Boss Love

Boss Love
Meluruskan



Setelah obrolan dengan Lintang, Richard langsung pulang ke rumah nya untuk mandi dan bersiap untuk ke kantor " sudah puaskan kau bermain jal_g di luar sana.?" Tuduh Yuli yang sedang duduk cantik di dekat jendela


Richard tidak bergeming, ia langsung masuk kedalam kamar mandi


Yuli berdengus kesal melihat suami nya yang tidak menjawab ucapan nya " Awas saja jika aku mengetahui perselingkuhan mu " Kesal Yuli


Tak lama kemudian Richard keluar dari kamar mandi, Yuli langsung menghampiri nya " Wah bagai mana pelayan jal_g mu semalam, apa kamu paus .?" tanya Yuli


Namun Richard masih bungkam " Kamu dengar tdiak sih aku ngomong " Kesal Yuli


Richard melihat Yuli dengan tatapan tajam nya " apa aku harus menjawab.? Semalam saja ketika aku Naya kepadamu, apa kamu menjawab ucapan ku.? kamu malah tidur tanpa menghiraukan aku yang sedang meminta penjelasan kepadamu " Ucap Richard " Aku di sini kepala keluarga tapi kamu sedikit pun tidak menghargai ku " Richard langsung meninggalkan Yuli yang masih berdiri mematung


Tangan Yuli sudah mengepal, Bukan itu yang ingin di dengar oleh Yuli " Kamu jahat hiks.." Yuli menumpahkan air Mata nya ketika Richard sudah pergi


~Siang hari


Mentari memberhentikan tukang bakso yang lewat rumah nya, ia membeli bakso yang super pedas karena siang ini cukup panas " Eh nyonya lintang suka bakso juga.?" Tanya tetangga nya


" ini mah makanan favorit saja Bu " Jawab Mentari


" Wah jangan banyak_banyak nyonya, nanti kasian si dedenya " Kata ibu itu


" Iyah Bu, Terimakasih nasehat nya" ucap Mentari ramah


Di pojok sana ada Yuli yang sedang memperhatikan Mentari yang sangat ramah kepada para tetangga bahkan Yuli melihat Mentari tersenyum ceria ketika Ibu_ibu itu mengajak nya ngobrol " sial lihat saja nanti akan aku permalukan kamu " Yuli menghampiri Ibu_ibu yang sedang Beli bakso


" wah ada Nyonya lintang " Ucap Yuli yang masih memegang sapu dengan rambut yang sedikit acak_acakan


" Ini.."


" oh perkenalkan saya pemilik rumah ini, dan saya istrinya Tuan Richard " Ucap Yuli yang langsung menyalami ibu_ibu itu


" Oh ia, nyonya lintang Seperti nya sedang hamil ya.? Itu beneran anak tuan lintang atau.." Ucapan Juli terhenti " maaf ya nyonya, ya nama nya juga kan tiang lintang itu pengusaha muda dan kaya raya gitu "


Mentari tersenyum sinis, namun masih bersikap biasa saja " Maaf ya, saya tidak mengenal anda, Tapi jika anda ingin berkenalan dengan saya boleh ko, jangan Samapi anda masuk ke ruang saya lagi dan memecahkan guci dan pot bunga saya hanya karena kehilangan suami nya"


Ibu_ibu itu langsung berbisik dan menatap Yuli dengan tatapan yang aneh


" kau.!"


