
Mentari keluar kamar dengan di ikuti Lintang di belakang nya " Apa yang kalian bicara kan.? Seperti serius sekali " tanya Mentari Lalu ia duduk di sopa
Yuli yang tadi nya terdiam menunggu jawaban Richard ia langsung melirik ke arah Mentari " cuit.. cuitt.. Berapa ronde nih semalam ? " Ledek Yuli
" Apan sih kamu " Mentari merasa malu
" Yang kemarin terlihat lemas karena sakit dengan waktu satu malam sudah terlihat segar sekali " ledek Yuli
Sedangkan Lintang ia hanya bermuka datar ketika Yuli menggoda mereka. " kalian mau apa ke sini pagi_pagi seperti mau menagih hutang saja " ucap Lintang untuk mengalihkan pembicaraan
" Ini gue ke sini mau nganterin pakaian Lo. Kan siang ini kita harus meeting dengan Klien penting " Ucap Richard " Jangan bilang Lo lupa "
Lintang melirik ke arah Mentari " Maafkan aku sayang. Siang ini aku ada meeting dengan Klien jadi kamu makan sendiri ya jangan menunggu aku dan jangan lupakan obat mu biar cepat sembuh " ucap Lintang mengelus kepala Mentari
Tidak menunggu lama Lintang langsung mengambil paper bag yang di bawa oleh Richard lalu masuk kedalam kamar untuk mengganti pakaian
" Gimana rasanya tidur dengan bule.? " Tanta Yuli sambil menyenggol lengan Mentari
" apa kalian sudah sarapan.? " Tanya Mentari mengalihkan pertanyaan Yuli " kalo belum biar aku buatkan Roti bakar untuk kalian " Mentari langsung berjalan ke dapur meninggalkan Yuli dan juga Richard di rumah tamu
Yuli tersenyum melihat tingkah malu_malu Mentari " Dia sepeti anak gadis aja ya ha ha ha..."
Richard tidak membalas ucapan Yuli ia malah menatap Yuli dengan penuh tanya " Sudah ah aku mau Nyusul Mentari dulu " ucap Yuli meninggalkan Richard
Sebelum menghampiri Mentari di dapur Yuli menghapus air mata yang ia tahan sedari tadi rasa nya sesak sekali.
" Kamu ngapain di sana Yul.?" Tanta mentari
" aku sedih tari "
" kamu kenapa.? Coba cerita .?" Tanta Mentari
" Nanti saja ketika mereka sudah pergi aku janji akan bercerita kepadamu " jawab Yuli. Mentari pun menganggukkan kepala nya lalu mengelus lengan Yuli. Baru kali ini ia melihat sahabat nya mendung seperti ini
Tak lama kemudian roti bakar pun sudah siap Yuli membawa roti bakar itu keruang tamu sedangkan Mentari membawa nampan yang berisi susu dan juga air teh
Setelah sarapan Lintang dan juga Richard langung berangkat ke kantor. Tinggallah Yuli dan Mentari yang masih di sopa " Ada apa dengan mu dan juga Richard.? " Tanta mentari karena ia melihat sahabat nya ini sedang galau
" Dia tidak pernah ada perasaan kepada ku hiks.. " Mentari langsung memeluk Yuli dan mengelus punggung Yuli
" kamu tau dari mana jika Richard tidak menyukai mu.? "
Yuli pun menceritakan yang terjadi tadi pagi tidak ada yang ia lewati. Yuli bercerita sambil terisak ternyata ia sudah salah sangka dengan perhatian yang di berikan oleh Richard " Aku harus bagai mana sekarang tar.?? "
Mentari bisa merasakan apa yang sedang di rasakan oleh sahabat nya ini " Menurutku. Lebih baik kamu cuekin Richard dan coba lah untuk dekat dengan laki-laki lain. Jangan salah tanggap dulu. Maksud ku kita uji Richard dengan kamu dekat dengan salah satu teman laki-laki mu. Dari situ kita bisa lihat apa Richard akan cemburu atau tidak. Kalo tidak berarti dia bukan jodoh mu tapi kalo dia cemburu pasti dia akan berusaha untuk mengambil hati mu kembali " ucap Mentari menceritakan rencananya kepada Yuli