
Sudah tiga hari Rilis dan Richard berada di kampung, Rencana nya mereka akan di kampung sekitar lima hari itu pun atas ijin Lintang yang memberikan Cuti untuk mereka, Awalnya Lintang menentang mereka libur namun Richard memohon agar mereka di berikan Libur karena ini adalah pernikahan mereka.
" Ibu sedang apa.?" Tanya Richard yang melihat Ibu sedang membersihkan tanaman sayuran nya .
" Ini, Ibu sedang membuang Rumput yang mulai tumbuh " jawab Ibu
" Oh, sini biar aku bantu Bu" Richard langsung mengambil alih dan membantu Ibu
Rilis yang keluar dari rumah, melihat Ibu dan suami nya sedang merawat sayuran di Depan Rumah, Rilis berjalan dan menghampiri Ibu dan juga Richard " Ibu Kaya nya enak jika kita makan di bawah Pohon mangga " Celetuk Rilis
Ibu mengkerut keningnya " Apa kamu sedang mengidam.?" tanya Ibu kepada Rilis
" Mungkin"
" Kalo begitu baik lah, kita akan makan di bawah pohon mangga, Dan Nak Richard ambilkan daun pisang di sana " Pinta Ibu kepada Richard
" Untuk apa Bu.?"
" Akan lebih nikmat jika makan nya di alasi daun pisang " Lanjut Ibu
" Wah ide Ibu memang mantul " Seru Rilis.
Ibu mengelar Tikar di bawah pohon mangga, lalu menaruh nasi dan lauk pauk di atas daun pisang, Benar saja, Rilis sangat Lahap menyantap makanan yang di sediakan oleh ibu
" Wah, Nuju botram ya Bu.?" tanya tetangga Ibu
( Wah, lagi makan bersama ya Bu )
" Muhun ceu, sini atuh ngiring ngariung " Ajak Ibu " Mumpung aya jengkol Ama lauk asin peda berem"
( Iyah ceu, Sini atuh ikut ngumpul, mumpung ada jengkol sama ikan asin peda merah )
" Muhun mangga ngiring Raosna " Jawab tetangga Ibu yang langsung pergi meninggalkan Ibu
( Tidak terimakasih ikut enaknya )
Rilis Richard dan Ibu melanjutkan makan siang nya, apa lagi Rilis yang tidak ingin kehabisan, Sedangkan Richard ini pertama Kalinya memakan Jengkol dan juga ikan asin, di rumah nya mana ada makanan yang kaya gini, tapi demi menghargai Ibu, Richard pun ikut Makan
" Oh iya Bu, Aku rencana nya ingin memperluas rumah Ibu, kan lumayan Halaman Ibu cukup luas " ucap Richard
" Tidak pernah Nak, segini juga sudah cukup Untuk Ibu, lagian di rumah kan hanya Ada Ibu " Tolak halus Ibu
" Biar tambah nyaman Bu, Apa lagi nanti ada Cucu Ibu pasti akan membutuhkan tempat yang agak luas,, Ibu tenang aja nanti Aku akan Carikan orang agar Ibu ada teman di rumah "
Rumah Ibu memang sudah nyaman tapi akan lebih nyaman lagi jika Richard membangunnya kembali dan akan mencari orang Untuk menemani Ibu di rumah, agar Ibu ada teman mengobrol
" Terima saja Bu " bujuk Rilis, Rilis tau apa yang di maksud Richard, Rilis juga ingin membuat Ibu nyaman.
