
Tapi aku tidak berani, Tuan Lintang sangat kejam bahkan Dia tidak pernah ramah kepada siapapun " ucap Nya
" Dari pada nyawa mu dan Cucu ibu melayang, Mending kamu meminta maaf kepadanya, ingat nyawamu taruhan nya " Ucap Ibu
~ Di kota
Sesuai rencana, Mereka sehabis dari kampung langsung ke makan Mendiang Ayah Lintang, Mereka berdoa dan mengajak Ayah lintang bicara seolah Ayah Lintang Berada duduk di antara mereka,
Karena hari sudah mulai malam mereka pun langsung pulang ke rumah masing-masing karena ujan pun mulai turun. Sesampainya di rumah Mentari membuatkan Air wedang jahe untuk Lintang " Haby, ini di minum dulu " ucap Mentari memberikan satu gelas wedang jahe kepada Sang suami
" Terimakasih sayang " Ucap Lintang mengambil gelas di tangan Sang istri
Mentari duduk di samping Lintang yang sedang membuka Laptop nya " Apa haby, masih harus mengerjakan pekerjaan walaupun sedang lelah.?" Tanya Mentari
Lintang tersenyum lalu menutup Laptopnya " Haby, hanya mengecek nya aja sayang, Dua hari kemarin Haby, gak mengecek nya" Jawab Lintang mengelus punggung sang istri
Mentari Menyenderkan kepalanya di bahu sang Suami " haby "
" Iyah sayang " jawab Lintang
Lintang mengerutkan Kening nya " Kenapa.?"
" Aku melihat Ibu Mbak Rilis tadi merasa kasian harus di tinggal oleh anak nya, Aku tidak ingin di masa tua ku nanti Tidak ada yang menemani " lirih Mentari. Mentari merasa Sedih ketika Ibu Rilis meneteskan air mata nya ketika Kepergian Rilis, Mungkin hanya Mentari yang menyadari itu semua karena yang lain sibuk dengan barang-barang Mereka
" Kan masih ada aku sayang " ucap Lintang mengecup kening sang istri " Lagian Banyak anak itu tidak bagus untuk kesehatan mu, nanti kamu akan sering marah-marah karena mereka berantem dan merebutkan hal Sepele" Lanjut Lintang. Lintang tau maksud sang istri yang tidak ingin kesepian di masa Tua nya, namun jika sang istri hamil kembali Lintang tidak ingin membuat sang istri stres atau Kelelahan karena harus mengurus anak-anak nya.
Mentari membuang Napasnya " Satu aja by, lagian kan kita belum punya anak perempuan, Kalo aku punya anak perempuan kan seru by,, bisa masak bareng. " ucap Mentari " Aku juga ingin pergi berbelanja pakaian anak perempuan seperti, Pakaian anak perempuan sangat lucu-lucu beda dengan anak laki-laki yang begitu-begitu aja " lanjut Mentari sambil membayangkan jika dirinya mempunyai seorang anak Perempuan pasti akan sangat senang sekali
" Kalo nanti yang lahirnya laki-laki.?" tanya Lintang
" kan haby, banyak uang, jadi kita bisa program Anak perempuan, yah yah Plis " Ucap Mentari memohon
Lintang mengulum senyum mendengar ucapan Mentari " Baiklah terserah kamu saja sayang, hanya satu tidak lebih, mau itu laki-laki atau perempuan pokonya hanya satu kali lagi "
Mentari tersenyum kegirangan " makasih Haby sayang " Ucap Mentari mencium pipi dan kening sang suami lalu pergi ke atas tempat Tidur karena besok dirinya harus kuliah Full.
Lintang menggelengkan kepalanya melihat sang istri yang seperti Itu, Lintang pikir akan ada sesi kedua tapi nyata nya hanya lamunan saja. Lintang menyudahi memeriksa Laporan nya lalu ia ikut naik ke atas tempat tidur Lintang memeluk sang istri lalu ikut masuk kedalam mimpi