
Penyakit jantung yang ibu Yuli derita selama beberapa tahun ini membuat dirinya semakin tau bahwa dirinya sudah tidak akan lama lagi. Apa lagi akhi_akhir ini ibu selalu merasa sakit di bagian dada nya namun ia Tidak mengeluh kepada Anak-anaknya karena ibu tidak ingin terus menyusahkan anak_anak terutama Yuli yang selama ini sudah banting tulang untuk membiayai berobat
~ Di rumah Lintang
Siang ini mentari akan memasak kesukaan sang suami. Mentari berniat mau membawakan Makan siang untuk lintang " Selesai tinggal Aku mandi dan bersiap untuk pergi Deh " Mentari segera masuk kedalam kamar nya.
Tiga puluh menit kemudian. Mentari keluar dari Kamar dengan menggunakan Gaun berwarna Putih yang panjang nya hanya Sampai Atas lutut, dengan perut yang mulai membuncit Mentari sanga imut.
" Mbak " Panggil mentari Yang baru turun dari tangga
" Iyah nyah "
" Aku mau ke kantor suamiku dulu ya " Ucap mentari yang sudah membawa rantang di tangan nya
" Baik nyonya, hati_hati di jalan nya "
Mentari tersenyum " Iyah mbak Terimakasih " Mentari pun berjalan ke arah luar. di luar sudah ada supir yang akan mengantar mentari ke Perusaan Lintang
Di dalam mobil mentari menatap kearah jendela " Pak "
" Iyah Nyonya "
" Apa dulu suamiku sering pergi keluar.?" Tanya mentari tiba-tiba
" Tidak nyah. Malah Aden Kalo sudah pulang kerumah ia tidak akan keluar lagi kecuali jika ada hal penting yang harus ia selesaikan. " Jawab Bapak supir
Mentari mangut-mangut " Oh begitu ya pak "
" Iyah Nyah. malah menurut bapak, Setelah bertemu dengan nyonya Aden Malah sering senyum sendri bahkan lebih ceria dari sebelumnya "
" Apa suamiku pernah membawa wanita ke rumah ?" Tanya mentari
" Setau bapak. Aden itu tidak pernah pacaran bahkan walaupun suka di kenalin oleh tuan Richard, tuan itu selalu menolak bahkan Tuan akan mencari alasan agar Tuan bisa lepas dari wanita yang di bawa eleh Tuan Richard " jelas bapak Supir
Mentari terdiam. entah kenapa ia menjadi lebih Ingin tau tentang suami nya, Padahal Kemarin-kemarin ia sangat cuek dan tidak ingin tau masalah masa lalu sang suami " Pak. berhenti pak " Ucap Mentari menepuk Jok mobil depan
" Iyah ada Nyonya "
" pak aku risih dengan panggilan bapak. aku tidak suka di Panggil nyonya " protes Mentari
" tapi " Bapak supir bingung takut salah berucap apa lagi Ini adalah istri atasan nya " Kali begitu bapak panggil Non aja ya, Bapak takut di tegor oleh den Lintang " Ucap Bapak supir
" Terserah yang penting jangan panggil Aku nyonya " kesal Mentari
" Jangan dulu " Ucap Mentari " bapak turun, terus belikan Aku cireng bumbu rujak itu " Tunjuk mentari kearah grobak Cireng
" Tapi non "
" Kalo bapak nolak, aku akan laporin babak ke suami saya " Ancam mentari, Benar saja karena takut dengan ancaman mentari Bapak supir langsung keluar dan membeli cireng sesuai pesanan Bumil
Setelah membeli cireng bapak Supir langsung melajukan mobilnya ke kantor milik Lintang " Sudah sampai Non " Ucap Nya
" Heum.. Terimakasih pak " Ucap mentari ia turun dari mobil dengan membawa Satu rantang dan juga satu kantung keresek berisi cireng yang tadi ia beli di jalan
Mentari berjalan ke arah meja resepsionis " Mbak. Apa suami saya ada .?" Tanya mentari
Resepsionis itu bingung suami siapa yang di maksud " Maaf Nona. maksud nona apa.? suami siaap.? dan nama nya siapa.?" Tanya Resepsionis itu bingung
" Suami saya pemilik perusahaan ini, dan saya istri nya " Jawab Mentari
Tawa resepsionis itu pecah " Hahaha.... Nona kalo menghayal itu jangan ketinggian, Atasan saya belum menikah "
Karena tidak ingin banyak omong Mentari langsung mengambil handphone nya
Haby : Halo sayang.
Mentari : Haby, aku di bawah
Haby : Bawah mana sayang. bukan nya semalam kamu yang di atas .?
Karena kesal Mentari langsung Vido cal
Mentari " Aku di bawah sini Haby. Aku tidak bisa masuk karena pegawai mu tidak tau jika aku ini istri mu
Haby. : Hah! kamu di bawah sayang.? baik lah aku sekarang turun
Tut..
Resepsionis itu langsung menunduk " kenapa kamu menunduk.? itu bukan salah mu, karena kamu tidak tau siapa aku. Lagian pekerjaan mu sudah bagus untuk tidak selalu percaya sama orang. namun cara menolakmu kurang pantas jadi perbaiki lagi Etude nya " ucap Mentari tersenyum
" Te.. Terimakasih nyonya " balas Resepsionis itu
" Hm.." Mentari bukan orang yang pendendam, Mentari akan memaafkan orang jika orang itu meminta maaf dan juga mau berubah, Bukan nya setiap orang berhak mendapatkan kesempatan Keuda