
Satu Minggu kemudian
Satu Minggu telah berlalu kini Lintang dan juga Mentari sedang berada di negara sakura. Lintang benar_benar membawa Mentari berkeliling negara setelah kemarin ke Negara singa sekarang sudah di negara sakura
Mereka menikmati Bulan madu mereka sebelum mereka pulang lagi ke kota asal yang akan di sibukkan dengan Perkuliahan dan juga pekerjaan lintang yang sudah menunggu. namun lintang tidak ambil pusing selama ada Richard di sana semua aman.
DI KANTOR
Richard sedang di pusingkan dengan pekeejaan yang menumpuk ia hampir gila karena tidak Ada bala bantuan " Ya Tuhan kepala ku rasanya sudah botak ini " keluh Richard sambil menjambak rambut nya
Tentang percintaan Richard pun harus di tunda karena banyak nya kerjaan. Richard akan bertemu dengan Yuli jika hari Minggu di saat Richard libur. Seharus nya Richard kerja hanya Samapi jumaat namun karena Bos besar tidak akan masuk untuk beberpa Minggu ini akhirnya dirinya lah yang Kena imbas nya
" Demi lintang junior Kepala ku hampir botak " Richard ingin sekali menelpon bos nya itu namun Lagi lagi no Lintang tidak aktif " Kalo Samapi gajih ku tidak naik awas saja, akan ku bakar berkas_berkas ini "
Tok..tok..tok...
" Ya. Masuk "
" Ada apa.?" Tanta Richard tanpa melihat siapa yang masuk karena ia sedang sibuk dengan berkas-berkas yang ada di hadapan nya ini
" Apa aku mengganggu .?" Tanta nya
" Kalo sudah tau nay..." Ucapan Richard terhenti ia langsung menatap siapa yang datang " Sayangggg " rengek Richard langsung berjalan dan memeluk Yuli
" Apa sedang sibuk.? kalo ia aku pamit pulang saja " Ucap Yuli tidak enak
" Tidak tidak.. untuk mu tidak ada kata sibuk " Yuli pun tersenyum mendengar jawaban Richard
Tadi pagi Yuli sudah berniat untuk membawakan Makan siang untuk Richard karena ia tau kalo kekasih nya itu sedang sibuk dengan pekerjaan nya. makanya Yuli berinisiatif untuk membawakan makan siang
" Aku merindukan mu sayang. Maaf aku belum mengajak mu berkencan karena kerjaan ku yang menumpuk " keluh Richard
Selama pacaran memang Richard batu satu kali mengajak Yuli untuk kencan selebih nya ia sibukan dengan pekerjaan
" Iyah tidak apa-apa peria bule ku. kan yang penting gajih mu naik " jawab Yuli terkekeh
" Do'akan saja agar Gajih ku naik agar bisa cepat menghalalkan mu sayang " Richard masih memeluk Yuli.
" benar kah.? wah kamu memang istri idaman Baby " Puji Richard mencolek dagu Yuli
Merek pu duduk di sopa untuk makan siang karena memang jam nya sudah jam makan siang " Ayo di makan "
" suapin " manja Richard
" Baiklah asalkan kamu makan " Ucap Yuli. Yuli pun menyuapi Richard
" pak ini saya bawakan makan sia... " ucap seorang wanita terhenti. wanita itu langsung masuk kedalam ruangan dengan membawa rantang makan siang
Yuli langsung menatap Richard dengan tatapan tajam " bu.. bukan suer aku tidak menyuruh nya untuk membawakan makanan " Ucap jujur Richard lalu menatap wanita itu
" Apa kau tau sopan santun hah.." teriak Richard
" Ma..maaf pak " Wanita itu menunduk
Richard beridri Lalu menaruh tangan nya di saku celananya " Saya tidak pernah mengajarkan Para pegawai tidak sopan seperti mu yang main masuk keruangan atasan tanpa mengetuk pintu " bentak Richard
Yuli baru tau jika Richard adalah laki-laki yang tegas " tadi dia seperti kucing tapi kenapa di hadapan Bawahan nya dia sepeti singa " Batin Yuli
" Ma..maafkan saya pak saya salah "
" Minta maaflah kepada calon istri saya karena calon istri saya bisa saja salah paham " Ucap Richard dingin
Wanita itu langsung mengangkat kepala nya lalu melihat ke arah Yuli yang sedang duduk manis " sial ternyata pak Richard mempunyai calon istri, tapi cantikan juga gue. dia pasti wanita bayaran " batin wanita itu. lalu meminta maaf kepada Yuli " Maafkan saya Nyonya karena saya sudah lancang " ucap wanita itu
Sedangkan yuli dia tersenyum sinis kepada wanita itu. karena Yuli tau wanita sepeti apa yang ada di hadapan nya " Hm.. " jawba Yuli dingin
" Pergi Sanah " Ucap Richard dingin " Eh tunggu "
" Iya pak "
" Jaga sopan santun mu. saya atasan mu jadi jangan dengan lancang nya kamu masuk keruangan ku tanpa mengetuk dulu " Ucap Richard " Dan satu lagi. Jangan pernah membawa makanan untuk ku karena aku tidak akan pernah memakan nya "
Wanita itu pun meremas rantang yang ia bawa sungguh sakit mendengar ucapan Richard yang tajam " Baik pak maafkan saya "