
Karena cuaca Malam ini sangat dingin Richard dan Lintang membuat Api unggun kecil di belakang rumah Untuk menghangatkan Tubuh mereka, Tidak lupa Ibu juga menyiapkan makanan seafood untuk makan malam
" Bagai Mana rumah tangga mu.?" tanya Richard kepada Lintang
" Seperti yang kamu lihat, Rumah tanggaku baik-baik saja bahkan sangat baik " jawab Lintang
" Sukur deh kalo, Gitu " Balas Richard " Kita sudah lama Tidak menjenguk Makam paman " Richard tiba-tiba teringat dengan mendiang Ayah Lintang
" Kamu benar, Terakhir aku ke sana sebelum Istriku melahirkan " Waktu itu Lintang dan Mentari sering menjenguk Makam mendiang Ayah Lintang namun ketika Lintang pergi ke Korea sampai sekarang mereka belum Ke makan lagi.
" Nanti sepulang dari sini, Kita mampir dulu ya ke sana " Ajak Richard " Aku sudah lama sekali tidak ke sana "
Lintang menganggukkan kepalanya " Boleh "
Lintang dan Richard mereka Saling bercerita sambil menghangatkan tubuh mereka di dekat api unggun yang mereka Buat, Ternyata Lintang dan Richard sudah lama sekali tidak saling Ngobrol soal pribadi karena di sibukkan dengan pekerjaan dan juga Rumah tangga mereka masing-masing
" Oh iya, apa kamu tau, Jika Yuli sekarang menjadi TKI?" tanya Lintang
Richard mengangguk " Iya, aku tau " Jawab nya jujur " Waktu itu, sebelum dia pergi, Yuli ada mengabari ku jika dirinya akan pergi menjadi TKI "
" Oh, Mungkin karena dia merasa sudah tidak punya siapa-siapa lagi makanya dia nekat untuk pergi menjadi TKi " Ucap Lintang
" bisa jadi, Waktu itu aku tidak terlalu banyak bertanya karena aku takut di berpikiran yang tidak-tidak, lagian aku sudah punya Rilis jadi buat apa aku banyak bertanya tentang dirinya " Ucap Richard. Richard tidak ingin Mengenang masa lalu nya apa lagi dengan menanya-nanya tentang Yuli, Semenjak menikah dengan Rilis, Richard sudah tidak terlalu memikirkan Yuli bahkan sudah jarang menanyakan Yuli ke anak buah nya, selama Yuli baik-baik saja Richard tidak masalah.
Lintang menepuk pundak Richard dengan pelan " Lupakan masa lalu, dan buka lembaran baru apa lagi saat ini istrimu sedang hamil, bahagia kan mereka tanpa harus mengingat masa lalu." Ucap Lintang. Ucapan mereka terganti ketika Melihat Mentari yang berjalan ke arah Lintang dan Juga Richard
Mentari duduk mendekati sang suami untuk mengajak nya makan malam " Ayo kita makan dulu, Ibu sudah menyiapkannya " Ucap Mentari
" Iya, Sayang " Jawab Lintang kepada Sang istri
Richard dan Lintang langsung masuk kalam rumah untuk Menyantap makan malam " Wah ini Ibu yang masak.?" tanya Richard
"Iyah, di bantu sama Nak Mentari dan Juga Rilis " balas Ibu, Ayo silahkan di nikmati " ucap Ibu
" Terimakasih Bu " Jawab Lintang, menyantap makanan nya
Mentari yang sedang menggendong Putra nya agak kesusahan Untuk makan " sini biar aku bantu sayang " Mentari tersenyum lalu mengangguk
Dengan telaten Lintang membukakan cangkang kepiting untuk sang istri " Hati-hati by, nanti kena tangan "
" Iyah sayang " jawab Lintang
Rilis dan Richard saling pandang melihat Lintang yang sangat pengertian kepada Mentari, Beda hal nya dengan Ibu yang menurut Ibu itu hal yang wajar karena Mentari sedang menggendong Lintar " Raja singa benar-benar sudah berubah " bisik Richard kepada Rilis
" Iyah, yank, Tuan Lintang benar-benar seperti Kucing Anggora sekarang " balas Rilis
Richard tersenyum, Cinta memang bisa merubah segala nya termasuk Lintang Yang awalnya seperti singa kini sudah menjadi Kucing anggora yang sangat manis, Siapa saja akan merasa heran melihat Perubahan Lintang
Richard bahagia melihat sahabat nya itu menemukan pasangan hidup nya, Memiliki Istri yang cantik dan anak yang tampan, Mereka benar-benar keluarga yang sempurna.
