ia mau mencari Restoran terdekat Untuk membeli makan siang untuk sang suami " Di sana saja kali ya "
Lintang yang baru sadar jika sang istri tidak ada, ia langsung mencari keberadaan nya, Lintang mendengar bisik_bisik dari karyawan nya " Di mana istri saya .?" tanya lintang langsung
" tadi saya melihat istri tuan di kantin " jawab wanita itu
Lintang langsung ke kantin, namun nihil kantin sudah sepi
Wanita penjaga makanan langsung salah tingkah ketika Lintang datang ke kantin " Tuan.. maafkan saya "
Lintang mengerutkan kening nya.
" saya salah tuan, mohon maaf jangan pecat saya "