
"Mereka akan datang ?", Adelia menoleh ke samping, di mana suaminya berada. Seperti biasa lelaki itu menatapnya lekat dari tadi.
"Kennn....", Adelia pukul lengan kokoh itu. Gemas.
Kenan tergelak.
"Iya sayang ", mesranya. Disentilnya kening gadis cantik itu pelan. Adelia memanyunkan bibirnya.
"I'm sure baby, mereka akan datang. Kenapa jadi nggak yakin sama planning sendiri sih ? ", lanjut lelaki itu.
Tangan Kenan bergerak meraih pinggang ramping istrinya dan memeluknya.
Adelia menyikut perlahan pinggang lelaki itu, yang menimbulkan kekehan kecil. Tapi tak mengalihkan pelukannya.
Mereka berada di resto dekat hotel sekarang, bukan tempat ketemuan Kenan maupun Adelia dengan penelepon mereka tadi siang. Tapi tempat yang sudah sepasang pengantin baru itu rencanakan.
Setelah mengetahui tangan istrinya terluka, lelaki itu merasa bersalah. Kenapa sampai tidak tahu istrinya terluka ? Lalu dengan penuh perhatian mengganti dan merawat luka Adelia.
Lelaki itu membersihkan luka itu, sekaligus membersihkan dari bekas tangan Arion yang menyentuhnya tadi.
Oh ya, Adelia menceritakan kalau Arion yang membantunya tadi. Padahal tanpa diberi tahu Kenan juga tahu karena sudah melihatnya dari spy camera yang Catherine bawa.
Beberapa kali Kenan menciumi luka itu dan mengucapkan maaf. Dan satu lagi, Kenan melarang Adelia pergi sendiri.
"Harus pergi sama aku, nggak boleh sendiri ", tegasnya.
Tentu saja di.balas Adelia dengan ketus.
"Lha kalo kamu, boleh pergi sendiri ? ketemu perempuan lain ?", balas Adelia yang membuat Kenan gelagapan tentunya.
"Not like that, baby. I know I'm wrong, I'm sorry. Aku nggak akan ulangi lagi. Tapi nggak aku ijinin kamu pergi sendiri", balas lelaki itu tadi.
Adelia mencebik kesal. Lelaki itu kan yang tadi meninggalkannya lebih dulu. Kenapa dia yang disalahkan ? Dasar egois, maunya menang sendiri ! Gerutu Adelia.
Kenan yang menyadari istrinya masih kesal, berusaha merayunya. Bahkan memohon dengan menaruh kepalanya di pangkuan gadis cantik itu.
Ahhh...lebay sekali. Padahal akal-akalan dia saja. Karena ternyata tangan dan bibirnya bergerilya di sana. Menjelajahi paha dan pangkal paha Adelia, meskipun bagian itu tertutup kain.
Huft.....dasar mesum !
Kalau saja perempuan cantik itu tidak memukul tangan lelaki itu, juga menjewer telinganya, pasti lelaki itu tak akan berhenti dan pasti mereka sudah bergulat lagi di ranjang hotel sekarang.
Masih ada lagi tingkahnya. Lelaki itu minta bertukar gawai. Aishhhh......mau apalagi dia ? Apa yang lelaki itu rencanakan ?
Alasannya biar siapapun yang menghubungi mereka, keduanya saling mengetahui. Dan yang penting tidak salah paham.
Hmmm....seperti yang Adelia duga, Kenan juga berpikiran sama. Mungkin dua orang yang menelepon mereka itu bersekongkol.
Akhirnya keduanya sepakat menghubungi Arion dan Catherine. Untuk Mengajak keduanya ketemuan. Dan sekaligus membuktikan kecurigaan mereka. Dan di resto ini sekarang mereka menunggu kedua orang itu.
Terdengar gawai Adelia berdering. Dari saku jas Kenan. Adelia menggerakkan bahunya di mana dagu lelakinya berada di sana dan memeluknya mesra.
"Kenn, angkat telponnya !", tegur Adelia.
"Your phone, baby !", Kenan cubit dagu perempuan cantik itu.
"Ele...", Kenan menyodorkan gawai itu ke arah istrinya. Adelia terima dengan gumaman thanks. Di balas kecapan lembut di bibir mungil itu. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Kenan.
"Hallo, Del. Kalian di mana ?", suara Ina terdengar jelas karena Adelia menekan tombol loud speaker. Keduanya saling berpandangan sebelum kemudian Adelia berucap.
"Kalian duluan aja, kita masih ada urusan. Happy candle light dinner, Na !", balas Adelia.
