
Ray keluar dari apartemen nya, menuju tempat parkir. Dia melajukan mobilnya di langit malam yang sepi. Dia terlihat terburu-buru membawa kendaraannya.
Ray pergi menuju sebuah rumah di dalam hutan. Rumah itu terbuat dari kayu, dan terlihat angker. Rumah itu seperti tidak berpenghuni berpuluh-puluh tahun. Tidak ada yang orang sekitar yang berani ke rumah itu. Karena rumah itu berada tepat di tengah hutan yang jarang di lewati orang.
Di dalam rumah itu sudah menunggu Gilbert dan anak buahnya.
Dalam rumah itu terdengar suara erangan wanita. Seorang wanita yang di ikat di sebuah kursi, dan mulutnya dilakban. Wanita itu terus menerus menangis. Wanita itu adalah amirah.
Setelah melihat rekaman video yang di kirim oleh Gilbert, tanpa kata-kata Gilbert tahu apa yang di maksud oleh Ray. Dengan segera dia menjemput amirah dan membawanya ke sebuah rumah di dalam hutan.
Hutan tempat rumah itu berada adalah wilayah kawasan kekuasaan Ray, biasa dirumah itu digunakan untuk menghukum para penghianat dan penjahat dalam yang akan melukai dirinya dan merugikan perusahaan.
Ray melihat amirah dengan wajah dingin "aku sudah melihat video tadi siang. Hhmm aku tidak mengira kamu akan mencoba menyakiti istri dan bayiku."
Amirah yang ketakutan melihat ekspresi menakutkan Ray lalu berusaha menggeleng kan kepala sambil mengerang-erang.
Ray yang melihat Amirah seperti hendak mengatakan sesuatu, lalu berkata kepada anak buah yang ada di ruangan, "lepas lakban di mulutnya. Aku ingin mendengar apa yang akan dia katakan."
"Baik tuan."
Anak buah Ray lalu melepas lakban di mulut Amirah, seketika amirah berkata " ampun.. ampun pak Ray, saya cuma asal bicara saja. Saya tidak punya niat sama sekali untuk menyakiti istri dan anak bapak." Amirah sambil menangis sesegukan. Dia merasa mengerikan melihat Ray yang biasa di kantor dingin ternyata lebih menyeramkan saat ini.
Ray yang emosi berkata sambil melihatkan video amirah ingin melukai anak dan istrinya "terus maksudmu video ini hanya editan. Kamu cuma bermain- main agar istri saya pergi.. hah…" Ray lalu meninggikan suaranya.
Amirah semakin memangis, dia takut akan kemarahan Ray. "Pak Ray, tolong maafkan saya. Tolong lepaskan saya. Saya akan pergi dari kehidupan bapak. Saya janji akan pergi jauh. Tolong pak.." sambil berkata amirah terus menerus mengeluarkan air mata dan memohon.
"Amirah, amirah... kamu pikir bisa selesai dengan semudah itu. Kamu tau, orang yang masuk di sini dapat bebas dengan dua hal, yang pertama dalam keadaan tidak bernyawa, yang kedua anggota tubuhnya tidak lengkap. Apa kamu mengerti maksud saya?" Ucap Ray sambil berseringai jahat.
Ray tidak menyadari kalau Aera mengikuti suaminya. Karena dia merasa tumben suaminya langsung pergi lagi. Biasanya suaminya lebih baik di rumah bersamanya, walaupun ada kerjaan yang sepenting apapun. (Maklum naluri seorang istri😂)
Aera mulai mengendap masuk kedalam rumah itu. Para penjaga yang melihat Aera mengira Aera adalah penyelamat amirah (padahal memang iya.😀), Lalu segera menahan Aera. Mereka belum tau istri Ray seperti apa, mereka tidak mengenal Aera.
Dengan kelincahan aera, dia menumbangkan penjaga di depan. Aera lalu masuk, dia melihat amirah sedang duduk terikat dan pandangan nya tertuju pada Ray yang sedang memegang cutter.
Aera lalu membatin, bermaksud lepas dari organisasi gelap ayahnya, malah suaminya sama sadisnya.🤦
Ray lalu mengeluarkan cutter, terdengar suara "kreettrr." Dari pisau itu.
Amirah ketakutan, karena dia tidak tahu apa yang akan di perbuat Ray.
"Pak Ray, anda ingin apa pak? Tolong jangan sakiti saya."
Ray tersenyum smirk berkata "aku tidak akan menghilangkan anggota tubuhmu, aku hanya akan membuat wajahmu yang kamu banggakan dan andalkan ini menjadi luka yang tidak akan kamu lupakan seumur hidup kamu."
