Boss Love

Boss Love
Draft



Setelah Mentari usai kelas ia langsung berniat untuk ke tempat kerja sang suami dengan membawa 3 bungkus nasi Padang dan minuman Boba " Mbak apa suamiku ada .? "


" Ada non, langsung masuk saja " Ucap wanita itu. Mentari pun langsung masuk kedalam ruangan sang suami, namun mentari tidak melihat keberadaan sang suami


" kemana Mas Lintang " Gumam Mentari. mentari menaruh kantung kresek nya di atas meja sopa, ia membuka Tas nya lalu ia simpan di sopa


" Sedang apa kamu di sini.?" tanya seorang wanita yang baru saja masuk


Mentari mengerutkan kening nya " Kamu yang siapa.? main masuk aja, bukan nya mengetuk dulu, gak sopan banget "


" Eh dasar wanita gak jelas ya, saya ini pacarnya lintang. mau saya adukan kamu ke pacar saya, agar kamu di pecat "


Deg..


Mentari langsung terdiam, namun mentari langsung tersenyum sinis " Jika kamu pacar nya maka telponlah dia saat ini juga " Ucap mentari " Sekalian kamu adukan aku kepadanya "


Wanita itu langsung mengambil handphone nya namun bukan nya menelpon lintang, justru ia malah menelpon salah satu teman laki-laki nya untuk pura_pura jadi lintang


" Nih dengerin ya " ucap wanita itu


Halo syang.. kamu sedang dimana.?


...


Ini aku ada di kantormu tapi aku tidak menemukan mu, malah aku bertemu dengan wanita gila


....


Mentari bukan nya takut, ia malah tersenyum sinis, Orang gila teriak gila. Bagai mana tidak tersenyum sinis, orang Lintang dan Richard ada di belakang wanita gila itu


" Sayang kamu sudah sampai.?" Tanta Lintang melewati wanita gila


Sontak saja wajah wanita itu pucat pasi karena ketauan berbohong " Halo Nona " Sapa Richard


" By. dia bilang dia pacar mu, dan akan melaporkan aku kepada mu " adu Mentari kepada lintang


" Bohong tuan. dia ngarang cerita " Elak wanita gila itu


" By. kamu tau kan kenapa perutmu bisa menonjol seperti ini " tanya mentari manja


" Tentu tau. kamu setiap hari,setiap malam dan setiap pagi aku yang menyuntikmu "


" Kalo begitu hukuman apa yang pantas untuk wanita gila yang sudah berpura-pura menjadi kekasih mu itu "


" Richard selesaikan wanita gila ini, putuskan kontrak dengan perusahaan nya "


" baik tuan " Ucap Richard


" Heh wanita sial_n " teriak wanita gila itu. namun Richard segera membawa Wanita itu keluar


" kamu salah jika ingin mencari saingan, nona Mentari itu istri nya tuan lintang bahkan ia sedang hamil anak tuan lintang " Jelas Richard kepada Wanita gila


Sedangkan di dalam ruangan Mentari sedang meminta di suapi oleh Lintang, sekarang mentari yang selalu manja kepada lintang, padahal di bulan pertama linyang yang selalu ingin di maja


Richard masuk kembali keruangan Lintang ia melihat dua sejoli itu merasa sebal " Aku sudah urus wanita gila itu " ucap Richard


" Kak makan lah dulu, ini tadi aku belikan nasi Padang buat kakak " ucap Mentari


" Wah makan gratis, boleh nih, tapi aku makan di ruangan ku saja, di sini aku engap melihat kalian " ucap Richard langsung membawa nasi Padang nya ke ruangan nya


" kenapa dengan nya by.?"


" Entah lah. sudah jangan di pikirkan. ayo makan lagi kasian anak kita harus terganggu oleh paman nya " ucap Lintang, lintang dengan telaten menyuapi Mentari


" Iyah sayang"


" Bagai mana hari ini di kampus.?"


