
Hari ini Mentari di sibukkan dengan aktivitas nya karena hari ini banyak sekali pelanggan yang datang ke tempat laundry. Beda hal nya dengan Lintang dan juga Richard mereka sedang asik ngopi di ruangan kerja milik lintang
" Apa kau tau jika kedua orang tua Tari telah tiada.?"
Lintang yang sedang meminum kopi nya langsung terdiam " Benar kah.? "
" Iyah "
" Kau tau dari mana.?"
" Dari Yuli. kemarin ketika kita sedang baik biang Lala dia cerita tentang Mentari awal nya gue hanya pancing_panjing dikit karena gue tau kalo Lo itu tertarik kepadanya "
Lintang tersenyum " Lalu. apa informasi apa lagi yang kamu dapat.? "
" Kedua orang tua nya telah tiada ketika ia berusia 15thn. Mereka meninggal akibat roboh nya sebuah sekolahan kebetulan kedua orang tua Mentari sedang mengajar waktu itu " Lintang mengerutkan kedua alis nya
Richard menceritakan semua yang ia tau dari Yuli tanpa terlewat sedikit pun. Richard sengaja mencari informasi tentang Mentari karena ia tau jika sahabat nya itu menyukai mentari. selama Ini Richard tidak pernah melihat lintang bersama wanita karena ia tau jika lintang itu sangat anti dengan wanita tapi beda hal nya ketika ia bertemu dengan mentari bahkan Richard merasa ngeri ketika Lintang curi_curi pandang sambil tersenyum itu sangatlah langka bagi nya.
" Maka dari itu jika Lo suka sama dia. Lo tidak boleh mempermainkan nya karena hidup nya sudah berat jangan sampai Lo menambah berat beban hidup nya "
" Itu tidak akan pernah terjadi " balas Lintang sambil mengalihkan pandangan nya keluar kaca
" Gue kasian sama hidup nya. di usia belia dia sudah harus tinggal sendiri tanpa ada nya orang tua atau pun keluarga " ucap Richard " Ngomong_ngomong ko Lo bisa langsung klik gitu sama dia.? padahal gue sering sekali memperkenalkan wanita_wanita cantik untuk mu "
Lintang menatap sahabat sekaligus Asisten nya itu " Gue suka sama wanita yang mandiri dan cerdas agar obrolan kita nyambung. Ketika Gue mengambil pakaian di tempat Laundry miliknya kemarin gue liat dia sedang baca buku bisnis dan gue yakin jika dia adalah gadis yang tepat untuk gue. cerdas dan Tidak manja seperti wanita_wanita yang kau kenalkan kepadaku yang mereka bahas hanya shoping klabbing dan.. " Lintang langsung menggerakkan Jari jempol dan juga jari telunjuk nya " Uang " Lintang tersenyum sinis sambil memutarkan bola mata nya ke arah lain
Richard langung menggaruk kepala yang tidak gatal. ia sadar jika salam ini teman_teman wanita nya tidak ada yang beres. apa lagi mereka tau siapa lintang, semakin gencar mereka ingin dekat dan tidur bersama nya " Sorry gue emang salah. Lo kan tau sendiri bagai mana pergaulan gue selama ini "
" Makanya berhentilah main wanita. cari lah wanita yang benar tinggalkan dunia gelap mu itu sebelum karma menghampiri mu " ucap lintang serius
Selama ini lintang selalu melihat bagai mana kelakuan sahabat nya itu, mungkin karena pergaulan nya ketika kuliah di luar negri namun budaya di sini tidak sama dengan di sana yang bebas " Jangan samakan negara kita dengan negara kemarin karena negara kita mempunyai budaya yang beda dengan negara kemarin. Kita tidak bisa semena-mena di sini. hargai wanita seperti kita menghargai ibu kita sendiri "