
Pagi ini Ibu sudah bangun dan sibuk dengan alat-alat dapur walaupun awalnya mereka melarang karena takut Richard memarahi mereka namun dengan bujuk rayu ibu, alhasil mereka pun menyerah dan membiarkan Ibu untuk memasak " Kalian ini tidak perlu sungkan dengan Ibu, kita sama-sama dari kampung ko " Ucap Ibu sambil meracik masakan nya
" Maaf nyonya " Kaya bibi
Brak..
Ibu menaruh panci di atas meja " Sudah ku bilang jangan panggil nyonya-nyonya segala, Panggil Saya Ibu " Kesal ini yang sedari tadi terus saja dipanggil nyonya oleh mereka
" Tapi.. "
" Tidak ada tapi-tapian " Jawab Ibu langsung " Sekarang kalian kupas lah sayuran ini dan cuci yang bersih " Punya Ibu
" Baik Bu " jawab nya pasrah
Sedangkan di kamar, Richard dan Rilis mereka sedang berolahraga dengan di temani Hujan yang rintik-rintik di luar
" Aaahhhh.... " Lirih kedua nya
Sekarang mereka tidak membutuhkan lakban atau menutup suaranya lagi karena kamar Richard terpasang pengedap suara, Mau mereka jungkir balik pun tidak akan ada yang mendengarkan nya
" Terimakasih istriku " Ucap Richard memeluk Rilis di tempat tidur
" Iyah sama-sama suamiku " Jawab Rilis mempererat pelukan nya
Karena cuaca sangat mendukung untuk melanjutkan tidur, mereka pun akhirnya tidur kembali karena jam juga baru menunjukan jam Setengah enam pagi.
~ Di Korea
Mentari dan Lintang sedang berjalan-jalan di taman dekat Apartemen sambil membawa bayi Lintar, Cuaca yang hangat membuat mereka senang berjalan-jalan sambil mampir si supermarket untuk membeli bahan-bahan keperluan di dapur
Di taman Mentari duduk di kursi sambil melihat bayi Lintar yang tertidur pulas di dalam sttoler " Lihat lah anak kita, dia malah tidur nyenyak padahal di sini sangat berisik sekali " Ucap Lintang
" Biarkan lah, mungkin dia pikir suara berisik ini adalah musik untuk tidur " Mentari dan Lintang tertawa, mereka menikmati es krim yang di belinya tadi di supermarket
" Sudah lama kita tidak berjalan seperti ini "
" Iyah, sudah lama sekali, apa lagi ketika aku hamil kamu tidak pernah membawa ku untuk pergi ke taman " keluh Mentari
" Itu kan demi kebaikan mu sayang " Bela Lintang " Aku hanya Ingin menjaga dan melindungi mu, kamu tau sendiri kalo aku ini bukan orang sembarangan "
" Heum.. iya aku tau, kalo suami ku ini bukan orang yang sembarangan bahkan bahaya bisa dimana saja makanya aku harus nurut kepadamu "
" Hehehe kamu memang paling bisa sayang " Ucap Lintang
Mentari hanya menggeleng kan kepalanya
Karena hari mulai siang, Lintang dan mentari kembali ke apartemen dengan mendorong sttoler Lintar " By " panggil Mentari
" Iyah sayang "
" Ko aku kaya melihat ada Yuli ya di sana " Tunjuk Mentari ke arah lain
" Mana.? " Tanya Lintang
" sudah pergi By " Mentari menggelengkan kepalanya
" Kamu mungkin salah liat sayang, mana mungkin Yuli ada di sini " Ucap Lintang meyakinkan
Mentari menidurkan Lintar di atas tempat tidur karena Lintar sudah bangun ketika mau di pindahkan ke box bayi " by, aku bisa titip Anak kita dulu, Aku mau masak buat makan siang " ucap Mentari kepada Lintang yang baru saja keluar dari kamar mandi
" boleh dong sayang, apa yang tidak untukmu " Ucap Lintang menggoda
