Boss Love

Boss Love
Semua tidak sama



Tak terasa kini usia kehamilan Mentari sudah menginjak berusia tujuh bulan. Mentari sangat lebih seksi dan juga lebih cantik dengan perut buncit dan juga pipi cabinya, Membuat Lintang tambah tidak karuan karena banyak mata lelaki yang memang cantik istrinya itu, rasanya Lintang ingin mencongkel mata mereka. Seperti saat ini, Lintang dan Mentari Sedang berada di RS untuk periksa kandungan " Sayang. Aku rasa nya ingin mencongkel mata mereka karena sudah berani menatap wajah cantik istri ku "


" Jangan di lihat by. Biarkan saja toh aku tidak tergoda dengan mereka. Mending kita langsung keruangan dokter kandungan nya " Ajak mentari


Lintang pun menurut saja. Setelah sampai di ruangan dokter, mentari Langsung di Periksa oleh dokter kandungan, dan hasilnya sangat bagus. Bayi nya sangat sehat dan perkembangan nya juga sangat bagus sesuai dengan usia kandungan nya.


Setelah periksa lintang membawa mentari ke mol untuk belanja keperluan calon anak mereka " By. Lihat pakaiannya sangat lucu_lucu " Ucap mentari sambil memegang pakaian bayi


" Beli saja sayang. Kamu pilih yang menurut mu. Bagus untuk anak kita " Ucap lintang sambil melihat stroller bayi yang sangat lucu di mata lintang.


Mereka benar-benar memburu keperluan calon anak mereka dengan semangat.


Setelah lelah berburu lintang mengajak mentari untuk makan siang di sebuah restoran Korea " Sayang kamu mau pesan apa.? " Tanya Lintang kepada mentari yang sedang membaca buku menu


Bukan nya menjawab mentari malah meminta hal yang lain " By. Aku ingin melahirkan di Korea " ucap Mentari menatap sang suami


Sedangkan lintang ia malah mengerutkan keningnya " Sayang apa ini termasuk ngidam.? "


Mentari menganggukkan kepalanya " Iyah by. Aku ingin melahirkan di sana hiks " Mentari malah menangis karena sang suami yang menganggap nya bohong


" Ok ok.. nanti kita Konsul dulu sama dokter nya, jika di perbolehkan, maka kita akan terbang ke Korea. Tapi sekarang kita makan dulu kasian anak kita yang sudah kelaperan "


Mentari mengangguk " Aku ingin, kimbap, bulgogi, Kimci,madu guk dan minum nya jus strawberry saja " Ucap Mentari


" apa itu akan habis sayang.?"


" kan aku mau melahirkan di Korea jadi aku harus terbiasa dengan makanan Korea " Jawab Mentari sambil tersenyum


" Baik lah. Aku hanya akan pesan jeongol sama jus alpukat saja "


Setelah makanan tiba Mentari langsung menyicipi satu persatu makan yang ia pesan tadi. Senyumnya mengembang ketika menyicipi hidangan nya


Lintang juga menikmati makanan nya dengan tenang, karena lintang tidak suka makan sambil banyak bicara.


~Di perusahaan


Sedangkan di perusahaan Richard malah sedang perang bersama Yuli. Richard yang sedang melakukan pekerjaan nya di dikagetkan dengan kedatangan yuli dan adik nya " Kenapa kamu memblokir kartu kredit ku ?" Tanya Yuli


" pikir saja sendiri " jawab Richard yang masih polus dengan berkas-berkas nya


Yuli tersenyum sinis kearah Richard " Apa ini ada hubungannya dengan jala_g yang kamu pakai setiap malam.?" Tuduh Yuli


" apa kau pikir kau adalah ratu.? Da apa kau itu sangat berharga untukku.? " Richard tersenyum sinis " Asal kau tau, kau bukan lah apa_apa dan tidak berarti apa-apa untukku "


" aku ini istrimu !"


