Boss Love

Boss Love
Bangga




Penampilan Mentari pagi ini sangat simpel namun tetap cantik. Mentari masuk kedalam Kelas nya karena jam sudah waktunya masuk kelas, Mentari duduk di kursi yang biasa ia duduki, Namun lagi-lagi Ketenangan nya harus terusik oleh Laki-laki yang tidak punya Urat Malu" hai cantik " sapa Dion duduk di sebelah Menarik


Mentari merasa enggan bertemu dengan laki-laki ini, Satu bulan telah berlalu namun Rasanya sangat malas sekali bertemu dengan laki-laki yang ada di hadapan nya yang selalu mengganggu " Mau apa kamu ke sini.?" Tanya Mentari


" Aku ingin menemani mu " Jawab Dion


" Aku tidak perlu kau temani, lagian Lo itu tidak satu kelas dengan "


" Apa yang tidak bisa Dion lakukan " Dion tersenyum getir, ia sungguh tergila-gila dengan Mentari, apa lagi sikap Mentari yang dingin dan cuek membuat Dion Tertang-tang


" Apa kau tidak lelah mengganggu ku.?" Mentari memberikan wajah tidak suka kepada Dion


" Aku tidak akan pernah lelah untuk selalu dekat dengan mu " Dion seolah sudah mempunyai muka tembok, Sudah berapa kali Mentari mengusir nya tapi tetap saja mendekati Mentari


" Pergi lah " Usir Mentari


Anya yang sedari tadi menyaksikan Dion dan Mentari sudah mulai geram, Selama ini Anya yang selalu mati-matian untuk bisa dekat dengan Dion tapi..


Plak..


Satu tamparan mendarat di pipi Mentari, para mahasiswa Saling berbisik dan menatap Kearah Mentari " Berani nya kau!" bentak Mentari yang memegangi Pipi, Rasa nya sangat kebas dan sakit


" Anya!" bentak Dion


" Apa hah?! Lo gak pernah mikirin perasaan gue sedikitpun semenjak Wanita ini masuk ke Kampus " Bentak Anya di depan muka Dion


" Apa Lo sudah gila hah! Ngapain gue mikirin Perasaan Lo sedangkan gue gak punya perasaan apa-apa sama Lo " Kata Dion dengan wajah yang galak " Minta maaf Sekarang juga Kepadanya "


" Naj_s!" Ucap Anya sambil memalingkan Wajah nya ke arah lain lalu melangkah Pergi


" Aw.." Anya memegangi Rambut nya karena Mentari telah menjambak nya dengan keras


Mentari yang geram Dan Merasa Tidak terima Karena Sudah di tampar, Mentari menjambak dan Menampar Anya


Plak..


" Lepasin wanita gila " Bentak Anya yang merasa kesakitan


" Ini balasan Buat Lo, yang sudah berani menampar gue, dan jambakan ini Adalah balasan dari penghinaan Lo terhadap Gue, Gue gak ada niat sedikit pun Untuk dekat dengan laki-laki seperti dia" Tunjuk Mentari kepada Dion " Tapi Lo, Malah menuduh gue yang tidak-tidak, Selama ini Gue diam saja bukan berarti gue takut kepada Lo, tapi Gue malas Ribut hanya karena laki-laki Brengsek seperti dia " Mentari Melepaskan Rambut Anya dan langsung duduk di kursi nya " Pergi kalian, atau gue akan melakukan hal yang lebih dari ini " Ancam Mentari


Anya yang masih merasa kesakitan pun langsung pergi melangkah meninggalkan kelas karena tidak ingin dirinya semakin malu telah di kalahkan oleh Mentari


" Ti..tidak, Kau sangat keren aku semakin Yakin kalo kamu adalah wanita yang di kirim Tuhan Untukku " Seru Dion sumringah


Mentari menggelengkan kepala nya.


