
" Bagai mana bisa menyadari jika Kakak sedari tadi sibuk bergaya di depan kaca " sebal Sang adik " lagian kakak mau kemana sih.? mau ketemu presiden Samapi harus berganti pakaian berkali-kali sepeti itu " keluh nya
" Anak kecil tidak perlu tau urusan anak besar "
Jam sudah menunjukan jam tujuh malam Yuli sudah bersiap untuk pergi. ia tidak sabar untuk bertemu dengan pujaan hati nya
Awal nya Richard akan mengajak Yuli untuk makan malam namun ia dapat kabar dari salah satu teman nya untuk datang ke Klab malam di salah satu di kota itu.
Karena sudah dandan cantik_cantik dari pada tidak jadi akhirnya Yuli pun menyetujui Richard untuk datang ke Klab malam " Ya ampun apa benar aku harus masuk .? " batin Yuli karena ini pertama kali nya ia masuk ke tempat yang sepeti ini
" Ayo " Ajak Richard memegang tangan Yuli membuat hati Yuli senang
" Hai bro " ucap salah satu teman Richard
" Hai apa kabar Lo " balas Richard sambil memeluk Teman lama nya itu
" Siapa nih yang Lo bawa .? "
" Temen gue " Richard sedikit berteriak karena keras musik
Lalu mereka pun masuk ke Tempat VVIP yang sudah di penuhi dengan teman-teman pria dan laki-laki nya " Halo semua nya " Sapa Richard kepada para teman nya
" Wah lihat siapa yang datang " Seru mereka " Wah bawa cewek Lo, dapat dari mana.? "
" Sialan Lo " balas Richard " Kenalin ini nama nya Yuli "
" Siapa bilang dia memang teman gue " Richard membawa Yuli untuk duduk di sopa dekat dirinya
Yuli tersenyum sinis kepada wanita itu " Mungkin Lo yang jalan* " sindir Yuli. Richard langsung melirik ke arah Yuli
" Kau..!!!" tunjuk nya
" Lihat lah penampilan mu yang kurang bahan itu siapapun yang melihat nya pasti akan menilai kamu itu sebagai jalan* " ucap Yuli yang tadi tidak terima di hina oleh wanita itu
" Yuli sudah " ucap Richard pelan
Yuli tersenyum sinis kepada Richard dan teman wanita nya itu " Lihat lah wanita yang kau bawa Richard sungguh kampungan " ledek wanita itu sambil melihat penampilan Yuli dari atas sampai bawah
Yang awal nya riuh karena sudah lama tidak bertemu namun seketika hening mendengarkan Ucapan Teman wanita Richard itu " Aku mau pulang " ucap Yuli " Ini bukan tempat wanita kampungan seperti ku. karena ini tempat jalan* seperti dia " Tunjuk Yuli kepada teman wanita Richard.
lalu Yuli keluar tanpa permisi Hati nya sangat panas dan geram sedangkan Richard dia hanya diam saja tanpa membela dirinya " Yul. tunggu " ucap Richard
" Apa lagi.?" Balas Yuli
" Tungguin gue. maaf soal teman gue tadi... "
" Tidak perlu meminta maaf karena ucapan dia benar kalo aku ini kampungan " ucap Yuli " Sudah sanah Kamu balik lagi gih ke dalam tidak enak jika kamu pergi begitu saja. lagian aku bisa pulang sendiri "
Richard membuang napas kasar " Gue antar kamu pulang. Lo pergi bareng gue maka pulang pun harus sama gue. gue gak mau di anggap cowok yang tidak bertanggung jawab " Yuli akhirnya mau di antar pulang oleh Richard walaupun hati nya masih dongkol karena Richard tidak membela nya sedikit pun