
Loh ko, Ceuceu Ada di sini.?" tanya si mbok
" Nuju naon didiye .?" tanya Ibu rilis kaget, ternyata ada tetangga kampung nya di rumah Mentari
( lagi apa di sini )
" Ya kan Abi dambel didiye, Ntos 10thn " jawab Si mbok
( ya kan aku kerja di sini, Sudah 10thn )
" Oh Kitu, naha basa penting ke pependak kan Abi ge basa wengi ka diye di ajak tuan wengi ku Nak Lintang "
( Oh begitu, Kenapa semalam tidak ketemu padahal semalam aku di undang makan malam sama nak Lintang)
Sedangkan Mentari hanya melongo mendengar ucapan Ibu Rilis dan juga si Mbok karena tidak mengerti dengan bahasanya.
" Muhun, kan basa wengi abi mah kur masak bungkul, Mun tos masak ya uwih deui Ka paviliun "
( Iya, kan semalam hanya masak saja, Jika sudah masak ya pulang ke paviliun )
" Oh Kitu, Pantesan te pependak atuh "
( Oh, Begitu, pantes saja tidak ketemu )
" Naha gening Aya didiye.?" Tanya mbok heran
( Kenapa ada di sini.? )
Ibu Rilis tersenyum" Si neng kan nikah sareng Richard " jawab Ibu
( Si neng kan menikah dengan Richard)
" Oh Kitu, sukur att, da Tuan Richard mah bager Tara neko-neko orang na "
( Oh begitu, Ya sukur kalo gitu, Tuan Richard itu orang baik, gak pernah neko-neko )
" muhun, Bager pisan "
( Iyan baik sekali )
" Meni Ageng milik nya si Neng bisa ngengingken Taun Richard " puji si mbok
( Sangat beruntung ya si Neng bisa mendapatkan Tuan Richard )
" Abi ngiring bungah ninggal si neng Nikah sareng Tuan Richard, Dari pada Sareng si Ujang anu te jelas kumaha bentukna ,"
( Aku ikut bahagia melihat si neng menikah sarang Tuan Richard, dari pada Sama si Ujang yang tidak jelas bentuk nya )
Begitu lah kira-kira obrolan Ibu rilis dan juga Si Mbok, Bukan hanya di situ saja pembicaraan mereka bahkan kedua wanita paruh baya itu seperti sedang saling mencurahkan rasa rindu yang sudah lama tidak bertemu.
Dulu Ibu rilis dan Si mbok adalah satu perjuangan menjadi TKI namun nasib mereka berbeda, Ibu yang harus mengurus Rilis akhirnya memutuskan untuk pulang lebih awal sebelum kontrak habis,, sedangkan si Mbok, dia menyelesaikan kontrak nya terlebih dahulu lalu pulang, si mbok yang sudah terbiasa Bekerja akhirnya memutuskan untuk mencari pekerjaan Kemabli dan di sini lah sekarang di rumah Lintang
Sedangkan Rilis dan juga Mentari mereka mengobrol tentang kehamilan dan yang lain-lain nya, Mereka seperti seorang teman yang sudah berteman lama. Canda tawa mereka sangat terdengar jelas, Untung saja bayi Lintar tidur jadi mereka bisa mengobrol.
Lintang melihat tumpukan berkas yang harus ia selesaikan, Lintang memijit pelipisnya " Apa semua ini kerjaan ku.?"
" Tentu " jawab Richard yang duduk di hadapan Lintang
" lalu kerjaan mu apa, hanya diam dan melihat ku begitu.?" Tanya Lintang kesal
Richard tertawa " karena kerjaan ku sudah beres jadi aku tinggal santai, Lain itu semua kan tugas mu bukan tugas ku" ucap Richard memainkan Handphone nya
" Apa kamu tidak ingin membantu.?"