" ingat jalan ke Sana sedang banjir jadi jangan suka menggoda " ledek Mentari
" Hehehe Banyak jalan untuk bisa memanjakan si Joni sayang ucap Lintang menc_m bi_,r Mentari
" Dasar mesum " Mentari langsung ke dapur untuk melakukan pekerjaan dapur nya,Hari ini Mentari akan masak sayur sup pakai ceker ayam dan goreng Ayam. walaupun mereka hidup di kota orang namun Mentari sebisa mungkin tetap masak dan memanjakan lidah sang suami
Mentari menata masakan nya di atas meja makan " Sayang " panggil Lintang sambil menggendong bayi Lintar
" Iya by " Jawab Mentari yang baru usai
" Masak apa sayang, hm harum sekali.?" tanya Lintang mencium bau harum masakan Sang istri
" Aku membuat kan sop ceker kesukaan mu by " jawab Mentari
walaupun Lintang orang kaya namun makanan kesukaan nya sangat receh yaitu ceker ayam, jika ada ceker pasti Lintang akan sangat lahap untuk makan, seperti saat ini, Lintang sedang asik memakan Ceker ayam sampai bersih " sayang " keluh Lintang karena Mentari sedang mengulum senyum
" aku tau kamu sedang menahan Tawamu kan, Karena aneh ada pemilik perusaan dan orang terkaya sedang memakan Ceker dengan Nikmat "
" Lagian Haby, Ada ayam malah lari ke ceker "
" kamu yang aneh sayang, Ayam itu bagus dan enak tapi kamu malah alergi makan ayam, Tuh liat di piring mu saja hanya ada sayur dan nasi tanpa ada yang lain nya, kasian sekali itu nasi " Jawab Lintang
" Cepatlah besar sayang, agar kamu membela mamah dan memarahi papah mu " Adu Mentari kepada Lintar yang berada di gendongan nya
Bayi Lintar tersenyum mendengar ocehan Ibunya seperti dia mengerti dengan yang di ucapkan oleh Mentari
" Anak mamah senyum nya manis sekali" puji Mentari yang melihat Bayi Lintar tersenyum
" itulah anak ku, ketika ia sudah besar nanti pasti akan menjadi rebutan para wanita " Ucap bangga Lintang yang masih memakan Ceker ayam
" Biarkan mereka mengejar mu Namun kamu harus tetap menjadi pria sejati dan bertanggung jawab, Tidak boleh mempermainkan wanita ya sayang " Ucap Mentari mencubit pipi gembul milik Lintar
" Iya dong. kan papah nya laki- laki sejati jadi anak nya pun akan selalu sejati dan tidak akan pernah mempermainkan wanita "
" Hm mulai deh narsis "
Lintang tertawa " Oh iya. saat ini istrinya Richard sedang hamil dua bulan, jika anak nya laki-laki dan sudah besar nanti aku akan mendidik dia untuk berdiri di samping Lintar " Ucap Lintang yang sudah memikirkan Anak nya dan juga Richard
" Hah! Hamil.?" Lintang mengangguk " Bikan nya mereka baru menikah.?" tanya Mentari heran
" Kan sudah ku ceritakan kemarin mereka menikah karena Rilis telah hamil oleh Richard "
" Aku kemarin kurang fokus By hehehe " Mentari malah tersenyum
Lintang menggelengkan kepalanya, Bisa-bisa nya Istrinya ini tidak fokus padahal kemarin Lintang bercerita panjang lebar tentang Richard dan juga Rilis yang telah menikah.
Seusai makan siang, Lintang dan Mentari Duduk di ruang keluarga dengan membaringkan Bayi Lintar di atas karpet bulu, Lintang mengajak sang istri untuk menonton Film Romantis yang berbau-bau per kasuran
" Ko nonton nya yang begini sih by,nanti hany gak bisa menuntaskan nya loh " ledek Mentari
" kan masih ada ini, dan ini " Tunjuk Lintang ke mul_t dan juga tangan halus milik sang istri