"Tapi Del....", suara Ina terhenti karena Kenan segera menyahuti.
"Bye, Ele..!", ucap lelaki itu. Sambil mencuri satu kecupan di pipi Adelia.
Sebentar menyenggol lengan istrinya agar mengikuti arah pandangnya. Adelia menuruti. Senyum tipis memgembang di bibir sepasang muda mudi itu. Spontan kedua .tangan mereka terangkat dan.tos.
Kembali bibir Kenan mendarat di bibir ranum istrinya. Membuat tangan mungil Adelia bergerak.memukul bahu lelaki itu dan menghentakkan kakinya.
Kenan menjauhkan bibirnya dan tergelak.
"Are you ready, baby ?", seraya mengerlingkan matanya.
"Sure ...!", balas Adelia.
*************
Di lokasi resto yang sama. Di tempat yang berlawanan, dua orang dari arah berlawanan menuju ke arah yang sama.
"Cath.....ngapain kamu ke sini ?", sapa si lelaki begitu mereka sudah berhadapan..
"Aku yang harusnya nanya ngapain kamu ke sini ?", balas si perempuan.
Lelaki muda itu berdecak lirih.
"Aku janji ketemuan sama .....", ucap keduanya bersamaan.
"Adelia....", lanjut Arion.
"Kenan...", lanjut Catherine.
Keduanya mengernyit. Mengalihkan pandangan ke sekitar. Sebentar kembali mempertemukan pandangan dengan mata membulat.
"Oh shitttt......I have to go Cath ..... !", Arion siap memutar tubuhnya. Seketika berhenti begitu mendengar suara tepukan tangan.
"Surprise ......!", Kenan dan Adelia sudah berdiri tak jauh dari keduanya. Dengan tangan terlipat di dada.
"Ternyata masih sama ya ?", ledek Kenan.
Catherine segera menghampiri Kenan.
"Ken....ini nggak kayak yang kamu kira, kita nggak sengaja ketemu di sini ", sangkalnya.
Kenan terkekeh. Melihat ke arah istrinya dengan sudut matanya. Memperhatikan ekspresi perempuan cantik itu yang tampak merengut lucu. Bibir mungil itu sangat menggemaskan.
"I know Cath, nggak perlu kamu jelasin !" , kata lelaki itu kemudian.
"That's right baby ?", Kenan senggol lengan istrinya.
"Uhmmm....of course !", Adelia menyetujui.
"Adel, aku bisa jelasin ke kamu ", Arion merangsek maju, hendak mendekati Adelia. Baru beberapa langkah terdengar suara Kenan menginterupsi.
"Stop right there ...!", hardik Kenan.
Arion tak peduli. Tetap merangsek ke hadapan Adelia. Menatap gadis cantik itu dengan tatapan menusuk, seakan meminta gadis itu membalas tatapannya.
Karena gadis cantik itu sekarang membuang pandangannya ke samping, tidak.mau menatapnya.
Mendengkus jelas, Arion mengalihkan pandangan ke arah Kenan. Menatap lelaki itu tajam penuh permusuhan.
"So gentle man. Stay away from my girl !", Kenan tekankan ucapannya.
Arion tersenyum sinis. Sebelah alisnya menukik ke atas.
"Kalo aku nggak mau ?", balasnya.
Adelia berdecak. Menatap Arion dengan sorot marah.
"Are you crazy Ron ?", sahut Adelia.
Arion tergelak.
"I crazy about you, babe. I'll never stop till you're mine ", menatap Adelia lekat
Kenan mengurai tangannya yang terlipat di dada. Kedua tangan itu tampak mengepal kuat sekarang. Lelaki di depannya ini sengaja memancing emosinya.
Adelia yang melihat itu segera menenangkan. "Kennn.....calm down okay !", lirihnya tangan lembut itu kemudian bergerak mengelus lengan Kenan. Spontan Kenan menoleh ke arah istrinya. Bibir seksi itu tersenyum penuh rencana.
Sebelah tangannya dengan cepat menarik pinggang ramping perempuan cantik itu agar menempel ke tubuhnya.
"Adelia is mine. Siapapun yang berani ganggu, harus hadapi aku dulu", lalu meraih kedua sisi wajah cantik itu. Dengan lembut dan tegas meraih bibir ranum istrinya. Memagutnya mesra. Di hadapan Arion dan Catherine.
Kedua orang itu seketika membuang muka.
"Shitttss....!", umpatan jelas keluar dari bibir kedua orang itu.
