Boss Love

Boss Love
Tidak mengerti



Di dalam rumah mentari sudah menunjukan wajah galak nya kepada lintang namun ternyata lintang malah asik dengan masakan nya " By " panggil Mentari sambil melipat kedua tangan nya di dada


" Ada apa sayang, Ini masakan nya Sebentar lagi jadi " ucap Lintang


Mentari memutarkan kedua bola matanya " Apa Haby tidak ada yang mau di omongin sama aku.? "


Lintang mengerutkan kening nya " Tidak ada sayang " jawab lintang


" yakin"


" Iyah, memangnya apa.?" Tanya nya


" Tadi maksud nya apa Haby keluar rumah tidak memakai pakaian dan mau_mau nya di goda oleh ibu_ibu itu .?" Tanya mentari kesal


Lintang tersenyum " Apa kamu cemburu.?" Goda lintang


" Tau ah " kesal mentari,lalu meninggal lintang di dapur, lintang terkekeh melihat sikap mentari


Setelah usai menyiapkan makanan untuk sang istri Lintang langsung mencari keberadaan Mentari, Kearah kamar dan juga keluar namun lintang tidak melihat keberadaan sang istri, akhirnya lintang ke samping rumah


" Sayang " panggil lintang yang melihat sang istri lagi Melihat Yang sedang menyetrika " Iyah by " Jawab mentari


Tanpa aba-aba Lintang membawa mentari kedalam rumah, lalu menaruh mentari di atas sopa " ngapain di sana.?"


" Aku hanya ingin melihat mereka aja by "


" kamu tau di sana sangat berbahaya untuk ibu hamil, bagai mana jika ada sabun atau pewangi pakaian yang terjatuh "


Mentari menatap lintang lalu mengedip_ngedipakan Mata nya " by, aku di sana baik_baik saja, kamu terlalu jauh mikirnya "


" tetap aja aku khawatir dengan mu dan juga anak kita " ucap Lintang yang tidak ingin terjadi apa-apa kepada anak dan juga istrinya


Mematri langsung menunduk ia tidak menyangka jika lintang akan memarahinya " Huuaaaaa Haby jahat huuuaaaa" Tiba_tiba mentari menangis


" Sayang kenapa kamu malah menangis.?" Lintang langsung mendekat kearah sang istri


" Kamu jahat by, kamu memarahi aku hiks."


Lintang mengucek rambut nya sendiri " Cup cup cup, istri aku tidak boleh nangis nanti dedenya juga ikut menangis, mending sekarang kita sarapan biar dedenya kuat "


Mentari langsung terdiam, mentari mengangguk, lalu ikut ke meja makan untuk sarapan yang sudah telat


Lintang mulai pusing dengan tingkah sang istri yang mood nya Ganti_ganti, namun sebisa mungkin lintang bersabar dan mengalah kepada sang istri


Mentari dan lintang sedang menikmati sarapan nya, mentari sangat lahap apa bahkan Samapi menambah nasi, Lintang menelan ludah nya sendri melihat napsu makan sang istri


" Enak banget by makanan nya " Puji mentari " Kamu memang paling top deh kalo soal makanan " Ucap Mentari sambil mengacungkan jempolnya


" maka habiskan lah sayang " kata Lintang yang sudah menaruh sendok nya di atas piring


~ Rumah Yuli


Setelah kepergian Adik Yuli, Yuli langsung membereskan barang-barang kepunyaan sang ibu, pakaian ibu akan di berikan kepada yang membutuhkan sedangkan barang_barang yang Akan Yuli simpan untuk di jadikan kenangan " Sin biar aku bantu " Ucap Richard di ambang pintu


Yuli mengangguk " Terimakasih ya "


" Sama_sama, kamu dan adik mu sudah menjadi tanggung jawab ku, apa lagi sebentar lagi kita akan menikah "


Wajah Yuli tiba_tiba mendung ia merasa sedih, di hari pernikahan nya nanti tidak akan ada sang ibu yang menjadi saksi, Richard mendekat kearah Yuli, ia memeluk Yuli " Sudah jangan menangis lagi, aku tidak suka melihat air mata mu" Ucap Richard " Kamu sudah berjanji tidak akan menangis lagi "


" Iyah maafkan Aku " ucap Yuli, Richard menghapus air mata Yuli yang sudah membasahi wajah cantik Yuli


" Tersenyum dong " Goda Richard, Yuli pun tersenyum karena Richard terus menggoda Yuli


Yuli bersyukur mempunyai Richard di sisinya, laki-laki yang baru hadir di sisinya namun mampu membuat dirinya nayaman jika berada di dekat nya.


