
Lintang dan Mentari baru keluar kamar karena Lintar yang sedang rewel mungkin karena tidak biasa dengan Cuaca Dingin " Ada apa ko sudah pada kumpul saja " ucap Lintar yang sedang menggendong Lintar lalu duduk di sopa
" biasa ada kutu " jawab Richard santai " sepertinya aku harus menambah pembasmi lagi agar kutu-kutu itu mati dan pergi " lanjut Richard
" kalo itu di perlukan kenapa tidak " jawab Lintar santai
" Kamu benar " lanjut Richard
Mentari yang tidak mengerti hanya bisa menjadi pendengar setia saja. " Kalian ini ngomong apa.? dari pada kalian ngomongin yang tidak aku mengerti mending kita pergi ke tempat wisata agar Mendinginkan pikiran kalian " ucap Mentari. Rilis yang sedang asik makan eskrim langsung bangun dan berdiri
" Aku setuju " Ucap nya semangat " Ayo kita bersiap, kita pergi ke pemandian panas saja, di sini ada pemandian air panas yang cukup bagus bahkan Pemandangan nya pun sangat cantik "
" Ibu tidak ikut, karena Ibu merasa lelah jika harus ke sana " Ucap Ibu
" Yah, Ibu gak seru " ucap Rilis. tapi Rilis juga tidak bisa memaksakan Ibu nya untuk ikut apa lagi Ibu sudah mulai tua.
" Ibu akan siapkan kalian bekal biar kalian tidak makan sembarangan di sana " ucap Ibu langsung ke dapur dan menyiapkan Makanan yang akan di bawa oleh anak-anaknya di bantu oleh Pelayan yang di bawa oleh Richard
Sedangkan si mbok, Sedang di beri cuti libur oleh Lintang selama dua hari untuk menemui keluarga nya.
Setalah makanan siap, mereka pun langsung pergi ke pemandian air panas, Walaupun tempat nya di ujung gunung namun itu semua tidak jadi masalah karena itu semua akan terbayarkan dengan pemandangan yang sangat indah.
Mentari dan Rilis langsung turun dari mobil " Wah ini mah lebih dari indah " seru Mentari
Lintang yang menggendong Lintar hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat aksi Mentari " Lihat lah mamah mu, Mamah mu akan lupa kepada kita jika dia sedang senang " Gerutu Lintang bicara kepada Lintar. seperti saat ini. mentari sangat asik bermain dengan Rilis bahkan mereka melupakan para suami yang menunggu di kursi
" Apa kita hanya akan menjadi penonton saja" ucap Richard kepada Lintang
" Entah lah " jawab Lintang. untung Lintar tidur kalo tidak mungkin Lintang akan agak kesusahan
" mereka merasa Masih gadis saja"
" Kamu benar, apa lagi Rilis, lihat tuh dia tidak sadar dengan perut yang sudah bulat kaya gitu " Richard dan Lintang menggeleng kan kepalanya.
Setalah asik bermain, Mentari mendekati sang suami " Haby, Haby kenapa tidak ikut berenang " ucap Mentari
Lintang menatap sang istri " Kalo aku turun berenang, lalu Putra ku siapa yang gendong.?" Tanya Lintang " Aku seperti sedang mengasuh dua anak " keluh Lintang
Mentari mengerutkan kening nya " Dua anak.?" tanya nya heran
" Haby..." Mentari cemberut karena di bilang pecicilan oleh sang suami " Habis haby gak pernah mengajak aku ke tempat sepeti ini, jadi sekali nya ke sini aku langsung asik sendiri " Balas Mentari
" Bukan tidak mau, tapi aku tidak suka kalian berenang di tempat umum, tidak maslaah jika mereka sehat, kalo tidak bagai mana, belum lagi mereka pasti ada yang pipis di kolam itu, Kamu bayangin saja bagi mana jorok nya kolam renang ini " Ucap Lintang tidak habis pikir dengan istrinya yang tidak main turun ke kolam renang begitu saja tanpa memikirkan Kebersihan
Mentari hanya bisa melongo mendengar ucapan sang suami " Haby, haby Samapi segitu nya berfikir.?"
