
Hari mulai malam Mentari. Lintang.yuli dan Richard sedang berjalan untuk pulang ke Villa " Tar aku mau ngomong sesuatu sama kamu " Ucap Yuli dengan wajah yang sumringah
" Ngomong apa.?"
" Tapi gak di sini " jawab Yuli
" Ngomong apa di sini aja tidak apa-apa " ucap Mentari " Ya kan kak " Mentari melirik ke arah Lintang. Lintang pun menganggukkan kepalanya
" Tapi..." Yuli melirik ke arah lintang dan Juga Richard
" Apa sih jangan bikin aku penasaran "
" Aku di tembak sama Andi " Seru Ayu senang
" Hah!! benar.? " jawab Mentari " Lalu.lalu kamu jawab apa.?" Mentari menggoyang_goyangkan tangan Yuli karena ikut senang
Sedangkan Richard wajah nya sudah mulai Pucat pasi karena kesal. Entah karena Yuli di tembak atau entah kenapa
" Ya mati lah kalo di tembak " Ucap Richard ikut menimpali
" Ini bukan di tembak Dor dor dor gitu " Kesal Yuli
" Sudah jangan di dengarkan. Jadi kamu sudah jawab apa belum.? " Tanya Mentari
Mentari Mata nya memberi kode kepada Yuli agar melihat ke arah Richard " Eum.. ada deh. kamu tidak perlu tau "
" Is sebel. ngapain kamu cerita kalo gak mau ngasih tau " cabik Mentari kesal dan melepaskan tangan Yuli
" itu rahasia. Yang penting aku nyaman dan Andi juga orang nya baik. perhatian lagi "
" Sebaik apa sih laki-laki itu sampai-sampai muka mu merona seperti itu " ucap Richard dengan nada sedikit marah
" Kenapa kamu seperti marah " tanya Yuli heran
Sedangkan Lintang tidak ikut bicara dia hanya diam dan mendengarkan saja. apa lagi soal laki_laki lain ia tidak ingin tau. " Sudah kalian berisik sekali. mending kalian segera pergi ke kamar kalian agar kita langsung bersiap untuk pesta BBQ " Seru Lintang. ia langsung membawa Mentari kedalam kamar. sedangkan Yuli dan Richard hanya bisa saling pandang melihat Lintang dan Mentari
Waktu pun sudah menunjukan jam delapan malam. Richard dan Yuli sudah bersiap untuk BBQ bersama para pegawai yang lain nya " ko Tari belum datang ya " gumam Yuli
" Mungkin masih ngelonin hahah.. " Yuli langsung menatap tajam Richard
" eh aku ke sana dulu ya. mau ngasih sambutan " Richard segera pergi karena ia yakin kalo Yuli akan memarahinya
" Menyebabkan" grutu Yuli. ia mengambil air minum yang di sediakan di sana
" Eh tau gak kalau si bos membawa pasangan nya "
" Benar kah.? Aku pikir itu hanya Hoax "
" Benar. Bahkan si bos enggak melepaskan Rangkulan tangan nya dari pinggang tu cewek "
" Pasti cantik tu cewek si bos "
" Alah paling cantik karena oplos " Yuli yang tidak sengaja mendengarkan pembicaraan Para cewek itu langsung melotot " Cantik juga gue yang asli tanpa oplos "
" Aduh.. " keluh si wanita itu
" Eh maaf gue gak sengaja " Ucap Yuli yang habis menyenggol wanita sombong itu " Makanya jadi orang jangan ke pedean " gerutu Yuli
" Is siapa sih tuh cewek. nyebelin banget " keluh wanita itu
" Sudah lah. kan dia sudah minta maaf. mending kita ke depan Tu pak Tuan Richard sedang di depan untuk pembukaan " Akhirnya mereka pun maju ke depan untuk mendengarkan sambutan pembukaan
" Wah cantik sekali " seru para wanita dan laki_laki