
Di perjalanan pulang Lintang memutar musik sambil memegang tangan putra dan juga istri nya.
Awalku mengenalmu
Tersita seluruh hatiku
Oh indahnya dirimu
Ku jatuh hati padamu
Tak terasa waktu berlalu
Kini kau t'lah jadi milikku
Betapa bahagianya aku
Saat kau ada di sisiku
Kini tiba saatnya
Kita harus melangkah
Temani diriku di sisa waktumu
Genggamlah tanganku bersamaku
Kau kan menentukan arah
Bersama diriku yang kan slalu
Menjaga dirimu
Yakinkan hatimu temaniku
Di setiap langkah-langkah ku
Ku di sini di sampingmu
Ku kan slalu ada untukmu
Kini tiba saatnya
Kita harus melangkah
Temani diriku di sisa waktumu
Genggamlah tanganku bersamaku
Kau kan menentukan arah
Bersama diriku yang kan slalu
Menjaga dirimu
Yakinkan hatimu temaniku
Di setiap langkah-langkah ku
Ku di sini di sampingmu
Ku kan slalu ada untukmu
Genggamlah tanganku bersamaku
Kau kan menentukan arah
Bersama diriku yang kan slalu
Menjaga dirimu
Yakinkan hatimu temaniku
Di setiap langkah-langkah ku
Ku di sini di sampingmu
Ku kan slalu ada untukmu
Genggamlah tanganku bersamaku
Kau kan menentukan arah
Bersama diriku yang kan slalu
Menjaga dirimu
Yakinkan hatimu temaniku
Di setiap langkah-langkah ku
Ku di sini di sampingmu
Ku kan slalu ada untukmu
Mentari tersipu malu mendengar ucapan sang suami " Kami akan tetap bersamamu sampai akhir hayat kami " balas Mentari tak kalah membuat Lintang bahagia.
Kali ini Lintang membawa mobil nya sendiri tanpa supir " Kita makan malam di luar ya" ajak Lintang dan di balas anggukan oleh sang istri
Lintang membawa sang istri ke restoran yang bisa ia kunjungi " Ayo sayang " ajak Lintang
Mentari mengikuti langkah sang suami, Lintang memilih tempat yang cukup nyaman untuk sang istri dan juga putra nya. Mentari duduk dan Bayi Lintar di biarkan tidur di Stroller, Entah lah bayi itu malah tidur nyenyak walaupun Suasana berisik
Lintang sudah memesan makanan untuk mereka berdua, Setelah menunggu akhirnya makanan pun datang " Selamat makan Sayang "
" Terimakasih Haby " Mentari memakan makanan nya dengan pelan karena tidak mungkin bukan makan di restoran mewah tapi makan kaya tukang kuli.
.Setelah makan, Mentari mendengar musik yang di putar oleh Pihak Restoran namun ia tidak curiga dengan lirik yang di dengar nya
Hari ini hari ulang tahunmu
Bertambah satu tahun usiamu
Ku doakan bahagia selalu untukmu
Tercapai segala cita-citamu
Selamat ulang tahun ku ucapkan untukmu
Semoga bahagia kan mengiringi langkahmu
Tiada yang bisa ku beri
Hanyalah doa dan rasa cinta
Yang tulus dariku tuk dirimu
Selamat ulang tahun ku ucapkan untukmu
Semoga bahagia kan mengiringi langkahmu
Tiada yang bisa ku beri
Hanyalah doa dan rasa cinta
Yang tulus dariku tuk dirimu
Hanyalah doa dan cinta tuk dirimu
Namun mentari heran ada beberapa pelayan yang mendekat ke arah nya sambil membawa lilin
Pipi mentari memerah, ia tidak menyangka jika sang suami ingat dengan hari ulang tahun dirinya, Mentari menutup mulut dengan tangan nya, air mata sudah rembes di pipinya " Ha..by hiks.."
