Boss Love

Boss Love
Kagum



Di meja makan, Ibu Rilis dan juga Richard mereka sudah bersiap untuk makan Malam, Ibu dibuat kagum berkali-kali, Mata Ibu melihat ke setiap menu yang di siapkan oleh pelayan untuk makan Malam " Iye mah bisa buat se RT Neng " seru ibu karena banyak nya makanan


( Ini mah bisa buat Se RT Neng )


" Ibu jadi isin pas Mantu Ibu ka Bumi, Ku Ibu kur di sampaken Asin peda sareng sayur asem " lanjut Ibu


( Ibu jadi Mali ketika mantu Ibu ke rumah, Cuman di di sediakan Ikan asin sama sayur asem )


" Teu sawios Bu, kan ku Richard juga tetap di makan "


( Tidak jadi masalah Bu, kan sama Richard juga tetap di makan )


Richard seperti meminta jawaban dari Rilis namun Rilis malah mengulum senyum dan mengangkat bahu nya " Bu, Richard tidak mengerti dengan ucapan Ibu " Protes Richard sambil terkekeh


" Maaf Nak, Ibu bukan sedang ngomongin Nak Richard, Ibu jadi Malu ketika Nak Richard sayang ke kampung sama Ibu cuman di sediakan Ikan asin sama sayur Asem aja " Ucap Ibu malu, apa lagi melihat Menu yang ada di meja makan yang bisa di bilang wah semua


Richard terkekeh " Tidak jadi masalah Bu, dulu juga Aku tinggal di panti, jadi sudah biasa makan makan sederhana " Jawab Richard


Ibu menatap Richard dengan lekat " Sudah ayo makan, jangan di pandang terus " Ucap Rilis mengalihkan pembicaraan karena jika ngomong terus perut dan calon anak nya pasti akan kelaparan


Ibu mengiri piring Richard terlebih dahulu " Makan lah Nak, Jika kamu dulu tidak pernah merasakan kasih sayang Dari seorang Ibu, maka anggaplah Ibu ini Ibu mu " Ucap Ibu yang sudah tau tentang cerita masa lalu Richard dari Rilis, Ibu merasa kasian melihat Richard yang kurang kasih sayang walaupun akhirnya hidup Richard bergelimang harta, Namun apalah arti Harta di Bandingkan Keluarga atau kasih sayang dari seorang Ibu yang tiada tandingan nya.


" Terimakasih Bu " Ibu mengangguk


Rilis yang melihat Ibu sangat perhatian kepada Richard membuat jiwa irinya Rilis meronta " Ko Ibu gak sekalian mengisi piring Rilis " Protes Rilis yang merasa di sisihkan


Ibu dan Richard saling pandang lalu tertawa, Richard langsung mengisi piring Milik istrinya dengan lauk pauk yang lain nya agar sang istri tidak merajuk lagi


Mereka melanjutkan makan malam dengan canda tawa apa lagi Richard yang mendapatkan perhatian lebih dari Ibu membuat Rilis Berkali-kali ngambek, namun itu hanya candaan saja tidak benar-benar ngambek.


Setelah makan malam telah usai Ibu rilis dan Richard mereka Duduk di ruang tv untuk menikmati acara Tv yang biasa Ibu tonton di kampung " Ibu mah aneh, ko aya Meninggal gara-gara di senggol becak "


( Ibu sangat heran ko ada yang meninggal gara-gara di senggol becak "


" Nama nya juga Film Bu " Jawab Rilis


" Ibu, sayang aku ke ruangan kerja dulu ya, soalnya Lintang Mengajak aku Untuk membicarakan kerjaan " Pamit Richard


Rilis mengangguk " Iya "


Setelah kepergian Richard, Ibu langsung mendekat ke arah Rilis " Neng, siapa Lintang.? " Tanya Ibu


" Tuan Lintang Bu, Tuan Lintang itu atasan Rilis sama Richard di kantor, Cuman saat ini beliau sedang berada di Korea karena istrinya Tuan Lintang Ingin melahirkan di sana " Jelas Rilis


