
Malam ini lintang mengajak sang istri untuk makan malam namun makan malam ini tidak sesuai dengan pikiran mentari " kak ini " ucap mentari menutup mulut nya dengan tangan
" Iyah sayang "
" indah sekali kak "
" Apa kamu suka.?"
Mentari mengangguk cepat " Suka. suka banget "
Lintang mempersilahkan sang istri untuk duduk di kursi yang sudah ia tarik. lalu ia pun duduk di samping sang istri
prok..prok..
Lintang menepuk tangan nya. kode agar makanan segera di siapkan
" Silahkan tuan " Para pelayan pun menaruh makanan itu di atas meja
Lintang memotong daging nya lalu menyuapi Mentari " bagai mana enak .? "
" Enak " Jawab mentari sambil tersenyum
" Kalo begitu makan lah " Lintang memakan makanan nya sambil memandangi sang istri
" jangan di lihat terus aku malu "
" Kenapa malu. aku ini kan suami mu calon dari anak_anak kita "
Wajah mentari memerah " apa tadi kata nya calon ayah dari anak_anak nya.. Uh.. sweet banget " batin mentari
" Sayang kamu tau. aku sangat bahagia sekali mempunyai mu. bahkan aku merasa bermimpi bisa menikah dengan wanita cantik dan juga mandiri seperti mu. Aku laki_laki yang beruntung memiliki mu sayang " lintang mengecup punggung tangan sang istri
Mentari bahagia mendengar ucapan sang suami ia benar-benar ikut bersyukur " Aku juga bagai kak bisa menikah dengan kakak "
dengan di iringi musik mereka menikmati makan malam yang sangat romantis bahkan ucapan cinta tidak terhenti dari mulut Lintang
" Apa.? "
Mentari menengok ke kanan dan kiri lalu dengan pelan ia melepaskan cel_na dal_m nya " Mana tangan kakak "
lalu mentari memberikan cel_na dal_nya kepada Lintang " Sayang.. ini " lintang menggeser kursi agar lebih dekat dengan Sang istri. lintang menc_m pemberian Mentari " Ini sangat harum sayang "
Jari_jari mentari mulai meraba Pah_ Lintang di bawah sana membuat Lintang melotot karena aksi berani sang istrinya. bahkan mentari menurunkan resleting cel_a milik sang suami lalu mengelus Si joni di bawah Sana " Be si Joni berdiri " Bisik mentari
" Aku suka panggilan mu sayang " Lintang mend_h kecil ia menhan sekuat tenaga agar tidak bersuara
" Kalo be suka mulai sekarang aku akan panggil Haby mulai sekarang " ucap Mentari dengan tangan yang masih nakal. untuk tempat nya redup tidak terlalu terang jadi tidak akan ada yang melihat Aksi Mentari
" Sayang kita pulang yu " Ajak Lintang tidak tahan
" Apa Habi tidak ingin mencoba bermain tangan di sini.?" tanya Mentari
" Uh sayang.. ini sungguh tantangan baru " Lintang Menyingkapkan gaun Milik sang istri lalu meraba Apem yang sudah tidak terbungkus di dalam sana
" Uh by... " des_h pelan Mentari
" Apa ini enak sayang "
" Iyah by.. " Lintang tersenyum ia pun melancarkan aksi nya untuk bermain jari di dalam apem
Mentari menggigit bibir bawah nya ini sungguh tantangan batin nya " Aku mau tumpah by " bisik Mentari
" Tumpahkan sayang " Jari_jari lentik mentari sudah meremas Paha Lintang ia benar-benar akan menumpahkan nya
" Aahh... " Suara yang di tahan namun ekspresi tidka bisa bohong. Ekspresi kenik_n
Lintang menarik tangan nya setelah tumpah lalu menj_tinya " by.. jorok " bisik Mentari. Sedangkan lintang malah tersenyum
" Aku suka aksi baru mu sayang " bisik lintang