" Tiuplan dulu lilin nya dan ucapan apa harapanmu " Mentari dengan patuh Mengucapkan apa harapan nya dalam hati lalu meniup lilinnya
suara tepuk tangan begitu riuh apa dari pengunjung restoran
" sayang, Istriku, Selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan tetap lah bahagia doa terbaik untuk mu " Ucap Lintang mencium Punggung tangan sang istri lalu memberikan kotak
" Apa ini haby.?" tanya Mentari mengambil kotak yang di berikan oleh sang suami
" Buka lah " ucap nya sambil tersenyum
Mentari membuka Kotak yang di berikan oleh sang suami, mata nya berbinar, air mata nya tidak bisa ia bendung lagi, sebuah kalung yang pernah ia incar ketika di Korea namun keburu di ambil oleh pelanggan lain karena kalung itu hanya ada Dua " Haby, hiks.." Mentari langsung memeluk sang suami karena bahagia
" Apa Istriku suka .?" Tanya Lintang tersenyum
Mentari mengangguk kan kepalanya " Sangat, sangat suka Haby " Ucap mentari
Owekkkkk..
Mentari dan Lintang langsung melihat kearah putra nya yang menangis, Mungkin Lintar cemburu karena tidak di ajak berpelukan oleh ibu dan Ayah nya. Mentari menghapus air mata nya lalu menggendong sang putra " Apa kamu sedang cemburu Hem.." Tanya mentari kepada Putra nya
" Masih kecil tapi sudah cemburuan " Gerutu Lintang namun mencubit pipi Lintar
Sontak saja bayi Lintar menangis kembali karena di Cubit oleh sang papah, Mentari dan Lintang saling pandang lalu tertawa, Pelayan dan juga pengunjung di sana malah ikut gemas kepada bayi Lintar yang cukup pintar sudah cemburu kepada Keuda orang tua nya.
Lintang memakaikan Kalung di leher Mentari, kalung itu sangat cantik ketika sudah di pakai oleh sang istri " Kenapa haby bisa mendapatkan kalung ini, Ini kan kalung yang aku suka ketika di Korea kemarin" tanya Mentari penasaran
" Ada deh, itu rahasia " Jawab Lintar tersenyum
FLASHBACK ON
Waktu itu Lintang dan menyatu sedang jalan-jalan di sebuah mol besar di Korea, Lintang mengajak mentari untuk Membeli Perhiasan karena lintang tidak pernah melihat Mentari menggunakan perhiasan, Bukan tidak punya namun Menurut Mentari sayang saja jika perhiasan mahal harus di pakai setiap hari lagian model nya sangat mencolok sekali bahwa perhiasan itu sangat mahal.
Mentari Melihat ada kalung bagus, Terlihat simpel tapi Indah jika di gunakan untuk sehari-hari, Namun ketika ingin membelinya malah di beli oleh orang lain, padahal Mentari sangat menyukainya
Lintang yang melihat sang istri begitu kecewa karena kalung yang di inginkan nya di ambil oleh orang lain, akhirnya Lintang meminta Pemilik Toko untuk membuatkan nya satu lagi, Lintang berani bayar sangat mahal agar toko itu Membuat kan kalung satu lagi untuk Sang istri, Walaupun mahal tidak jadi masalah Untuk Lintang yang penting sang istri bahagia, Walaupun bentuknya sama namun Keistimewaan kalung itu sangat berbeda apa lagi yang di miliki Mentari saat ini, kalung yang Sangat istimewa, Jika orang yang teliti pasti ia akan bisa melihat di Kupu-kupu tersebut terukir Nama Lintang dan juga sang istri di sana.
FLASHBACK OFF
Karena hari sudah mulai larut, mentari dan lintang pulang ke rumah dengan perut kenyang dan Hati bahagia karena sudah merayakan Hari ulang tahun Sang istri
Bayi Lintar sudah Mentari simpan di Box bayi dan kini saat nya Lintang Dan Mentari Untuk ikut beristirahat " mimpi indah Istriku " Bisik Lintang di telinga sang istri