
DUA HARI KEMUDIAN
Pagi ini Mentari sudah siap untuk pergi berlibur ke kota B bersama Lintang dan yang lain nya
Lintang yang melihat Mentari sudah sampai di depan perusahaan nya. Ia langsung melambaikan tangan nya untuk memberi kode bahwa dirinya sudah ada
Para karyawan pada melirik kemana lambaian tangan Milik tuan nya itu. Sungguh tidak bisa di percaya bahwa tuan nya itu melambaikan tangan kepada Seorang perempuan yang imut nan cantik
" Mimpi apa aku semalam.. "
" Seperti nya hari ini. hari patah hati "
Begitu lah kira_kira desas desus para karyawan
Mentari memberi salam kepada semua orang sambil membungkuk kan tubuhnya sedikit lalu ia berjalan ke arah Lintang yang sudah berdiri di sana di temani oleh Richard " Halo kak. halo kak Richard " Sapa Lintang
" Halo juga " Balas Richard sambil melambaikan tangan nya. lalu ia mencari sosok yang ia cari " Teman mu kemana.? tidak jadi ikut.?"
" Yuli kata nya nanti nyusul "
" Loh kenapa sayang.?"
" Nanti dia mau di antar oleh cowok nya " Balas Mentari sambil melirik ke arah Richard
" Oh " jawab Lintang. Ia merangkul pinggang Mentari lalu mengecup bi** mentari
" Is kak malu "
" Biarkan saja. lagian suruh siapa mereka diam di sini melihat kita " Ucap Lintang " Ayo kita pergi " Ajak nya
Sedangkan Richard ia merasa sedih karena tidak bisa bareng dengan Yuli. entah lah hati nya tiba-tiba mendung
Mereka masuk ke satu mobil sedangkan yang lain menaiki bis. " Apa dia tidak merindukan ku dan apa dia sekarang mempunyai pacar.? kenapa dia lebih memilih pergi dengan laki_laki itu dari pada dengan ku " Gerutu Richard
Mentari yang melihat sikap Richard mendadak jadi pendiam ia bisa mengartikan bahwa Richard menyukai Yuli " sayang kenapa kamu melihat ke depan terus "
" Aku tu di sini bukan di sana " Lintang merasa kesal karena tidak di perhatikan
Richard yang melihat sikap Lingtang. hanya bisa geleng-geleng kepala.
" Uduh kakak ku ini ngambek " ucap Mentari sambil mengelus-elus dagu lintang
Lintang tersenyum geli karena di elus_elus gitu sama Mentari apa lagi di dagunya banyak bulu_,bulu halus " Sudah ya jangan ngambek lagi di sini gak ada balon soal Nya "
Seketika Lintang mengerutkan kedua alis nya " Untuk apa balon.? "
" Untuk mu. kan kamu sedang merajuk "
", Aku tidak perlu balon. karena aku punya dua gundukan yang lebih menyenangkan " ucap Lintang sambil melirik ke arah dua gundukan milik Mentari
Plak..
" Sayang sakit " keluh Lintang
" lagian pikiran nya kotor gak tau apa di sini bukan hanya ada kita "
" Richard apa kamu melihat dan mendengar kan kita.? "
Richard yang di tanya langsung menjawab " Tidak. malah aku merasa Di mobil ini sedirian "
" Dasar teman gak ada akhlak mana mungkin aku tidak melihat dan tidak mendengar. dia pikir aku tuli dan buta " gerutu Richard yang masih setia mengendarai mobil nya
" Mana mungkin kak Richard tidak tau. kalian ada_ada saja " Ucap mentari. ia langsung menyenderkan kepala nya di dada bidang Lintang lalu memejamkan mata nya agar Lintang tidak banyak ulah.
" Uh manis sekali pacar ku ini " puji Lintang sambil menoel_noel pipi milik Mentari
" Aku jadi jijik padamu " Ceplos Richard yang merasa jijik melihat ke bucinan Lintang kepada Mentari
" Bodo amat " jawab Lintang langsung memeluk Mentari