"Ku mohon.. jangan pak.. saya mohon. Saya minta maaf..," amirah masih terus menangis dan memohon ampun.
Ray yang terkenal dingin, baru mengeluarkan pisau cutter menuju wajah amirah terdengar suara yang tidak asing "HENTIKAN!"
Dia lalu menjatuhkan pisau cutter yang dipegangnya.
Seketika Amirah merasa lega karena Aera datang untuk menghentikan hal gila yang akan terjadi pada dirinya.
"Sa..sayang.." Ray terkejut istrinya ada di sana.
"Hentikan kak.. jangan menyakiti amirah lagi. Aera tidak apa-apa." Aera sambil berkata berjalan memeluk tubuh Ray dari belakang.
Ray yang diperlakukan seperti itu oleh Aera mulai tersenyum dan aura dinginnya seketika hilang. Dia lalu mengusap tangan Aera dari depan ”ya sayang. Aku tidak akan menyakiti dia lagi.." lalu Ray berpaling ke arah amirah dan berkata lagi "tapi sebagai gantinya, dia harus pergi dari kota ini. Dan jangan menunjukkan wajahnya lagi."
"Sudah kak, tidak perlu. Amirah juga kasihan kak. Dia juga harus membiayai ibunya yang sudah lanjut usia. Bagaimana kita tega berbuat seperti itu." Kata Aera sambil melepaskan pelukannya dan berusaha melepas ikatan di badan amirah.
Amirah terkejut dengan penuturan dari Aera, "kamu tau darimana Ra?"
"Aku sudah mengetahui hal itu, dari awal kamu tidak suka denganku. Aku mendiamkan dirimu karena tidak ingin mencari masalah.. ya masalah seperti ini.." kata Aera sambil melepas ikatan amirah.
Setelah ikatannya terlepas, amirah lalu memeluk tubuh Aera. Dia sangat berterimakasih kepada Aera yang berhasil menghentikan tingkah gila Ray.
"Terima kasih, Ra. Jika kamu tidak datang aku tidak tahu bagaimana nasibku.," Kata Amirah masih sesenggukan.
Ray yang masih bingung kenapa istrinya ada di tempat ini berkata " mengapa kamu tidak istirahat sayang? Bukannya tadi aku sudah menyuruhmu untuk istirahat?"
Aera mulai mengerucutkan bibirnya "Aera soalnya punya feel lain ketika kak Ray tiba-tiba langsung pergi. Biasa kak Ray biar ada pekerjaan penting sekalipun lebih mementingkan Aera dan menemani Aera."
"Astaga, istriku ternyata peka sekali." Sambil tersenyum Ray mengusap lembut rambut Aera. Dia berpaling melihat ke arah amirah "kau lihat, jika saja istriku tidak menyusulku mungkin wajahmu sudah tidak sempurna lagi.. sudah sana pergilah.." Ray berkata dengan sangat dingin.
Aera yang melihat Ray memperlakukan amirah dengan mengerikan berkata "kak Ray, anak buah kakak yang membawa dia. Harusnya antar dia lagi pulang. Kalau begitu Amirah ikut Aera saja pulang." Kata Aera sambil menggandeng tangan amirah.
Ray lalu berkata kembali "kamu naik apa kemari?"
Aera menyunggingkan senyumnya "hehehhe.,naik motor kak." Sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Ray yang mendengar jawaban istrinya lalu menyentil jidat istrinya "sudah ku katakan kepadamu. Jangan naik motor., Sudah biar Gilbert yang mengantar amirah pulang. Kamu ikut denganku."
Ray lalu memanggil Gilbert, terkejut nya Gilbert melihat Aera ada di sana.
"Tolong kamu antar Amirah pulang. Tadi istriku membawa motor. Kamu bawa motornya ya.," Ray melempar kunci motor ke arah Gilbert. Dengan tangkas Gilbert menangkap kunci tersebut.
Ray menggandeng tangan istrinya keluar, dia makin terkejut melihat anak buahnya sudah terkapar. Dia tahu pasti ulah istrinya.
Amira yang bingung kenapa Ray sangat marah melihat Aera membawa motor sendiri, akhirnya rasa penasaran dirinya terjawab. Pantas saja dia marah, motor balap yang dibawa oleh Aera. Amirah semakin kagum dengan Aera. Pantas saja setiap pria yang dia sukai lebih menyukai Aera.
happy reading all ❤️❤️❤️