
Yuli yang mendapatkan bentakan ia langsung masuk kedalam kamar nya, Sedangkan Richard memandang rendah adik nya Yuli " Kau memang bagus jika menjadi pemain Film, Dan patut di berikan penghargaan " Ucap Richard dengan sinis
Yuni ingin meraih tangan Richard namun keburu Richard meninggalkan Yuni begitu saja di dapur, Yuni mengepalkan kedua tangan nya di satu sisi ia berhasil membuat kakak nya bertengkar dengan sahabat nya " rencana ku berhasil, dan sekarang aku harus mengurus kakak ku agar ia bertengkar hebat dengan kak Yuli " Gumam Yuni tertawa sinis
Richard membuka Pintu kamar. Richard melihat Yuli yang sedang di depan meja rias " apa kamu sudah paus bermain_main.? Diaman Yuli yang aku kenal.? " Tanya Richard
Namun Yuli malah pergi meninggalkan Richard yang masih berdiri di dekat kaca rias, Yuli membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur tanpa mendengarkan ucapan Richard
" Aku baru tau sekarang ternyata kamu tidak jauh beda dengan Yuni adikmu " Ucap Richard langsung meninggalkan kamar nya
Belum satu Minggu mereka menikah tapi sudah di tepa ujian, pernikahan yang baru seumur jagung harus retak karena ulah adik nya sendiri
Bukan ini yang yuli mau. Yuli hanya ingin menjaga adiknya, membela Yuli walaupun Yuli salah, Yang di miliki Yuli saat ini hanya sang adik
Richard pergi ke apartemen nya, Richard meminum minuman yang sudah tersedia di kamar, Richard tidak menyangka jika rumah tangga yang baru saja ia mulai malah sudah merusak hubungan nya dengan Lintang.
" Kau tidak tau jika adikmu itu ular berkepala dua, Yang kau tau hanyalah Adikmu yang manis, tapi kau tidak tau bagai mana sikap adikmu di luar sana " Ucap Richard meminum minuman nya
" hati mu sudah buta akan adikmu, mau bagai mana pun kebenaran nya pasti kau akan tetap membela nya, Benar kata mu tadi kau hanya memiliki adikmu sehingga kau tidak melihat ada aku di samping mu " Racau Richard tidak karuan
" apa aku telah gagal memilih seorang istri.? apa aku telah salah menilai dirinya.? dan apa salah jika aku ingin di anggap ada juga "
Hati Richard hancur sehancur_hancur nya ketika mendengar Ucapan Yuli yang tidak melihat dirinya Yang akan selalu ada untuk nya. Apa Richard hanya di anggap angin lalu atau hanya tempat di mana Yuli sedang sedih baru Yuli bisa melihat jika ada Richard di sisinya, Entah lah itu semua masih bayangan.
~Di rumah Richard
Yuli duduk dan menyenderkan tubuhnya ia melihat jam, namun Richard belum pulang juga padahal jam sudah menunjukan jam Dua pagi " Kemana pergi nya " Gumam Yuli " Apa aku hubungi mentari.? ah tidak mungkin aku harus menelpon nya apa lagi tadi aku sudah keterlaluan sekali kepadanya " Ucap Yuli. Yuli turun dari tempat tidur nya ia terus melihat jam dan ke arah balkon namun nihil Richard tak kunjung datang
Yuli merasa bersalah karena ia sudah mendiami Dirinya, Tapi ego Yuli selalu menepis jika dirinya lah yang sudah membuat keributan itu, Yuli masih bersih kekeh Kalo sikap mentari dan lintang lah yang sudah keterlaluan, karena memperlakukan adiknya seperti orang lain, kakak mana yang tidak sakit hati jika Adiknya tidak di anggap malah di anggap sebagai orang lain
~ pagi hari di rumah lintang
Pagi ini mentari bangun lebih awal ia ingin membuatkan sarpan untuk sang suami, karena mentari sudah lama tidak membuatkan sarapan untuk sang suami
Namun pagi yang damai di ruang Lintang berubah menjadi panas karena Yuli yang menerobos masuk mencari keberadaan suaminya yang tidak pulang semalaman
Brak..
Yuli Telah melemparkan Pot bunga ke sembarang arah sambil berteriak memanggil sang suami
Mentari yang mendengar ada ke gaduhan ia langsung berjalan ke arah suara dengan santai nya, Kening mentari mengkerut ketika melihat banyak nya kekacauan di ruang tamu " apa yang sudah kau lakukan di rumah ku hah.!" Bentak Mentari
Yuli langsung melihat mentari " Diaman suamiku.?"
" Kau itu aneh, kau istrinya tapi kau tidak mengetahui dimana suamimu.? dan apa urusan nya dia datang kemari setelah kau menampar ku semalam " kesal mentari
" Di mana suamiku.?"
" Mana aku tau, apa urusan nya dengan ku" kesal Lintang. Lintang yang sedang tidur merasa terganggu karena mendengar suara kegaduhan di bawah, ketika ia melihat ternyata benar saja ada keributan " kau istrinya dan kalian satu rumah seharusnya kau yang lebih tau, buakan malah membuat ke gaduhan ini semua " Kesal Lintang
" karena kamu sudah memecahkan guci dan juga pot bunga milikku maka aku akan meminta rugi kepadamu " Ucap tegas Mentari " keluar sekarang juga, dan tunggu tagihan guci yang sudah kau hancurkan "
" Kau!" Yuli langsung keluar dari rumah itu dengan kesal tiada Tara
Mentari bernapas lega setelah kepergian Yuli " sayang " Lintang langsung memeluk sang istri
" Yang semalam saja aku masih merasakan sakit by, dan sekarang ketika aku ingin melupakan nya, dia malah datang ke mari sambil marah_marah" keluh mentari
" yang sabar ya sayang " Ucap lintang " jika Yuli mencari Richard berarti semalam Richard tidak ada di rumah nya "
Mentari melepaskan pelukan nya lalu menatap sang suami " Lalu dimana kak Richard "
" Paling juga di apartemen nya " jawab Lintang
" Sudah ayo, bukan nya tadi istri cantikku ini membuatkan sarpan untuk suaminya.?" Mentari membawa Lintang ke meja makan, walaupun mood nya sedang turun tapi mentari masih menemani sang suami untuk sarapan
~ Di apartemen
Richard batu bangun dari tidur nya setelah ia menghabiskan satu botol Minuman " Uh kepalaku sakit sekali " keluh Richard memegangi Kepala yang sakit
" Minum dulu "
Richard menoleh " Lintang " Gumam Richard
" minum lah, tadi sebelum aku ke sini aku mampir di apotek dulu untuk membelikan pereda pusing "
Richard mengambil botol yang di berikan oleh Lintang " Kenapa kamu tau aku ada di sini.?"
" Istrimu mengamuk di rumah ku Samapi memecahkan guci dan juga pot bunga " Lintang terkekeh " Dan asal kau tau istriku bukan nya marah, ia malah mengancam akan meminta ganti rugi atas kerusakan yang telah di buat oleh istrimu "
Richard tersenyum " Maafkan kelakuan nya "
" kenapa kamu pergi dari rumah, dengan kabur masalah tidak akan selesai " ucap Lintang
" Aku merasa bersalah kepadamu dan juga istrimu " Ucap Richard " Aku sangat malu, maafkan aku yang tidak bisa mendidik Istriku "
" sudah lah, jangan di pikirkan, Selesaikan masalah mu dengan istrimu, sebelum istrimu mengacaukan rumah ku lagi dan tagihan Pun akan semakin banyak kepadamu " Kedua nya terkekeh