Boss Love

Boss Love
Tamparan Yuli



Lintang dan mentari melihat sikap Yuni yang semakin barbar merasa geram, mereka saja tidak pernah membentak para pelayan, walupun mereka pelayan tapi tetap saja harus di hargai, tidak akan ada rumah bersih jika tidak ada pelayan " Aku semakin geram padanya "


" Tenang sayang, Richard dan Yuli akan pulang besok kita bersabar sampai besok ya " Ucap lintang


" Iyah Haby "


" Dari pada marah gak jelas bagai mana jika kita berenang " Ajak Lintang


Mentari menganggukkan kepalanya " Baik lah Haby siapa tau dengan berenang kepala aku akan semakin dingin "


Awal nya mereka berenang seperti biasanya namun siapa sangka jika di pertengahan lintang malah berpindah haluan. Lintang memeluk dan menc_m mentari di dalam kolam, si Joni pun Yang awal nya mengumpat namun saat ini si joni malah Mengeluarkan taring nya


Ciu_man yang Awal nya biasa sekarang menjadi luar biasa mereka sama_sama di kuasai oleh gai_h mereka, bahakan saat ini mereka sudah melepaskan Kain yang melekat di tubuhnya, entah lah bagai mana cara nya hanya mereka yang tau " Aku sudah tidak sabar Haby " Rengek Mentari


" Baik sayang "


Si Joni sudah di arah kan untuk masuk kedalam rumah, air yang awal nya tenang kini Seperti ombak yang berhamburan, des_hn Mentari melengkapi Perc_n mereka " Uuuhhhhh Haby "


" Kita naik ya " Mentari mengangguk


Setelah mereka naik, mereka tidak langsung ke Kamar mandi melainkan mereka melanjutkan aktivitas yang belum tuntas di sopa, Yang awal nya Tubuh basah karena air, sekarang tidak lagi melainkan basah karena keringat mereka, mereka sangat hot sekali kali ini, setelah Berpindah-pindah tempat akhirnya mereka memilih tempat untuk mencapai puncak di atas meja makan " Aaaahhhhhhh" Suara mereka berdua


" Kamu sangat hebat sayang "


" kamu juga haby " Jawab Mentari mereka langsung membersihkan diri, setelah membersihkan diri Mentari memilih untuk tidur karena lelah, sedangkan Lintang ia memanggil Petugas CS untuk membersihkan kekecewaan kamar nya


Sambil menunggu CS selesai mengerjakan pekerjaan nya, lintang membuka Laptop nya untuk memeriksa pekerjaan yang belum usai. Lintang juga tidak lupa untuk memesan makanan untuk mereka makan malam apa lagi mereka habis berolahraga pasti mereka butuh tenaga yang ekstra


Ketika makanan sudah sampai, lintang langsung menghampiri sang istri untuk mengajak nya makan malam, Lintang membaringkan tubuhnya di dekat sang istri, lintang mengelus wajah cantik Mentari " Sayang bangun yuk "


Bukan nya bangun mentari malah memeluk sang suami lalu pergi alam mimpinya lagi, " Sayang bangun dulu yuk "


" Aku masih ngantuk by " Rengek Mentari


" Tapi kamu harus makan dulu sayang, setelah makan boleh tidur lagi, kasian anak kita kelaperan " Bujuk Lintang


Mentari mendengar kata anak ia pun mencoba membuka mata nya untuk bangun namun bukan bangun Mentri malah Menc_m Bi_r sang suami lalu mentari pergi meninggalkan Lintang yang masih terbaring di atas tempat tidur " Ayo by, kata nya mau makan " Ajak Mentari


Lintang mengusap wajah nya dengan kasar " Ya ampun cobaan begini amat ya " Keluh Lintang, lintang pikir tidak hanya ber_man melainkan melanjutkan untuk Ronde ke dua. Lintang turun dari tempat tidur ia melihat sang istri yang sudah duduk di meja makan