Tapi Kenan tidak perduli. Justru semakin memperdalam ciumannya. Hingga suara decapan itu begitu nyaring terdengar.
Setelah beberapa lama berpagut, baru Kenan melepas ciuman itu. Keduanya masih beradu kening. Tidak perduli pada dua pasang mata yang menatap marah pada mereka.
"Kita buktiin siapa yang lebih kuat dan lebih pantas jadi suami Adelia !", seru Arion.
Kenan hendak menyahuti. Kemarahan tampak sekali di sorot matanya. Adelia segera menaruh jemarinya di bibir lelaki itu. Kepalanya menggeleng pelan..
Sebentar menoleh ke arah Arion dengan mata memicing.
"What the hell are you doing Ron ?" what actually do you want ?", geramnya.
Arion terkekeh.
"You are, babe. I want you !", ditatapnya gadis cantik itu dengan sorot sendu..
Kenan menoleh sarkatis.
"Jangan mimpi kamu. Okay, we'll finished like a man !", marahnya.
Arion tersenyum mencibir.
"Well, how about tomorrow ?", sinisnya.
Kenan mengedikkan bahu tak perduli.
"Whatever ....", sahutnya asal.
"Deal, besok pagi, kita adu kemampuan. We'll see who's the best !", Arion melangkahkan kakinya. Sebelumnya menyenggol bahu Catherine.
"Let's go Cath ..!", ajaknya.
"Hmm....", Catherine mengikuti.
Mereka melangkah meninggalkan Kenan dan Adelia. Beberapa langkah berlalu, Arion kembali memutar tubuhnya.
"Remember, if you don't come, you're a loser !", ucap lelaki itu sambil mengibaskan tangannya di udara.
Kenan dan Adelia menghembuskan nafas lepas. Lalu saling beradu pandang.
"Kenn....kamu setuju keinginan gila lelaki itu ?", Adelia pegang erat kedua lengan lelakinya.
Kenan tersenyum. Kedua tangannya masih memeluk erat pinggang istrinya.
"Why not, baby ? kita pasti bisa kalahin mereka ", yakinnya.
Adelia menghela berat. Yakin menang ? Tentu saja. Adelia tahu suaminya itu hebat. Dia juga tak kenal takut. Tapi kalau mereka menggunakan cara licik ? Apa yang akan terjadi ? Mungkin saja posisi akan sebaliknya kan ?
"Tapi Kenn.....!", protes Adelia. Kenan segera menghentikan ucapan bibir mungil itu.
Hingga suara merdu yang akhirnya keluar dari sana.
"Emmhhh.....", lenguh Adelia. Karena Kenan sudah memagut lembut bibirnya. Lagi.
"Don't think too much, baby !
Sekarang waktunya nikmatin malam honeymoon kita ", lembut lelaki itu setelah menjauhkan bibirnya.
Ahhh...benar juga, gara-gara ulah dua orang gila itu mereka jadi tidak tenang menikmati honeymoon mereka. Asemmm memang mereka !
Adelia yang semula merasa sedikit cemas menjadi tenang karena ketenangan lelaki itu. Dipukulnya dada bidang lelaki itu manja.
"Mau ngapain ?", godanya dengan nada sedikit genit.
Kenan tersenyum mesum.
"Duel di ranjang, baby ", kerlingnya nakal.
Dengan cepat Kenan raih tubuh cantik itu dalam gendongannya. Tanpa di minta, Adelia segera mengalungkan lengannya di leher kokoh lelaki itu.
"Aku lebih cemas sama luka kamu, baby. Apa masih sakit ?", Kenan seraya melangkahkan kaki panjangnya.
Adelia terkekeh. Lalu dengan gemas mencium dada lelaki itu, menggigitnya pelan. Membuat Kenan tergelak.
"Apa maksud kamu Ken ? Aku bukan perempuan lemah ya , cuma luka begini, bukan masalah besar juga ", balasnya.
Masih dengan terkekeh kecil.
Kenan kembali tergelak.
"Okay....okay......baby, I know my love. So, kita bisa berantem semalaman kan ?", godanya.
Bibir mungil Adelia mencebik lucu.
"Uhmmm.....we'll see ...", ucapnya manja.
Tentu saja langsung Kenan berikan kecupan lembut di sana. Sesekali menggigit gemas pipi mulus dan bibir mungil ranum itu. Membuat Adelia terkekeh kegelian.
Keduanya bercanda di sepanjang jalan kembali menuju ke hotel mereka.
Sepasang mata tampak mengawasi pergerakan mereka hingga memasuki hotel.