" Sudah By " ucap Mentari karena perutnya sudah mulai kenyang
" Baik lah " Lintang melanjutkan makan nya.
" By, aku ke kamar duluan ya, sepertinya putra kita sudah haus dan ingin tidur " ucap Mentari
" Iyah sayang " jawab Lintang
" Ibu, kak Richard dan mbak Rilis aku pamit duluan ya, Putra ku seperti nya sudah ngantuk " pamit Mentari
" Iyah nak " jawab Ibu
" Iyah Ibu"
Setelah kepergian Ibu dan juga Mentari Tinggallah Richard lintang dan Rilis, Mereka mengobrol seperti biasa, Richard dan Lintang meneguk minuman nya, sedang kan Rilis dengan anteng nya memakan kepiting buatan Ibu sampai tersapu bersih " Yank, kamu bener- benar menghabiskan nya.? " tanya Richard
" Habis ini enak " jawab Rilis
Richard menggelengkan kepalanya, Richard tidak habis pikir kepada sang istri yang menghabiskan makanan nya sendirian.
Lintang masalah biasa saja ketika melihat Rilis makan banyak karena dulu ketika Ketika Mentri hamil malah lebih nyak dari pada Rilis " Itu tidak seberapa dari pada Istriku dulu " ucap Lintang
" Benarkah.? " Tanya Richard
Lintang menganggukkan kepalanya " Iya, bahkan Istriku akan menghabiskan Satu meja penuh " Lanjut Lintang, Kepala Lintang sudah mulai pusing mungkin karena efek minuman yang Ia minum bersama Richard
Richard melongo mendengar ucapan Lintang, untung Lintang orang kaya tidak akan merasa kehabisan uang ketika sedang Mengajak Istrinya Makan di luar " Hebat " Puji Richard
" Aku ke kamar dulu, Mau liat anak dan istriku " ucap Lintang lalu pergi ke kamar, Lintang berjalan dengan sempoyongan Menahan kepala yang mulai berat.
Di kamar, Lintang melihat anak dan istrinya yang sudah tertidur lelap, Lintang Berjalan dan menaiki tempat tidur, Lintang memeluk dan langsung terlelap tidur.
~ Pagi hari
Seperti biasa Mentari bangun tidur langsung cuci muka, Mentari melihat Anak dan suaminya yang masih terlelap tidur mungkin karena Cuaca yang dingin membuat Kedua pria nya itu masih betah di bawah selimut
Mentari keluar kamar, Mentari melihat Ibu yang sedang duduk di depan rumah dengan secangkir teh hangat " Ibu sedang apa.?" Tanya Mentari
" Eh, Nak mentari sudah bangun" ucap Ibu menaruh gelas yang baru di minum nya
" Iyah Bu " jawab Mentari sambil membenarkan Jaket nya karena cuaca di kampung Ibu sedang dingin
" Bagai mana tidur nya, Nyenyak.?"
" Lumayan Bu" jawab Mentari
Ibu tersenyum " Ibu lagi nunggu tukang sayur lewat, biasanya si mang sayur Jam segini sudah lewat " Ucap Ibu
" Oh, Kenapa kita tidak ke pasar aja Bu.?"
" Pasar di sini jauh Nak " jawab ibu, rumah ibu ke pasar bisa membuang waktu satu jam, jadi Ibu lebih baik nunggu yang lewat dari pada harus ke pasar
" ceu, Nuju naon.?" Tanya tetangga Ibu rilis
( Ceu, lagi apa.? )
" Eh, ceceu, Nuju ngantosan mang sayur ceu " Jawa Ibu ramah
( Eh, ceceu, Lagi nunggu mang sayur Ceu )
" Oh si mang sayur "
( Oh si mang sayur )
" Muhun "
( Iya )
" Ari eta Saha ceu, meni gelis bening " tanya Tetangga Ibu " Masih gadis, Kalo masih gadis Buat anak saya aja ceu "
( Itu siapa Ceu, Meni cantik bening )( Masih gadis, Kalo masih gadis Buat anak saya aja ceu)