Boss Love

Boss Love
Makan



Makanan pun sudah datang Kebiasaan mentari kalo makan jarang sambil ngomong membuat Lintang bingung harus ngapain


Mentari makan dengan tenang sesekali tersenyum seolah menjawab pertanyaan Lintang " Kenapa dia senyum_senyum imut kaya begitu bikin hati Abang meleleh ". Batin Lintang yang memperhatikan mentari


Mentari yang sadar sedang di perhatikan ia pun menunda sendok dan garpu nya " Kak di makan nanti kalo sudah dingin tidak enak. maaf jika aku sedari tadi tidak menjawab pertanyaan kakak karena aku terbiasa makan tidak sambil bicara biar tidak keselek " Ucap mentari


" Ah ia ini kakak makan. maaf kalo aku sedari tadi ngajak kamu ngomong saat sedang makan. kalo begitu ayo lanjut lagi makan nya " Balas Lintang


Entah sejak kapan lintang menjadi bawel dan banyak bicara padahal biasa nya ia sangat irit bicara.


Makan pun telah usai mentari mengambil gelas yang berisi air lalu ia meminum nya " Tadi kakak nanya apa sama tari.? "


" Hah.. yang mana.?" tanya Lintang lupa lagi


" yang tadi pas kakak nanya aku sedang makan "


Lintang menggaruk kepala yang tidak gatal " Maaf kakak lupa lagi " jawab nya sambil tersenyum " Lupakan saja. nanti kalo sudah ingat aku Tanta kembali " Mentari pun menganggukkan kepala nya


" Oh iya kita mau kemana lagi kak.? tapi sekarang sudah malam " Ucap Mentari sambil melirik kearah Lintang


" Kita pulang saja lagian kamu juga pasti capek kan seharian bekerja lalu langsung ngampus "


" Baik lah "


Lintang berjalan di samping Mentari sesekali ia melirik kearah mentari " Oh iya apa kamu tiap hari lewat sini.? "


" Apa kamu tidak takut pulang malam_malam sendirian .? "


" Aku sudah biasa kak.. lagian jarak kampus sama rumah kan lumayan dekat " jawab nya


" Tetap saja aku merasa khawatir jika kamu lewat sini sendirian apa lagi jalan nya tidak terlalu terang "


Mentari menghentikan langkah nya lalu menatap wajah lintang dengan penuh selidik " Kenapa kakak menghawatirkan ku .? apa jangan-jangan kakak suka ya sama aku " ucap Mentari polos sambil tersenyum


Wajah Lintang langsung membeku " Ha ha ha.. becanda kali kak. lagian mana mungkin kakak suka sama aku " Mentari menggelengkan kepala nya lalu melanjutkan langkah nya


" Kalo Memang aku suka. kamu mau apa.? " ucap lintang datar


" Itu tidak mungkin kak. apa lagi kita baru kenal tidak mungkin kakak suka sama gadis sepeti ku " Mentari menyangkal ucapan Lintang " lihat lah kakak. kakak tampan, gagah " Mentari memutar kan badan lintang " Dan sepertinya mapan. sangat sempurna "


" Akan semakin sempurna lagi jika ada kamu di samping Ku " Ucap lintang yang berjalan ke arah Mentari sehingga mentari mundur Samapi bersandar ke pepohonan


" Kak jangan seperti ini " Ucap Mentari karena wajah lintang sudah sangat dekat dengan wajah nya


Lintang tersenyum ia langsung membuang muka ke arah lain lalu ia mengambil jarak. sedangkan Mentari masih mematung di tempat jantung nya masih dag Dig dug " Ya ampun apa yang akan kak lintang lakukan barusan. oh jantung tenang lah "


Lintang mengambil tangan Mematri yang masih termenung " Aku serius dengan kata-kata ku bahwa aku menyukai mu. aku tidak ingin kamu di ambil orang karena aku memendam rasa ini " lintang sangat serius dengan ucapan nya


" Ta..tapi kak "