" Itu bagi mu, tapi tidak dengan ku. Bahkan yang seharusnya rumah itu tempat pulang dan beristirahat tapi bagiku rumah itu bagai kan neraka " ucap Richard " Jika kau sudah tidak ada yang mau kau bicarakan lagi, segera lah keluar karena aku masih banyak kerjaan "


" kamu berani mengusirku.? " Tanya Yuli memancungkan mata nya


" kenapa tidak! Aku di sini bekerja dan aku di sini adalah karyawan seperti yang lain nya. Apa kau tidak malu datang ke mari hanya karena kartu kredit mu aku blokir "


Yuli sungguh berubah drastis bahkan akhir_akhir ini Yuli selalu membawa adik nya untuk menghamburkan uang sang suami tanpa memikirkan bagai mana keadaan Richard. bahkan Yuli tidak segan membeli barang mahal untuk adik tersayang nya membuat Richard muak.


Sedangkan Yuni dia malah duduk manis menonton drama kakak dan kakak ipar nya yang sedang berantem sambil memainkan handphone nya


Karena Richard mengusir dan mengabaikan yuli. Yuli menghamburkan berkas yang ada di meja kerja Richard, sehingga Richard murka


Plak..


Richard menampar Yuli dengan sangat keras, Richard sudah menahan amarah nya sedari tadi ketikan melihat laporan pembayaran yang lebih dari 200juta " Apa yang sudah kau lakukan hah! Apa kau tau itu berkas penting yang harus aku selesaikan hari ini juga " bentak Richard " Apa kau kurang puas membuat hidupku semakin berantakan setelah menikah dengan mu.? Andai saja dulu aku tidak pernah berjanji kepada ibumu untuk selalu menjaga mu dan juga adikmu, sudah ku pastikan dari bulan yang lalu, surat perceraian sudah melayang ke wajah mu "


Deg..


Jadi Richard masih mempertahankan dirinya bukan karena cinta melainkan rasa tanggung jawab yang pernah Richard ucapkan kepada mendiang ibu nya " apa maksud mu " tanya Yuli


" Pergi lah, dan bawa adikmu dari hadapan ku, sudah cukup kau mengacaukan kantor ku, jadi sekarang pergi lah " Usir Richard " dan satu lagi, mulai sekarang akan hanya akan memberikan mu uang bulanan sebesar lima juta, cukup tidak cukup harus cukup karena hutang ku di perusaan sudah banyak karena ulah mu yang selalu memanjakan adikmu " Ucap Richard tegas dan langsung mengambil berkas yang sudah berserakan


Yuli menggelengkan kepala nya " Tidak itu tidak bisa, mana cukup uang segitu" protes Yuli


" Dulu saja ketika kamu masih kerja di Laundry yang hanya gajih nya dua juta, kamu bisa mengurus ibu dan adik mu " jawab Richard " kamu tidak Perlu memasak untukku karena aku mulai sekarang tidak akan pulang ke rumah"


Beda dulu dan beda sekarang. Dulu tanggungan nya hanya adik dan ibu nya, tapi sekarang Yuli sudah mengikuti arisan di kompleks rumah nya. Jika Richard memangkas uang bulanan nya lalu dari mana dia akan menutupi yang arisa " Tidak kamu tidak bisa memangkas uang bulanan ku dan kamu akan pergi kemana jika tidak pulang .? apa kamu akan pergi ke jal_g itu dan tinggal di sana.?"


" Terserah. Aku masih kepala rumah tangga, dan aku yang cari uang, jadi itu semua itu masih sah_sah saja jika aku memangkas nya. Walaupun di antara kita sudah tidak ada rasa cinta lagi tapi aku masih berbaik hati untuk memberikan mu uang bulanan " ucap Richard


Yuni langsung menghampiri Yuli " kak.. " rengek Yuni sambil memegang tangan Yuli


" keluar dari sini sebelum aku menghubungi sekuriti " ucap tegas Richard


Dengan pasrah Yuli keluar dari ruangan Richard, Yuli akan mencari cara agar Richard tidak memangkas uang bulanan nya.