~ Di kantor


Lintang sedang tersenyum puas melihat sang istri yang cukup berani melawan orang-orang tidak berguna itu " Dialah istriku " Ucap bangga lintang sambil tersenyum


Richard yang melihat Lintang tersenyum melihat aksi Mentari bergidik Ngeri " Aku pikir istriku Kucing Anggora tapi nyata nya dia Singa Betina " Ucap Richard


Lintang tersenyum miring " kalian memang Cocok, yang satu Singa Betina dan yang satu nya lagi Singa jantan yang di takuti oleh para Karyawan Daan bahan oleh kolega kita juga ikut ngeri jika kau sudah marah "


" Inilah yang membuat aku jatuh cinta pada pandangan pertama, Istriku berbeda wanita lain yang hanya mementingkan harta Dan tahta, Jika wanita lain di berikan aku kartu Black maka mereka akan sepuasnya Belanja ke sana kemari, mereka tidak akan pulang jika belum Puas belanja, Tapi asal kau tau, Mentari selama menjadi Istriku dan menegang kartu tanpa batas dia hanya memakai kartu nya hanya untuk membeli barang-barang Untuk putra ku dan juga Pakaian yang akan membuat aku senang " Ucap bangga Lintang. Mentari memang bukan tipe wanita yang boros akan uang, bahkan Mentari akan melihat harga dulu sebelum belanja padahal Uang suami nya tidak akan pernah habis jika Mentari membelanjakan nya.


" Wah istrimu memang hebat " puji Richard


" Dan yang utama, Istri ku itu mandiri dia bisa menjaga dirinya sendiri " lanjut Lintang " Namun walaupun begitu aku tetap menaruh mata-mata tanpa sepengetahuan dirinya karena aku takut Jika istri ku kenapa-kenapa "


" Ya, bagus kalo gitu, Walaupun istrimu mandiri tapi tetap saja kamu harus menjaga nya apa lagi dia istri dari Tuan Lintang, Pewaris kerajaan dan juga Orang paling kaya di Asia bahkan luar Asia "


" Lebay " Ucap Lintang kepada Richard " Bagai mana dengan istrimu, apa yang ini lebih baik dari yang sebelumnya.?"


" Sudah tentu, yang ini lebih baik, Asal kamu tau dia sangat beda dengan Yuli, Walaupun Rilis sangat menyayangi Ibu nya tapi dia tidak pernah lupa dengan ku, beda hal nya dengan Yuli, Dia telah di butakan oleh cinta kepada adiknya sehingga dia lupa akan aku dan rumah tangga kita " ucap Richard sambil membuang muka


Lintang menepuk bahu Richard " Aku sebagai saudara mu selalu mendoakan yang terbaik untukmu "


" Terimakasih " ucap Richard sambil tersenyum


" Sekarang kamu sudah mempunyai istri dan sebentar lagi kamu akan Memiliki anak, sudah waktunya kamu memegang perusahaan sendiri untuk masa depan istri dan juga anak mu "


" Maksud mu.?"


Lintang tersenyum " Aku sudah menyediakan Satu perusahaan Untuk mu, Walaupun itu hanya anak perusahaan namun aku yakin jika kamu yang kelola pasti akan menjadi kerajaan " ucap Lintang dengan Lekat, Lintang dari jauh-jauh hari sudah berniat untuk memberikan salah satu anak perusahan untuk Richard kelola, Lintang yakin jika Richard pasti akan bisa membuat anak perusahaan itu menjadi besar.


" Kamu jangan ngaco " Ucap Richard tidak percaya


" Aku serius." ucap Lintang dengan lekat


Richard terdiam entah apa yang sedang ia rasakan saat ini, rasa haru, bagai Dan juga bersyukur karena telah di pertemuan dengan Lintang dan juga ayah nya waktu itu, Richard memeluk Lintang dengan meneteskan air mata " Terimakasih, Terimakasih " itulah yang bisa Richard ucapkan


" Sama-sama " lintang menepuk bahu Richard