
Sesuai rencana sehabis dari dokter, Lintang dan mentari langsung ke Busan sesuai permintaan bumil, Lintang hanya akan menurut saja.
Mereka menikmati makanan dan tidak lupa untuk berselfi ria, apa lagi seorang wanita tidak mungkin tidak Selfi apa lagi jika tempat nya sangat mendukung untuk Selfi.
Menikmati suasana Korea adalah impian setiap Wanita, apa lagi jika mereka sedang beruntung bisa bertemu dengan idola mereka pasti akan sangat menyenangkan bukan. Namun beda hal nya dengan Mentari ia tidak perlu mencari diman tempat syuting Para artis drama Korea agar bisa bertemu dengan para artis. Mentari tinggal meminta kepada sang suami untuk di pertemuan dengan idola nya, seperti saat ini ketika mereka sudah puas bermain di Busan, Mentari meminta sang suami untuk mengudang Jungkook dan teman_teman nya agar bernyanyi di hadapan nya " By.." Rengek Mentari seperti anak kecil
" Tidak! Sekali tidak tetap tidak " ucap tegas Lintang
" Hhhuuuuaaaa.. Haby jahat sama aku dan anak kita, ini kan kemauan anak kita " Mentari menangis sambil mengelus perut buncit nya.
Lintang langsung menggendong sang istri ke dalam kamar dan membaringkan nya " Aku tidak ingin kamu mengagumi laki_laki lain selain suamimu sendiri " Ucap nya
" Tapi anak kita menginginkan nya by " Jawab Mentari tidak ingin kalah
Lintang menarik rambut nya frustasi karena Mentari selalu menggunakan Anak nya jika menginginkan sesuatu " Ok ok baik lah nanti. akan aku coba untuk menghubungi manajemen nya " Ucap Lintang akhirnya
Wajah Mentari seketika sumringah kembali. Mentari langsung duduk dan mengedip_ngedipakan mata nya kepada sang suami. membuat sang suami tidak tahan dengan kelakuan sang istri " Kamu memang paling bisa sayang " Lintang langsung mendekat kearah sang istri lalu melu_t bi_r manis sang istri dengan lembut, Bahakan bukan hanya lum_tan yang di lakukan oleh Lintang melainkan hal yang lain nya juga.
Mereka malam ini menikmati malam dengan berolahraga, Tidak akan ada yang mengganggu nya karena mereka hanya berdua, Suara decitan tempat tidur mulai terdengar, erang_n demi era_gan pun mulai terasa, keringat yang sudah bercucuran membuat Mentari semakin bersemangat untuk menuntaskan aksi panas mereka
~ Di kantor
Richard yang baru selesai Meeting Harus di pertemuan dengan Yuli yang sudah duduk manis di sopa " Mau apa kamu ke mari.?" Tanya Richard langsung
Yuli berdiri dan menghampiri lelaki yang masih berstatus sebagi suaminya, Yuli berjalan dan mencium aroma tubuh Richard dengan penuh gai_h, Yuli meraba Si Jono dengan halus di luar kain itu " Aku merindukan mu suami bule ku " ucap Yuli yang ingin langsung melu_t bi_r sang suami.
Richard pun tergoda dengan sentuhan yang di berikan Yuli. Mereka saling melu_t satu sama lain bahkan yuli dengan lihai nya Lid_ menari_nari di dalam sana, Richard mulai meraba Buah semangka yang selama ini haram untuk ia sentuh namun kali ini Richard tidak segan menggigit semangka Yuli sehingga Yuli Berteriak gemas " Aaahhhh..."