" Baik lah, bagai mana kalian saja, Ibu menurut " jawab Ibu
Rilis dan Richard tersenyum " Selama rumah ini di bangun, Ibu ikut kamu ke kota saja dulu, nanti jika sudah beres Ibu bisa balik lagi ke sini, sukur-sukur kalo Ibu mau tinggal dengan kita di kota " lanjut Richard. Richard tidak keberatan jika Ibu tinggal dengan nya Apa lagi selam ini Richard tidak pernah merasakan yang nama nya kasih sayang dari seorang Ibu
Ibu sedikit berfikir " Baik lah, Ibu Akan ikut denah kalian tapi hanya sementara Jika rumah ini telah usai biarkan Ibu kembali ke sini "
" Baik Bu, Senyaman nya Ibu saja "
" Kalo begitu, mari kita pulang besok pagi, agar rumah Ibu segera di bangun " Ajak Richard
~ keesokan harinya
Sesuai dengan rencana Hari ini Richard,Rilis dan Ibu akan pergi ke kota dan Rumah juga akan segara di bangun oleh arsitek yang Richard sewa.
Ibu membawa sayuran dan yang lain-lain nya untuk di bekal di sana, sebagian nya di bagikan kepada Tetangga Ibu, kan sayang jika tidak di berikan nanti malah terbengkalai
Warga kampung langsung heboh ketika mendengar Rumah Ibu Rilis mau di bangun, Bahkan Ibu ujang pun langung meradang karena Warga menyanjung Suami Rilis yang kaya raya.
( Ini teh rumah, atau istana )
" Ayo masuk Bu" ajak Richard
Ibu dan Rilis ikut masuk kedalam rumah, Ibu sangat terkagum-kagum melihat isi rumah, Ibu membuka sendal " Di pakai saja Bu " ucap Richard
" Nanti kotor " Jawab Ibu yang sudah membuka sandal nya " Lihat lantai nya meni licin "
" Tidak jadi masalah Bu, nanti akan ada yang membersihkan nya " ucap Richard
" Sudah Bu, pakai saja " Ibu memakai sendal nya kembali
" Tuan "
" Siapkan kamar untuk Ibu mertua saya "
" Siap tuan "
" Wah mantu Ibu hebat ya, bisa menyuruh orang " Seru Ibu
Richard dan Riris saling pandang " Ayo Bu Duduk " Ibu duduk si sopa Tv
Ibu di buat kagum melihat Tv yang begitu besar " Iye tv atau layar tancap.?" Celetuk Ibu
( Ini tv atau layar tancap )
" Ini tv Bu " Jawab Rilis
Richard mengumpulkan para pekerja di rumah nya. Di rumah Richard ada tukang cuci,tukang beres-beres, Tukang kebun, Tukang masak dan dua sekuriti " Perkenalkan, Ini adalah istri dan Ibu mertua saya, saya minta kalian untuk menghormati dan mengikuti perintah Ibu dan istri saya "
" Siap Tuan " seru mereka semua
" sekarang balik lah ke pekerjaan kalian masing-masing, dan Untuk bibi, Tolong siapkan Makan malam spesial untuk menyambut Istri dan juga Ibu mertua saya "
" Baik tuan " Ucap bibi
Richard dan Rilis membawa Ibu ke kamar nya untuk istirahat karena pasti Ibu lelah setelah perjalanan jauh.
Rilis dan Richard pun ikut beristirahat " Makasih ya "
" Untuk.?"
" Untuk semua nya " jawab Rilis tulus
Richard menatap sang istri " Aku menikahi mu karena aku mencintaimu dan menyayangi mu, Begitupun kepada Ibu, aku menyayangi nya seperti Ibu ku sendiri, Kebahagiaan Ibu kebahagiaan aku juga " Ucap Richard
Rilis meneteskan air mata nya, baru kali Ini Rilis merasa terharu dengan ucapan suami ke dua nya " Kenapa menangis.?"
" Aku bahagia, bahagia memiliki mu " Jawab Rilis
Richard mengelus perut rata Rilis " lihat lah Mami mu, dia sangat cengeng " Adu Richard kepada calon anak mereka
Plak..
Rilis menepuk lengan Richard " au, sayang "
" Lagian ngapain Ngadu-ngadu segala " Kesal Rilis
" Wah lihatlah Nak, mami mu sangat jahat juga " Richard terkekeh melihat Wajah Rilis yang sudah manyun dan tatapan tajam nya
Rilis Turun dari tempat tidur lalu ia keluar dari kamar untuk menghindari Richard