" Iya, dong, aku harus memikirkan nya, karena kesehatan itu mahal " Tadi nya Lintang tidak setuju dengan ajakan Rilis namun karena melihat dirinya yang antusias akhirnya Lintang pasrah " Sepulang dari sini kita langsung periksa ke dokter, biar kita sehat "
Makanan Mentari sampai terjatuh mendengar ucapan sang suami, masa ia harus segitu nya, perasaan ketika Mentari masih sekolah, Mentari sering berenang dengan teman-teman nya dan itu baik-baik saja tidak ada penyakit yang menyerang nya.
Lintang hanya ingin, mereka Sehat dari penyakit, apa lagi Mentari yang habis berenang dengan banyak nya orang, kita tidak tau apa mereka sehat atau tidak, Pikiran Lintang sangat jauh sekali Samapi memikirkan sedetail-detailnya.
Jangan hanya Dimana Rilis dan Juga Richard saat ini, mereka sedang berolahraga di Dalam Hotel karena tadi ketika Rilis Baru usai berenang ia langsung membawa sang suami untuk cek in di hotel, Untung pemandian air panas ini menyediakan Hotel, Hotel yang tidak kaleng-kaleng dengan menawarkan pemandangan yang indah.
Karena menunggu Rilis dan Richard lama akhirnya Mentari dan Lintang membawa sang putra ke restoran untuk mengisi perut.
~ di rumah Ujang
Ujang yang habis menghukum istrinya Samapi babak belur membuat ibu Ujang murka " Kamu ini apa-apan hah! istri sendiri kamu siksa seperti Ini " Kesal Ibu Ujang
" Dia pantas mendapatkan nya, Karena gara-gara dia Bisnisku dan teman ku sekarang di ambang ke hancuran!! " Ucap Ujang dengan Nada tinggi
" Apa maksud mu " Tanya Ibu nya
" Ibu ingin tau, apa yang sudah membuat Perusaan Itu hancur" ucap Ujang " Kau ingin tau wanita yang kau siram dengan air tadi siang itu siapa.? dia itu istri Tuan Lintang, Lintang grup!!" bentak Ujang. Istri ujang menutup mulut dengan tangan nya, Ia tidak percaya telah mengusik istri Lintang " Ini lah alasan ku meninggalkan mu di jalan tadi, dan seharusnya aku bunuh saja kau "
" Jaga bicara mu Ujang " Bentak Ibu " dia sedang hamil anak mu, jadi jangan macam-macam kamu sama cucu Ibu "
" Terserah Ibu saja, aku sudah muak dengan kalian semua, Dan kau!" tunjuk Ujang " Aku tidak mau tau, kau harus meminta maaf kepada Istri Tuan Lintang, dan tidak peduli bagai mana cara nya kau harus membuat tuan Lintang Menaruh saham nya lagi di perusahaan ku, Kalo tidak jangan salahkan ku jika kau mati di tangan ku " Ancam Ujang lalu pergi meninggalkan Ibu dan juga istrinya itu
Sedangkan Istri Ujang dia menggeleng, bagai mana bisa dirinya meminta dan membujuk Tuan Lintang agar Mau menaruh saham nya lagi " Aku harus bagai mana ibu.?" tanya nya kepada Ibu Ujang
" Kamu minta maaflah kepada mereka " ucap Ibu
" Tapi aku tidak berani, Tuan Lintang sangat kejam bahkan Dia tidak pernah ramah kepada siapapun " ucap Nya
" Dari pada nyawa mu dan Cucu ibu melayang, Mending kamu meminta maaf kepadanya, ingat nyawamu taruhan nya " Ucap Ibu