Boss Love

Boss Love
Entah harus bahagia atau tidak



Karena panik Richard membawa Rilis ke rumah sakit, Richard sangat khawatir dengan keadaan Rilis


Setelah Samapi di rumah sakit, Rilis langsung di tangani oleh Dokter. Richard mondar mandir di depan UGD ia sangat khawatir, tak lama kemudian dokter keluar " Apa anda suami pasien.?" Tanya dokter yang baru keluar dari UGD


Tanpa ragu Richard mengiyakan " Iya saya suami nya " jawab Richard tanpa ragu


" kalo begitu selamat ya, istri anda sedang hamil, dan kandungan nya baru menginjak bulan pertama jadi Tolong di jaga, karena di bulan pertama kandungan sangat rentan ke guguran " Ucap dokter Tersenyum


Sedangkan Richard ia masih diam tanpa kata, Rasa bahagia yang tiada Tara sampai-sampai Richard tidak bisa menjawab ucapan Dokter " Silahkan Tuan Anda sudah bisa menemui istri anda, kalo tidak ada yang mau di tanyakan lagi saya permisi " ucap dokter itu meninggalkan Richard


Richard Langsung menghampiri Rilis yang masih terbaring lemas " Aku kenapa.?" Tanya Rilis ketika ia melihat Richard masuk ke ruangan


Richard tersenyum " Kamu tidak apa-apa hanya saja " Richard mengelus kening Rilis


" hanya saja apa.?"


" kamu sedang hamil, hamil anak kita " Seru Richard bahagia, Richard Langsung mencium pipi Rilis tidak henti


Deg..


Beda hal nya Dengan Rilis bukan dirinya tidak bahagia atas kehamilan nya namun Rilis menjadi takut, Takut jika ibu nya tau jika dirinya hamil, Ibu nya pasti akan sangat kecewa karena Rilis hamil di luar nikah. Rilis tidak bisa menahan air matanya lagi " Hei, kenapa menangis hm,?" Tanya Richard yang melihat Rilis menangis


" Aku tidak boleh hamil " ucap Rilis menatap Richard


" Apa maksud mu?"


" Hey, lihat aku " ucap Richard kepada Rilis " Aku adalah ayah dari anak yang sedang kamu kandung, jangan pernah kamu punya pikiran untuk membuang darah daging ku, lagian aku akan bertanggung jawab atas Kamu dan anak mu " ucap Richard


Rilis menatap Richard dengan lekat " percaya padaku, semua nya akan baik-baik saja " Richard memeluk Rilis


Richard langsung membawa Rilis untuk pulang ke apartemen namun sebelum pulang Richard membeli Susu Ibu hamil untuk Rilis, karena Richard tidak ingin calon anaknya kekurangan Gizi " Duduk lah, biar aku buatkan susu untukmu " Richard langsung ke dapur untuk membuatkan Susu untuk Rilis


Sedangkan Rilis masih kepikiran tentang Ibu nya di kampung " Ini minum lah " Richard memberikan segelas susu untuk Rilis


Rilis meminum susu yang Richard berikan " Terimakasih " ucap Rilis


" Sama-sama sayang " jawab Richard mengelus pipi Rilis


" Apa kamu mencintai ku.?" Tanya Rilis tiba-tiba


Richard duduk di samping Rilis " Dengar, jika aku tidak mencintaimu mana mungkin aku akan memperjuangkan dirimu. Tanpa aku mengucap cinta atau sayang padamu pasti kamu bisa merasakan apa yang selama ini aku rasakan kepada mu, Ucapan cinta itu tidak lah penting yang terpenting Adalah tindakan, Percumah bilang Cinta tapi tanpa ada nya tindakan " ucap Richard panjang lebar " dengarkan aku, aku bukan laki-laki yang baik, bahkan rumah tangga ku hancur dalam sekejap " Richard memegangi tangan Rilis " Aku ingin pernikahan ke dua ku, aku bisa membimbing mu dan membahagiakan mu, dan mari kita sama-sama membina rumah tangga kita dan membuat istana untuk kita dan juga calon anak kita "


Ucapan Richard sangat lah manis kepada Rilis bahkan lebih manis dari pada dulu kepada Yuli. Richard mempelajari rumah tangga nya yang gagal dulu, Richard sadar bahwa dirinya sangat terburu-buru ketika bersama yuli, bahkan Richard menyadari bahwa dirinyalah yang salah dari awal tidak jujur kepada Yuli tentang Adiknya, Namun kali ini Richard tidak ingin gagal lagi.


" apa kamu mau menikahi ku karena anak yang sedang ku kandung.?" Tanya Rilis memastikan


Richard tersenyum kecut " Ada dan tidak ada nya anak ini, aku akan tetap menikahi mu karena kamu wanita yang aku cintai, aku sayangi, Dulu aku mengalah karena kamu memiliki suami namun saat ini dirimu sudah sendiri, Aku tidak akan mengalah tuk kedua kali nya, cukup sekali aku mengalah dan menyakiti perasaan ku sendiri, Tidaka akan ada yang ke dua kali nya " Richard mencium punggung tangan Rilis