" maaf ibu_ibu saya duluan ya, di luar panas " pamit Mentari yang langsung pergi ke dalam rumah


Persahabatan yang sudah berjalan beberapa tahun, harus kandas karena ada nya orang ketiga, dulu mereka saling dekat saling merindukan bahkan saling membutuhkan tapi sekarang mereka seolah musuh bebuyutan yang tidak ingin kalah " Aku sudah tidak mengenaliku lagi Yul, dulu kita pernah bercita-cita untuk bersahabat Samapi tua nanti, tapi sekarang kamu sendiri yang menghancurkan semua nya " Gumam Mentari menghapus air mata nya


Yuli masuk ke rumah dengan hati yang kesal " Awas saja kamu mentari aku akan balas apa yang sudah kamu perbuat kepadaku " gumam Yuli mengepalkan tangan nya


~ Di kantor


Richard dan lintang baru selesai makan saing, mereka langsung balik lagi ke kantor karena jam istirahat sudah mepet. Walaupun bos tetap saja Lintang ingin memberikan contoh yang baik untuk para karyawan nya


" bagai mana dengan istrimu ? apa kalian sudah mengobrol.?" Tanya lintang


Richard menggelengkan kepalanya " Boro_biro ngobrol, dia malah menuduhku sudah bermain jala_g di luar sana "


" Mungkin karena dulu kamu suka bermain dengan jal_g maknya Yuli berfikir seperti itu "


" iyah mungkin salah aku juga karena dulu aku suka bermain ****** "


"Iyah makanya Kenapa Yuli bisa berfikir Seperti itu, Lebih baik kamu selesaikan dulu permasalahan mu dengan istrimu, Jangan berlama-lama marahan itu tidak baik untuk pasangan suami istri " ucap lintang menasehati " apa lagi pernikahan kalian belum ada satu Minggu "


Richard mengangguk paham, nanti setelah pulang kerja Richard akan ngomong baik_baik kepada istrinya dan meluruskan semua nya. Richard juga tidak ingin rumah tangga nya selalu panas dengan Maslaah


Jam sudah menunjukan jam pulang kerja, Richard langsung pulang ke rumah. Tidak ada sambutan dari sang istri, padahal Yuli dan Yuni sedang duduk di sopa Ruang tv " Yuli aku ingin ngomong sama kamu, ke kamar sekarang " Ucap Richard yang langsung naik ke lantai dua


" Wah kak, Seperti nya kak Richard masih marah sama kakak " Ucap Yuni sendu " maafkan aku ya kak, karena aku sudah membuat kakak ribut sama kak Richard "


" sudah ini bukan salah mu, lagian kamu ini adik kakak, sudah sewajarnya kakak melindungi mu dan membela mu " Jawab Yuli mengelus rambut sang adik " Tunggu di sini ya, kakak menusuk kak Richard dulu " Yuli pun masuk ke dalam kamar nya, Yuli melihat sang suami yang sudah duduk di sopa dengan tangan nya yang sedang memegang rokok


" Duduklah " ucap Richard


Yuni pun duduk dengan sikap angkuh nya " Ada apa.?"


" Kenapa kamu menjadi berubah seperti ini, mana Yuli yang dulu aku kenal.? mana Yuli yang lemah lembut " tanya Richard " Aku seperti tidak mengenalmu, kamu berbuah dalam waktu satu malam, kamu menampar sahabat kamu sendiri dan.. Kamu juga membuat aku malu di depan lintang, Kamu tau sendiri bagai mana keluarga lintang sangat baik kepadaku.? Lalu sekarang apa."


." Jadi kamu menyalahkan ku.?" Tanya Yuli " Tidak akan ada seorang kakak yang membiarkan adiknya di perlakukan seperti itu "


" Kamu salah, jika posisinya di balik kepadamu, Apa yang akan kamu lakukan, ketika adik wanita teman mu itu mencoba mengambil alih tugas seorang istri.? mungkin bagi kamu Yuli adalah adik perempuan mu, tapi apa Yuni menganggap lintang sebagai suami dari sahabatmu.? " Tanya Richard


Yuli tidak bergeming ia Masih dengan sikap angkuh nya " Tidak ada wanita dan laki-laki berstatus kakak adik sedangkan mereka tidak sedarah, coba kamu renungkan " Ucap Richard " Dan soal semalam aku tidak bermain jala_g seperti tuduhan mu, aku hanya ingat kita saling menenangkan pikiran kita masing-masing, soal tagihan guci yang kamu sudah kamu pecahkan, aku sudah membayar nya. "