" Biasa saja tidak ada yang istimewa " Jawab Mentari jujur


" oh. sayang "


" Iyah by. "


" tidak apa-apa sayang, ayo makan lagi *


~ Di ruangan Richard


Richard menelpon Yuli namun nihil Yuli tidak kunjung mengangkat nya " Apa lagi sibuk.?" Gumam Richard. Richard tidak melanjutkan makan nya ia merasa Tidak selera karena tidak mendapatkan kabar dari Yuli


Richard merasa khawatir karena tidak dapat kabar dari sang kekasih,Dengan rasa penasaran nya akhirnya Richard pergi untuk mencari Yuli.


~ Rumah Yuli


Yuli sedang menangis tersedu-sedu, Yuli telah di tinggalkan oleh ibu tercinta untuk selama_lama nya " Bagai mana ini kak hiks.." Adik Yuli sangat terpukul kehilangan ibu


" Sudah kamu jangan nangis lagi, sekarang Ibu sudah Tenang di alam sana, ibu sudah tidak merasakan sakit lagi " Yuli memeluk Tubuh sang adik


Para tetangga sudah berdatangan, semua merasa iba kepada Yuli " Yang sabar ya neng, Turut berdukacita, Ibu neng Yuli sekarang sudah tetang di sana " Ucapan Bu RT sambil mengelus pundak Yuli


" Terimakasih bu RT " ucap Yuli tersenyum paksa


Richard yang baru sampai di rumah Yuli langsung shock melihat bendera kuning, tidak menunggu lama lagi Richard langsung masuk ke rumah Yuli, Tangan Richard sudah menutup mulut nya ketika melihat Yuli sedang Memeluk sang adik, sudah di pastikan yang terbaring kaku itu " Sayang " Panggil Richard


Yuli langsung menoleh, air mata nya sudah tidak bisa ia bendung lagi " Hiks " Richard langsung memeluk Yuli. Richard memang tidak pernah merasakan kehilangan seorang ibu, namun Richard bisa merasakan bagai mana hancur nya di tinggalkan oleh seseorang yang kita sayang


" Sayang yang sabar ya " Lirih Richard menahan tangisnya " ibu sudah tidak sakit lagi sekarang, ibu sudah tidur dengan damai "


" Iyah. ibu sudah tidak sakit lagi hiks" Yuli menatap wajah Richard


" Apa kamu sudah menghubungi Mentari.? "


Yuli menggelengkan kepalanya " Kalo begitu aku telpon lintang " Yuli menganggukkan kepalanya


Richard benar_benar membantu Pemakaman Ibu Yuli, lintang dan mentari segera datang ke rumah namun mentari tidak ikut ke pemakaman karena ia sedang hamil, apa lagi hujan rintik-rintik.


Mentari membantu membersihkan rumah Yuli " Bagai mana sudah selesai acara pemakaman nya.?" Tanya mentari kepada sang suami


" Sudah sayang, tapi Yuli dan Richard masih di sana " Jawab Lintang membuka baju nya karena basah


" Kasian Yuli, aku pernah berada di posisi Yuli dan itu sangat menyakitkan hiks "


" Sayang, Setiap orang pasti akan kembali ke maha pencipta, kita pun hanya tinggal menunggu waktu bukan " Ucap Lintang


Mentari menganggukkan kepala " Sekarang kamu harus bisa menguatkan Yuli, agar Yuli bisa menerima semua nya dengan lapang dada "


" Iyah by " Jawab Mentari " Yaudah Haby pakai baju dulu. di saat seperti ini Haby jangan pamer badan bangus, lihat tuh di liat sama ibu_ibu aku tidak terima " Keluh Mentari


" Heheh... maaf sayang, aku tidak tau jika banyak ibu_ibu " Ucap Lintang, lintang langsung mengambil pakaian dan memakainya


Yuli dan juga Richard sudah Samapi di rumah " Yul "


" Tari hiks " Yuli memeluk sahabatnya


" yang sabar ya Yul. aku pernah berada di posisimu jadi aku tau bagai mana perasaan mu saat ini, kamu harus kuat, apa lagi ada adik kamu yang membutuhkan Mun" Yuli melirik kearah adik nya.