Suara des_n Yuli menyadarkan alam sadar Richard. Richard langsung menghentikan aksinya, tiba-tiba Richard teringan dengan rilis " Maaf aku tidak bisa " Tolak Richard menghentikan aksinya dan membenarkan pakaian miliknya
" Apa maksud mu tidak bisa.? Kini ini suami istri.! " Ucap Yuli kesal karena ia akan mencapai puncak namun Richard menghentikan nya
" Aku sudah bilang padamu kalo aku sudah tidak ada rasa cinta lagi kepadamu, aku mempertahankan mu karena aku merasa bertanggung jawab atas ucapan ku kepada mendiang ibu mu " Jawab Richard
Pintu ruangan Richard terbuka sontak saja kedua nya melihat ke arah pintu " eh maaf " Ucap rilis yang mau memberikan Berkas kepada Richard namun langkah nya terhenti karena melihat Yuli yang belum mengancingkan atasan nya, Sudah rilis tebak jika mereka habis melakukan nya
" Heh! Kalo masuk itu ketuk dulu jangan asal nyelonong saja " Bentak Yuli kepada rilis
Richard langsung menatap Yuli dengan tatapan tajam " Berani kamu membentak Sekertaris Tuan lintang! " Bentak Richard kepada Yuli
" Memang dia yang salah "
" Kamu yang salah, karena datang ke kantor dengan tiba-tiba, lagian benarkan baju mu, jangan sampai orang lain mengira aku sudah melakukan hal yang tidak_tidak "
Yuli langsung mengancingkan pakaian nya, ia sangat malu karena buah semangka nya yang terlihat sangat jelas " Laguna buah semangka ku lebih bagus dari dia " Ucap Yuli tanpa malu
Richard menggeleng kepala nya " Ada apa ris datang kemari.?" Tanya Richard
" Ini tuan saya mau memberikan berkas ini dan anda besok harus pergi ke kota K untuk menggantikan tuan lintang " Ucap rilis " Kalo begitu saya permisi " Richard menganggukkan kepala nya.
" Aku ikut " Ucap Yuli
"Tidak akan pernah " Jawab Richard " Sekarang pergi lah, karena kamu sudah membuat Orang lain salah paham " Usir Richard kepada Yuli
" Aku butuh uang buat bayar arisan "
" Tidak ada !"
Suasana pun berubah menjadi panas ketika Yuli terus menaikan nada suara nya namun, Richard tidak ingin ada kegaduhan di perusahaan nya, Richard pun memanggil sekuriti untuk mengusir Richard
Setelah kepergian Yuli. Richard segera Datang ke Ruangan liris, lagi_lagi liris sedang menonton dan melakukan nya sendiri " Biar aku bantu " Ucap Richard yang langsung mengunci ruangan rilis
" Jangan. aku tidak mau melakukannya dengan mu apa lagi kamu bekas berc_ta dengan istrimu " Jawab Rilis
" Aku tidak melakukan nya dengan Yuli, tadi hanya sekedar berc_mn saja itu pun dia yang memulai " Jawab jujur Richard
" Baiklah tapi tidak kiss kiss karena itu Bakas istrimu " Richard menganggukkan kepalanya
Richard langsung menc_mi Mis Jini dengan semangat bahkan sampai mis Jini muntah berkali_kali namun tidak ada rasa jijik untuk Richard ia malah menye_t nya hingga rilis tidak bisa berkata apa-apa. Richard langsung memasukan si Jono ke dalam rumah si jini, si Jono yang sudah ahli dalam bidang menari pun membuat rilis tidak bisa menahan suara nya, namun dengan sigap Richard menahan bi_r rilis dengan tangan nya agar tidak mengeluarkan suara
" Aaahhh..." Richard telah menumpahkan saus kental manis di dalam rumah si jini
Liris langsung ngos_ngosan ketika Richard melepas tangan nya di mulut Rilis " Kenapa kamu menumpahkan nya di dalam " protes rilis
" Aku tidak tahan dengan si jini " jujur Richard
" Kalo aku hamil bagai mana.? "
" Maka hamil lah dan lahir kan anak kita " Jawab enteng Richard
" Jangan sembarangan kamu ngomong. biar nanti aku ke apotek untuk membeli pencegah kehamilan "
" Baik lah terserah kamu. padahal walaupun kamu hamil aku akan bertanggung jawab "