" Mana bisa, Orang itu tinggal di pelajari dan di beri tanda tangan " ucap Richard" Lagian mana bis aku mendatangi surat penting seperti itu " lanjut nya
Lintang mendengus kesal kepada Richard " Dari pada kamu kaya gitu mending kerjakan sekarang keburu jam makan siang, Apa kamu tidak ingin pulang untuk makan siang bersama istrimu " ucapan Richard membaut Lintang langsung mengerjakan pekerjaan nya Karena ingin makan siang bersama dengan sang istri
Richard yang melihat reaksi Lintang membuat dirinya ketawa, Yang bawahan siapa yang atasan siapa.
Jam makan siang telah tiba, namun Lintang sepertinya tidak bisa pulang karena kerjaan nya yang menghalanginya " Kerjaan sialan " kesal Lintang. Lintang mengambil handphone nya untuk memberi kabar kepada sang istri bahwa dirinya tidak bisa pulang.
Lintang. : sayang maaf aku tidak bisa pulang untuk makan siang dengan mu, Kamu makan yang banyak ya, biar anak kita tumbuh sehat Love you sayang ♥️
Mentari. : Iyah haby, tidak apa-apa.Nanti Haby sempatkan untuk makan ya 😘
Di rumah mentari sudah berdandan rapih Untuk ke Kantor mengantarkan makan siang untuk sang suami, Mentari teringat ketika Lintang sedang banyak kerjaan pasti Lintang akan melupakan makan siang " let's go Boy, Kita kunjungi Papah mu " Ucap Mentari yang sudah menaruh Bayi Lintar di stroller.
Tak butuh waktu lama untuk datang ke kantor hanya butuh waktu Tiga pulu menit. Kini Mentari sudah Samapi di loby kantor para karyawan melihat ke datang Mentari yang sambil Mendorong stroller dengan satu tangan karena tangan yang satu memegangi rantang, mereka menunduk hormat kepada Mentari
Mentari tersenyum ramah kepada Para pegawai Lintang, Para pegawai sangat kagum kepada Mentari yang semakin cantik setelah melahirkan.
Mentri sudah Samapi di Lantai ruangan sang suami, Tanpa mengetuk mentari langsung masuk ke ruangan Lintang " Selamat siang "
" Dasar tidak sopan masuk tanpa mengetuk!!" Bentak Lintang yang tidak melihat siapa yang datang, namun beberapa detik kemudian Lintang baru sadar suara siapa itu, lintang langsung melihat " Sayang " kaget Lintang langsung berdiri dan berjalan ke arah sang istri
" Maafkan aku by, karena aku tidak mengetuk Pintu Dulu sebelum masuk " Lirih Mentari
Lintang merasa bersalah karena telah membentak sang istri " Maafkan aku sayang, aku tidak tau jika itu kamu " Ucap Lintang meminta maaf kepada sang istri
Mentari menganggukkan kepalanya " Kalo begitu ayo duduk pasti kamu lelah kan apa sambil mendorong sttoler " Lintang dan Mentari langsung duduk di sofa
" Hai boy, Kamu membuat Mamah mu repot kan hari ini " sapa Lintang kepada anak nya " Terimakasih sayang sudah mengantarkan makan siang untuk ku " Lintang Memakan makanan yang di bawakan oleh Sang istri
" tidak masalah By, aku tidak mau Haby sakit jadi aku berinisiatif untuk membawakan makanan untuk haby " Jawab Mentari
" Iyan sayang terimakasih "
Lintang menikmati makan siang nya dengan sang istri, Lintang tidak makan sendiri tapi di temani oleh Mentari karena Mentari tadi tidak sempat makan siang di rumah.
Sertakan makan siang, Lintang membawa sang istri dan juga putra nya ke ruangan istirahat karena Lintang ingin pulang bersama dengan sang istri, dengan celah namun teliti Lintang membaca Berkas yang ada di meja nya agar cepat selesai.
Mentri membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur di samping Bayi Lintar yang masih terlelap Tidur. lagian mau bantu suami nya juga bantu apa, Suaminya melarang dirinya untuk membantu karena takut menyusahkan dan merepotkan sang istri, padahal kan Mentari kuliah jurusan bisnis.