" Beda dong Bu, Apa lagi Tuan Lintang orang kaya " Lanjut Rilis


" Iyah, Ibu Mah suka aneh sama orang kaya, Ko bisa menghamburkan uang dengan mudahnya " Ibu menggelengkan kepalanya " Inget Neng, walaupun Nak Richard baik sama kita, dan Hidupmu menjadi mewah seperti ini, Kamu harus tetap rendah hati tidak boleh sombong apa lagi Samapi lupa dimana kita berasal dan Layani suami mu dengan baik, Melayani suami itu resep keutuhan Rumah tangga, Jangan mencontoh Ibu, yang tidak bisa mengurus rumah tangga sehingga Ayah mu pergi meninggalkan kita "


" Ibu, sudah jangan di bahas laki-laki itu lagi, Sekarang Kita sudah bahagia dan Aku akan ingat terus nasehat Ibu, karena aku ingin ini pernikahan kedua ku ini yang terakhir " Jawab Rilis


Rilis tidak ingin gagak lagi dalam berumah tangga, Cukup sekali rumah tangga nya hancur tidak untuk yang ke dua kali nya.


Karena jam sudah mulai malam, Ibu masuk kedalam kamar nya untuk beristirahat, Sedangkan Rilis membawa kan secangkir Teh untuk Sang suami di ruangan kerja nya


Tok..tok..tok..


" Masuk " Ucap Richard


Rilis membuka pintu, Rilis melihat sang suami sedang sibuk dengan Laptop nya " apa pekerja nya sangat penting sehingga Tuan Lintang menelpon mu malam-malam.?" Tanya Rilis dan menaruh teh di meja kerja Richard


" Iyah " Jawab Richard, lalu meraih tangan Rilis " Kenapa belum tidur.?" Tanya Richard dan membiarkan Rilis untuk duduk di pangkuan nya


" Mana mungkin aku tidur jika suamiku saja masih sibuk untuk bekerja " jawab Rilis melingkar kan tangannya di leher Richard


" Maaf ya, Habis aku tidak bisa menolak perintah Lintang " Balas Richard, Walaupun Lintang itu seperti saudara nya namun Richard tidak ingin Lalay dalam pekerjaan apa lagi Lintang orang yang tegas.


Rilis mencoba mengerti penjelasan Richard " Kalo begitu, biar aku temani atau aku bantu saja biar cepat selesai " saran Rilis


" Oh iya aku lupa, Apa setelah ini kamu akan tetap bekerja.?" tanya Richard kepada Rilis


". Kamu mau nya bagai mana, Jika mau aku diam di rumah maka aku akan tinggal di rumah mengurus mu dan menjaga rumah ini hehehe, Tapi jika kamu ingin aku bekerja Dan membantu perekonomian keluarga juga tidak jadi Maslaah untuk ku "


Richard menatap Rilis dengan lekat " Aku ingin kamu diam di rumah menunggu ku pulang dan Memanjakan diriku "


" Ok kalo begitu, Tapi aku harus menyerahkan surat pengunduran diri dulu keada Tuan Lintang " lanjut Rilis


" Itu gampang, nanti aku yang bicara dengan nya, apa lagi saat ini kamu sedang hamil Pasti Lintang akan mengijinkan mu untuk berhenti " ucap Richard memeluk sang istri


"Baik lah kalo gitu "


Richard mengelus perut Rilis " Hai boy, apa kabar hari ini, kamu baik-baik ya di dalam sana jangan nakal " ucap Richard


Rilis mengerutkan kening nya " Ko Boy.? memang nya sudah tau jenis kelamin anak kita.?"


" Hanya menebak saja, Jika anak kita sudah lahir nanti, dia bisa menemani Lintar " Ucap Richard, Richard sudah membayangkan jika anak nya sudah besar nanti, Richard akan mengajarkan anak nya agar selalu berada di samping Lintar