
Mentari terkekeh " Ayo keluar " Lintang menuntun Mentari keluar dari ruangan pribadi nya, namun ketiak mereka keluar mereka malah melihat sosok yang tadi sempat mengganggu waktu mereka saat berolahraga
Mentari melipatkan Tangan nya di dada " masih berani datang ternyata " sindir Mentari
" Aku datang karena ingin mengajak makan siang kakak dan juga kak lintang, kalian tidak pulang selama dua hari ini jadi aku khawatir " Jawab Yuni dengan wajah polos nya
Awalnya Yuni akan langsung pergi namun ia tidak ingin kalah dengan mentari. Yuni akan berpura_pura baik kepada Mentari dan juga lintang agar ia bisa melancarkan aksi nya
" tapi sayang nya kita sudah makan siang "
"Kapan.?"
" Tadi, bukan nya kamu melihat sendiri.?" Jawab Mentari dengan sinis
Yuni melotot iya mengepalkan kedua tangan nya sehingga kuku_kukunya pun memutih " Ah iya, soal yang tadi aku minta maaf kak, sungguh aku tidak tau jika kalian.."
" Lagian siapa yang menyuruh mu untuk datang ke mari.? datang dengan tidak sopan, masuk tanpa mengetuk. Kamu pikir kamu siapa.? " Lintang memandang Yuni dengan tatapan tajam nya, sungguh lintang tidak suka dengan keberadaan Yuni
Yuni membuang wajah nya kearah lain " Apa kau akan terus di sini. ? mengganggu kami .? "
" kenapa kak mentari begitu sinis kepadaku.? apa salahku.? aku datang kemari dengan cara yang baik_baik ingin mengajak kalian makan siang " Ucap Yuni dengan menaikan dagu nya
Mentari berjalan ke arah Yuni lalu tersenyum sinis " Apa kau sedang ingin bermain drama dengan ku.? jangan pernah menunjukan muka so polos mu itu di depan ku, andai saja kau bukan adik dari sahabat ku sudah ku pastikan kau di tendang keluar dari rumah ku, jadi baik_baik lah selagi aku masih baik "
" keluar sekarang " Usir Mentari
Yuni melangkah keluar dengan wajah kesal nya, berniat ijin mencari perhatian kepada mereka agar mereka bisa baik seperti dulu namun sepertinya akan sulit untuk Yuli apa lagi Mentari terlihat garang ketika miliknya telah di ganggu.
Lintang memeluk mentari " Jaga emosi mu sayang, aku tidak ingin anak kita terkejut karena mendengar suara Mamah nya " lintang mengelus kepala sang istri
" Aku sangat muak dengan nya by. "
" Aku tau, tapi kamu juga tetap harus ingat ada anak kita di perut mu " Mentari mengangguk
~ Di kota lain
Sepasang pengantin baru, yang baru bangun dari tidur nya " Suami bule ayo bangun perut ku sudah keroncongan " Rengek Yuli sambil memainkan Bulu yang berada di dada bidang Richard
" Sebentar istri bule aku sedang mengumpulkan kesadaran ku dulu " Jawab Richard
Bagai mana Yuli tidak merengek ingin makan, Richard benar_benar menggempur Yuli habis_habisan selama dua hari ini
Setelah mereka usai mandi dan bersiap Akhirnya Richard mengajak Yuli untuk makan di restoran hotel karena jika keluar cuaca yang tidak memungkin kan hujan deras melanda kota itu, Padahal Yuli ingin sekali berburu oleh-oleh sebelum mereka pulang
" Tidak apa-apa kan kita makan di sini saja "
" Tidak apa-apa suami bike, di sini juga makanan nya enak_enak " Jawab Yuli sambil menyantap hidangan yang di sediakan oleh koki " oh iya, bagai mana kabar Mentari dan babang bule.? beberapa hari ini mereka seperti menghindari aku, setiap aku telpon pasti bilang nya sedang sibuk " keluh Yuli
" Kenapa tidak di makan.? nanti kalo sudah dingin tidak akan enak " Ucap Yuli yank melihat sang suami tidak memakan makanan nya " apa makanan nya tidak enak ?"
" enak ko sayang hanya saja aku senang melihat mu makan seperti itu "
" benarkah.?" Tanya Yuli " kalo begitu ayo makan kembali "
Mereka menikmati makan siang nya dengan tenang
~ Di sebuah hotel
" Aaahhhh...."
Plak..plak...
Yes baby
" tekan sayang " Teriak wanita itu
Karena milik si lelaki yang super jumbo membuat si wanita melayang ketika di tekan " Kau memang hebat " puji Yuni kepada lelaki yang membayarnya
lelaki itu langsung masuk ke kamar mandi tanpa membalas ucapan Yuni, ia langsung mandi dan bersiap untuk pergi " ini bayaran mu dan ingat jangan Hubungi gue di saat gue sedang bersama bini gue ngerti " Ucap laki-laki itu melemparkan yang di wajah Yuni
Sedangkan Yuni merasa bodo amat dengan sikap si bule itu yang penting ia mendapatkan uang banyak
Tadi sehabis pulang dari kantor Yuni langsung menghubungi pelanggan setia nya yang selalu membayar dan memuaskan dirinya, namun waktu yang tidak tepat, Yuni menelpon di saat si pria sedang bersama istri nya, Si pria langsung menghampiri Yuni untuk memberikan peringatan namun apa daya rayuan Yuni membuat si pria itu masuk kedalam permainan panas
Yuni pulang ke rumah lintang dengan membawa paper bag yang berisi pakaian dan juga sepatu yang ia beli dari hasil pemberian pria bule " Uh coba kalo tiap hari seperti ini mungkin hidup akan tenang " Gumam Yuni
Yuni melangkah ke dapur namun di meja makan tidak ada makanan apa_apa alhasil ia harus makan dengan mie rebus dan telor lagi " Rumah boleh besar nyatanya makanan saja hanya di sediakan mie rebus sama telor " Kesal Yuni
Sedangkan di dapur yang khusu para pelayan, Para pelayan sedang makan enak, karena mereka di kirim makanan oleh mentari " wah kalo setiap hari kaya gini perut ku bisa gemuk "
" benar kata mu, Non mentari memang baik, walaupun dia tidak pulang tapi masih ingat sama kita di sini "
" benar kata mu "
Yuni yang tadinya sedang masak mie rebus tiba_tiba mendengar suara para pelayan yang sedang mengobrol, Yuni melangkah dan mencari sumber suara tersebut, Yuni melotot karena para pelayan sedang makan besar
parang...
Yuni melemparkan Mangkuk yang ia pegang tadi " Hebat ya, gue hanya makan mie rebus sedangkan kalian semua para babu malah makan enak di sini " Bentak Yuni sambil memegang Pinggangnya
Para pelayan sangat kaget ketika mereka mendengar suara pecahan, namun ketika mereka melihat siapa yang berulah mereka malah cuek dan melanjutkan Makan besar nya.