" Cuci muka dulu sayang " Tegur lintang


" Eum baik lah " Mentari menurut ia langsung cuci muka dan kembali duduk di meja makan


" Selamat makan istriku sayang dan selamat makan untuk anak papah " Lintang mengelus perut sang istri


~ Di rumah lintang


Richard dan Yuli sudah Samapi di rumah lintang mereka sengaja tidak memberi tau akan pulang sepagi ini karena Yuli ingin memberikan kejutan untuk sang adik dan juga sahabat nya, namun yang Yuli dapat malah di kejutkan Oleh Yuni yang sedang membentak pelayan karena tidak di sediakan sarapan Yuni juga memecahkan gelas yang ada di tangan nya ke hadapan pelayan " Dasar babu " Bentak Yuni


Yuli berjalan kepada sang adik dan..


Plak..


" Kakak tidak pernah mengajarkan kamu menjadi orang yang tidak berperasaan sepeti ini, bahkan kakak tidak pernah mengajarkan kamu menjadi orang yang arogan " Bentak Yuli


Yuni yang mendapat tamparan di pipi nya sangat terkejut, selama ini sang kakak selalu melindungi nya bahkan menjaga nya dengan penuh kasih sayang tapi ini.. " Ka..kakak " lirih Yuni


" kaget karena kakak menampar mu.? kakak menyekolahkan mu bukan untuk menjadi orang yang arogan "


" Kakak.."


" Minta maaf " Suruh Yuli


" Dia yang salah kak "


" Lalu jika mbak nya yang salah, lalu cara mu yang benar begitu, memaki dan melemparnya dengan gelas.? mana adik kakak yang lemah lembut ?"


" sial kenapa kak Yuli datang sih, dan bukan nya mereka akan satu Minggu tapi ini baru juga beberapa hari " Batin Yuni


Akhirnya Yuni meminta maaf kepada mbak nya, Yuni berubah menjadi Yuni yang lemah lembut di depan Yuli " Maafkan saya ya mbak, saya kelepasan saya mohon maaf " lirih Yuni


" Cih dasar ular sawah " Batin Richard


" mbak maafkan adik saya ya, adik saya sebenarnya sangat baik ia tidak pernah berlaku kasar kepada orang lain " Ucap Yuli meminta maaf kepada si mbak nya


" Iyah non mbak sudah memaafkan neng Yuni " Ucap mbak itu " kalo begitu saya permisi dulu " ucap mbak itu meninggalkan Yuni Yuli dan Richard


" Kakak tidak suka kamu bersiap kasar seperti tadi, maafkan kakak karena sudah menampar mu " ucap Yuli memeluk sang adik, tapi sang adik malah mengedipkan mata nya ke arah Richard


Richard sangat muak melihatnya " sayang Seperti nya mereka tidak ada di rumah " Ucap Richard


Yuli melepaskan Pelukan nya " Dek Diman kak mentari dan juga kak lintang.?"


" gak tau, semenjak Adek di sini gak pernah melihat mereka, apa mereka membenciku ya kak.?" Tanya Yuni sedih


" mana mungkin mereka seperti itu, kalo mereka benci mana mungkin kak lintang mau memberikan biaya sekolah untuk mu " Ucap Yuli


" Tapi nyata nya mereka tidak suka dengan kehadiran ku "


" Kalina ini ngomong apa sih, sahabat ku tidak mungkin membenci orang tanpa alasan, lagian kamu tau kan sayang kalo lintang itu sangat neng membahagiakan istri nya " Ucap Richard yang benci melihat ke bohongan Yuni


Bukan tidak ingin membongkar kebusukan Yuni tapi Richard masih memikirkan Yuli yang sangat menyayangi Yuni, biarkan waktu yang menjawab bagai man sikap Yuni yang sebenarnya


Richard menyuruh pelayan untuk membuat kan sarapan, karena mereka belum sarapan sejak tadi pagi