
Setelan kepulangan orang_orang tinggal lah Yuli,mentari,adik Yuli, lintang dan juga Richard. mereka berencana akan menginap di rumah Yuli agar Yuli tidak merasa kesepian
Mentari di dapur sedang menyiapkan makan malam " Sayang "
" Iyah by " Mentari menoleh kearah sang suami
" Kamu sedang apa di sini.? " ucap Lintang
" Aku sedang memasak by buat makan malam kita "
Lintang membuang napas berat " kalo begitu sini biar aku bantu "
" Emang Haby bisa memasak.?" Tanya Mentari tidak percaya
" Kamu meremehkan aku sayang " Lintang langsung mengambil alih pisau yang sedang di pegang oleh mentari, bahkan lintang ternyata lebih lihai dari pada mentari
" Wah by kamu hebat " Puji mentari
Lintang tersenyum bangga mendengar pujian dari mentari " Ayo kita siapkan di meja makan " Setelah siap di meja makan, mentari langsung memanggil Orang yang ada di rumah buat makan malam
" Benarkah ini masakan Mu .?" Tanya Richard kepada Lintang, Richard tidak percaya bahwa lintang ahli dalam memasak malah masakan nya sangat nikmat
" Suami siapa dulu dong " Ucap mentari melihat kearah sang suami
Acra makam malam di serta dengan canda tawa yang di keluarkan oleh Richard dan juga mentari, walaupun mereka gelak tawa tapi jauh dari lubuk hati Yuli yang merindukan sang ibu " Aku duluan ya " pamit Yuli, Yuli langsung berdiri dari tempat duduk nya lalu pergi ke kamar nya
Richard yang melihat itu, ia langsung menyusul Yuli kedalam kamar Yuli, Richard melihat Yuli yang sedang duduk dengan menekuk kedua kaki nya " Sayang " Panggil Richard
Yuli segera menghapus air mata nya " Iyah "
Richard duduk di samping Yuli, lalu merengkuh tubuh Yuli " Hiks..." akhirnya tangis Yuli pun pecah di pelukan sang calon suami, Richard mengelus bahu Yuli dengan lembut, Richard tidak mengeluarkan suara ketika Yuli sedang terisak menangis " Aku rindu ibu hiks.."
" ibu sudah tenang di sana, jika kamu terus menangisi ibu, bagai mana ibu bisa bahagia di atas sana, Kamu pasti ingin ibu bahagia bukan " Ucap Richard, Yuli langsung menganggukkan kepal nya " Maka dari itu, Jangan sedih terus, Ibu tidak akan bisa bahagia jika anak_anak nya di sini masih menangisi nya, sedih boleh tapi jangan berlebihan "
Yuli langsung menatap Richard " Ini yang terakhir aku menangis selanjutnya aku tidak akan menangis lagi, aku ingin ibu bahagia di atas sana "
" Gitu dong, baru ini pacar bule " Ucap Richard " Sekarang kamu istirahat lah, pasti lelah setelah seharian mengurus ibu "
" Tapi kamu jangan meninggalkan aku " Ucap Yuli menahan tangan Richard
" Iyah aku tidak akan meninggalkan kamu " Richard kemabli duduk di samping Yuli yang sudah terbaring di atas tempat tidur
Di luar kamar, Mentari dan lintang ijin pulang keruang mentari " dek, kakak pulang dulu ya, jika kak Yuli nanyain kakak bilang saja kakak pulang ke rumah ibu kakak " Ucap mentari
" Iyah kak"
Setelah berpamitan Mentari Dan lintang langsung menuju rumah Mematri yang lama " masuk by "
Lintang langsung masuk dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Untung rumah mentari selalu ada yang membersihkan jadi ketika mentari pulang ruang selalu bersih
Mematri langsung menyusul Lintang di atas tempat tidur, dan membaringkan tubuhnya di dekat lintang " By, aku tidur duluan ya, mata ku dan Dede bayi sudah mengantuk "
" baik sayang, anak papah sudah ngantuk ya, Terimakasih sayang sudah menjadi anak papah yang baik hari ini " Lintang mengusap dan mencium perut sang istri
Rafa pun memeluk sang istri dengan tangan yang melingkar di perut sang istri
~ Pagi hari di rumah Yuli
Yuli terbangun dari tidur nya ia melihat ada Richard yang sedang tidur di samping nya " Terimakasih kamu ada di saat aku sedang membutuhkan seseorang " Ucap Yuli mengelus pipi Richard, lalu Yuli turun dari tempat tidur
Yuli keluar dari kamar ia melihat sang adik yang sedang duduk di meja makan " kenapa dek.?"
" Apa aku boleh bolos sekolah kak, aku.."
" Denger dek, walaupun ibu sudah tidak ada bersama kita, tapi kita tetap harus semangat, inget di sini masih ada kakak yang akan selalu menjaga Adek, sekarang Adek pergi mandi dan pergi ke sekolah, Buat ibu bangga di atas sana " Ucap Yuli mengelus rambut sang adik
" Iyah kak "
Yuli melihat kepergian sang adik kedalam kamar, Yuli langsung membuatkan sarpan untuk dirinya Richard Dan juga sang adik, Yuli harus kuat demi adik nya, ia juga akan mulai aktivitas agar tidak selalu sedih
Richard terbangun dari tidur nya, Richard kaget karena tidak melihat Yuli di samping nya, Richard langsung keluar ia bisa bernapas lega karena Yuli ada di dapur " sayang kamu sedang apa.?" tanya Richard
" Aku sedang membuatkan sarpan untuk kita " Jawab Yuli " Duduk lah, nanti kalo sudah selesai aku bawa ke sana"
" Baik lah sayang, aku mau cuci muka dulu " Pamit Richard, Richard bisa bernapas lega karena Yuli sudah bersikap seperti biasa lagi
~Di rumah Mentari
Mentari bangun dari tidur nya namun sudah tidak menemukan Lintang " kenapa suamiku " mentari langsung keluar kamar ia melihat dari jendela kali lintang sedang belanja sayur dari pedagang keliling
" Wah tampan sekali ya "
" Mau gak jika jadi calon anak ibu.?"
" Mending bersama anak saya saja, anak saya baru jadi perawat loh "
Tidak ada jawaban dari lintang ia malah fokus dengan belanjaan nya, bagai mana ibu_ibu itu tidak mendekati Lintang, lintang keluar rumah hanya menggunakan celananya saja tidak memai kaos atasan
" hanyy!!!" teriak Gea di depan pintu dengan tangan sudah di pinggang " masuk !"
Lintang yang sudah membayar langsung pergi menghampiri sang istri " Maaf sayang aku hanya berbelanja saja
" masuk!" Mentari menatap ibu_ibu yang masih setia melihat kepergian lintang " dia suami saya, Ayah dari calon sanak saya, jika ada yang berani menganggu nya maka lewati saya dulu " Setelah berucap mentari langsung pergi masuk dalam rumah
Sedangkan ibu_ibu itu masih berbisik " Meni takut ya jika mentari sudah marah "
" Iyah saya juga baru tau jika mentari bisa marah "
" Lagian ibu_ibu ini iseng sekali ganggu suami orang untuk di jodohkan dengan anak_anak nya, apa ibu_ibu tidak berfikir bagai maja jika yang sedang di goda itu suami ibu_ibu sendiri " Ucap si mamang penjual sayur
" wah kalo suami saya yang di goda, sudah saya bejak_bejak tu si wanita "
" apa lagi aku, sudha aku gunduli tu rambut waita nya "
" ibu_ibu saja lebih galak dari pada si neng mentari"