Boss Love

Boss Love
Culik



Lintang berjalan dengan wajah yang marah bahkan para guru yang menyapa nya pun tidak ia hiraukan karena saat ini pikiran nya hanyalah anak dan istri nya " sayang "


Mentari yang melihat Lintang sudah datang langsung berdiri " By, Hiks " Mentari memeluk Lintang dengan wajah yang penuh air mata


Lintang menatap para guru yang duduk di sopa " Apa ini yang kalian bilang sedang mencari!! kalian hanya duduk di sini sedangkan Anak saya entah sedang dimana " marah Lintang kepada para Guru


Para Guru hanya bisa menunduk takut melihat Ke marahan Lintang " maafkan kami Tuan " ucap kepala sekolah


" apa dengan minta maaf Anak saya akan kembali?" Geram Lintang. Lintang langsung menelpon anak buah nya untuk mencari keberadaan Sang putra " jika Samapi anak saya tidak ketemu maka jangan harap gedung ini masih berdiri tegak " Ucap Lintang membawa Sang istri untuk pulang, berdiam diri di sana juga percuma tidak akan membuat Putra nya kembali


" By, maafkan aku Hiks "


Lintang mengelus rambut Sang istri " Ini bukan salah mu sayang, mereka yang salah mana mungkin mereka membiarkan Anak pulang sendiri dan tidak memberitahukan kepada kita jika pulang lebih awal "


" andai saja aku tadi menjemput Putra kita lebih awal mungkin kejadian nya tidak akan sepeti ini " Lirih Mentari


" sudah sayang, Anak buah ku sedang mencari keberadaan anak kita, semoga anak kita cepat ketemu ya "


" Ayo kita ikut cari By " punya Mentari


" Sayang, hei dengarkan aku, Kita percayakan semua nya kepada Anak buah ku ok " Ucap Lintang " sekarang kita pulang dulu "


sesampai nya di rumah, Rilis sudah ada di rumah Mentari " Mbak " ucap Rilis memeluk mentari


" Yang sabar ya Mbak, Lintar pasti akan segera ketemu" ucap Rilis mengelus bahu Mentari " Kita berdoa saja supaya segera di temui "


Rilis membawa Mentari ke sopa dan memberikan air putih agar lebih tenang " Ini salah aku Mbak, andai saja aku tidak sibuk dengan kerjaan ku mungkin putra ku akan baik-baik saja hiks "


" Aku pergi dulu, tolong jaga istriku " Ucap Lintang kepada Rilis


Rilis mengangguk " Sayang, aku pergi dulu ya " Ucapan Lintang mengecup kening Mentari


Lintang pergi setelah Mendapatkan telpon dari anak buah nya bahwa Lintar telah di bawah oleh seorang wanita paruh baya " Sial, awas saja jika benar itu dia maka jangan salahkan aku jika aku melakukan hal yang lebih " Geram Lintang memukul stir mobilnya


Di sebuah Rumah yang sangat sederhana wanita paruh baya sedang di pusingkan dengan tingkah Lintar yang cukup aktif bahkan Samapi kewalahan " Ini anak benar-benar menyebalkan, Andai saja aku tidak butuh uang mana mungkin aku akan membawa anak bandel ini "


" Nenek ayo dong kita kuda-kudaan kata nenek tadi Mau ngabisin apa pun yang aku mau " Keluh Lintar yang sudah menarik-narik Baju milik ibu-ibu tua itu


" Nenek sudah tua jadi mana mungkin bisa main kuda-kudaan " Ucap wanita paruh baya itu sambil melotot


Bukan nya takut Lintar malah semakin berani Karen Lintang selalu mengajarkan Lintar untuk menjadi laki pemberani


" yah, nenek payah " ucap Lintar. Lintar berjalan ke arah dapur untuk mencari sesuatu yang menurut nya menarik, Lintar membanting barang-barang yang ada di sana termasuk Piring dan yang lain-lain nya " Rumah ini sangat kumuh bahkan di sini tidak ada yang membuat ku menarik " keluh Lintar