~ Rumah Mentari.


" by.."


" Iyan sayang "


Mentari berpose begitu menggoda " Apa haby tidak ingin tidur di samping ku.?" Ajak Mentari


Lintang menoleh kearah sang istri yang sangat menggoda " Sayang jangan menggodaku, Ini masih siang matahari sudah di atas langit "


" lalu kenapa jika matahari sudah di atas.? Yasudah kalo tidak mau aku juga tidak akan memaksa " Jawab Mentari membenarkan pakaian " Sayang, papah nya sedang sibuk jadi tidak ingin nengok kamu sayang " Ucap mentari mengelus perut buncit nya


Lintang langsung berjalan kearah sang istri sambil membuka kaos dan Cel_na nya, membuat Mentari menggigit bi_r bawah nya " Aw Haby " Lintang menggigit telinga sang istri


" Aaaahhhhh...." Mentari meremas rambut sang suami " Ha..by "


" nikmati sayang " Lintang bermain di bawah sana dengan lid_hnya membuat mentari


Mentari mend_h tidak karuan bahkan Mentri mencengkram seprei karena ulah sang suami yang terus bermain di bawah sana dengan lid_h nya " Aaahhh by a..ku mau tumpah " Lirih Mentari


" maka tumpahkan lah sayang biar aku yang membersihkan nya " Ucap Lintang


"Aaaaahhhhh.... By " Mentari meng_m kenik_tan


Setelah membersihkan banjiran, lintang langsung mengarahkan si Joni kearah rumah nya, Si Joni menari_nari di dalam rumah nya


Kedua insan ini mereka sangat menikmati pergerakan dan ga_h yang mereka buat, Apa lagi lintang sangat jago dalam ranj_g


" Uuhhhh sayang "


" Aaaahhhh... "


" By..." Lirih mentari Dengan di susul oleh Lintang yang mencapai puncak


" Halo anak papah maafkan papah ya yang sudah menyirami mu, sekarang kamu anteng ya di dalam Sanah, biarkan mamah dan papah istirahat " Lintang mengelus dan mencium perut Mentari


" Sekarang istirahat lah sayang " Kemudian lintang mencium kening sang istri lalu memeluk nya agar sang istri merasa nyaman


Sore hari lintang terbangun karena mendengar gedoran dari pintu luar," Siapa sih ganggu saja " Grutu lintang lalu membuka pintu dengan mata yang masih belum sepenuhnya sadar


Ceklek


" Ada apa.?" tanya lintang


Richard langsung masuk dan duduk di sopa, Lintang memutarkan kedua bola mata nya kesal " Ada apa.? kamu sudah mengganggu tidur ku " keluh lintang


" Aku mau meminta libur dua hari "


" What's!" kaget lintang


" Aku mau mengajak Yuli dan juga adik nya untuk berlibur, kamu tau sendiri kan dia sedang sedih jadi aku ingin menghibur nya dengan mengajak jalan-jalan "


" Terserah kamu saja lah, tapi hanya dua hari, Kalo lebih dari dua hari jangan harap kamu bisa masuk ke kantor lagi " Ancam Lintang


" Yang di butuhkan Yuli itu bukan jalan_jalan " Ucap mentari yang baru keluar kamar


Lintang dan Richard langsung melirik kearah Mentari " Lalu.?"


" cukup kita berada di sisinya dan selalu menghibur nya, kalo kakak mengajak Yuli dan adik nya berlibur mereka tidak akan mau " ucap Mentari " Nanti anggapan Yuli dan adik nya seperti mereka sedang merayakan kepergian ibu " Jelas mentari


Richard tidak berfikir sejauh itu " Aku tidak berfikir sejauh itu, untung kamu mengingatkan aku "


" Karena liburan nya tidak jadi maka kamu pun tidak boleh libur, hari ini sudah libur jadi besok harus masuk kerja "


" iya iya.. "