
Aura terasa sangat mencekam ketika Ray dan Gilbert tiba. Ray mencengkeram kuat tangan amirah yang akan memukul istrinya."apa maksudmu ingin memukul istriku?" Tatapan Ray penuh amarah.
Amirah yang tangannya di tahan hanya bisa meringis "tidak pak, saya tidak ada maksud.”
Gilbert yang melihat hal itu, lalu berusaha untuk mencairkan suasana yang dingin dan penuh amarah. Dia segera memanggil aera dan amirah untuk menghadap dirinya.
Mereka berdua lalu mengikuti Gilbert masuk kedalam ruangan Gilbert. Ray mengikuti mereka sambil memperhatikan Aera dengan penuh amarah.
"Silahkan masuk." Kata Gilbert sambil duduk di kursinya.
Aera dan amirah masuk ke dalam ruangan. Mereka berdua berdiri menghadap Gilbert.
Ray yang melihat istrinya berdiri, lalu menarik tangan Aera untuk duduk di sofa. Membiarkan Amirah berdiri sendiri.
Ray melihat keadaan istrinya "apa ada yang luka sayang?" Ray sambil memegang pipi istrinya mengecek satu-satu anggota tubuh Aera.
Aera lalu menggelengkan kepalanya, "tidak ada yang luka kak, Aera baik-baik saja."
Amirah yang melihat interaksi pasangan itu memasang wajah bingung.
"Nona amirah, coba ceritakan apa yang terjadi?"
Gilbert memulai pertanyaan karena melihat wajah amirah penuh kebingungan melihat Ray yang terkenal akan kearogan dan dingin sangat lembut kepada Aera.
"Aku tadi hanya ngobrol ringan dengan Aera. Benarkan Aera?” kata Amirah berusaha membela diri.
Ray yang mendengar jawaban amirah semakin marah "kamu bilang hanya ngobrol ringan, lalu apa yang tadi kamu lakukan. Tanganmu ingin memukul wajah istriku. Bagaimana jika tadi aku terlambat sedetik saja? Aku tidak bisa bayangkan istriku akan sangat terluka." Ray berkata dengan mata penuh amarah, dia lalu memeluk Aera. Aera sangat merasa bahagia di lindungi oleh suaminya.
Gilbert yang melihat Ray melindungi Aera seoalah adalah wanita yang lemah hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan bingung. Temannya betul-betul di mabuk cinta. Apa Ray sudah lupa bagaimana kuatnya dan siapa sebenarnya istrinya tersebut?
"Yang dikatakan amirah, tidak sepenuhnya salah, memang dia datang untuk ngobrol, tapi dia ingin menyakiti Aera dan bayi kita kak." Kata Aera mengadu dengan nada manja, dan matanya di bulatkan dengan polosnya.
Ray yang melihat cara istrinya mengadu, hatinya semakin panas. Dia tidak ingin sampai istrinya terluka. Dia semakin menatap amirah dengan tatapan ingin membunuhnya.
"Apa yang kamu katakan? Jangan menuduhku sembarangan." Kata Amirah sambil menaikkan nada bicaranya.
Belum sempat Aera berbicara, Ray sudah menjawab amirah dengan penuh emosi.
"Istriku tidak mungkin menuduhmu. Gilbert coba kamu lihat rekaman Cctv, disitu bisa kelihatan siapa yang benar." Ray yang membalas kata-kata dari amirah.
"Baik pak Ray, saya akan segera memeriksa Cctv. Dan anda nona amirah dan nona Aera , untuk sementara kalian berdua di rumahkan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut." Kata Gilbert sebelum beranjak ke ruangan Cctv.
Gilbert sengaja merumahkan juga Aera biar berlaku adil, walau Aera adalah istri atasannya dia tetap harus tidak memihak siapapun sampai rekaman CCTV nya mereka lihat.
Amirah lalu keluar dengan menghentakkan kakinya karena kesal. Aera yang sedang duduk lalu segera berdiri. Ray yang melihatnya bingung ”kamu mau kemana sayang?"
"Kan kata pak Gilbert, Aera dirumahkan. Jadi Aera mau pulang kak." Ucap Aera memandang suaminya.
"Tunggu sebentar, aku akan mengantarmu pulang." Ray lalu segera memakai jasnya dan mengambil kunci mobil. Dia lalu merangkul istrinya menuju tempat parkir.
Para pegawai yang melihat kemesraan yang di lakukan oleh pimpinannya kepada Aera merasa heran. Sejak pengumuman tersebut, CEO mereka semakin terbuka dengan istrinya. Tapi tetap saja dia sangat dingin terhadap pegawai lain.
Sesampainya di rumah, Aera lalu naik ke atas dan membersihkan dirinya. Dia merasa sangat lelah akan kejadian hari ini. Lima belas menit kemudian dia sudah selesai mandi.
Dia sangat terkejut melihat Ray di kamar dan sudah berganti pakaian rumah." Kak Ray, tidak kembali ke kantor?” kata Aera sambil duduk di depan meja rias untuk mengeringkan rambutnya.
Ray yang melihat Aera sedang mengeringkan rambut, lalu beranjak dari tempat tidur, lalu mulai membantu istrinya untuk mengeringkan rambutnya.
"Sayang, aku tidak kembali ke kantor karena pasti kamu akan merasa kebosanan jika aku tinggal." Kata Ray.
Aera menatap suaminya dari cermin, "tidak apa kak, Aera bisa sendiri. Kakak kembali kerja saja.”
Ray yang sedang mengeringkan rambut Aera lalu berhenti bergerak. Dia lalu memutar kursi Aera, dan dia berjongkok di hadapan istrinya. "Aku tidak akan membiarkan mu sendiri. Aku akan menemanimu. Dan jangan membantah.”
Aera hanya mengangguk dengan patuh. Dia tidak mengeluarkan sepatah katapun. Aera juga takut jika Ray mulai marah.
Setelah selesai mengeringkan rambutnya, Aera lalu berkata supaya Ray tidak marah lagi. "Kak ray.,"
"Hmmm."
"Apa kak Ray marah?"
Ray hanya diam tidak menjawab.
"Kak, Aera lapar." Kata Aera dengan wajah manjanya. Membuat Ray yang tadi ngambek, seketika melihat langsung ke Aera,
"Kamu ingin makan apa sayang?"tanya Ray, walau masih dengan ekspresi dingin.
”aera ingin makan bakmi ayam." Kata Aera penuh semangat.
Ray lalu memandang dengan bingung makanan apa lagi yang di inginkan oleh istrinya ini. "Belinya direstoran mana sayang?”
"Hahahaha", Aera kembali tertawa mendengar kalimat Ray. Lalu dia berkata kembali "kak, belinya di tukang bakmi ujung jalan sana.”
"Baiklah, suamimu ini akan membelikan apa yang istrinya ini mau." Lalu Ray pergi keluar untuk membelikan pesanan istrinya.
Sedang di parkiran, Gilbert menelpon Ray perihal CCTV yang sudah dia lihat. "Ray, aku sudah memiliki rekaman cctvnya serta rekaman dari teman-teman divisi Aera yang kebetulan merekamnya."
"Oya, kerja bagus.. lalu apa hasilnya?" Kata Ray sambil melajukan mobilnya.
"Hhmmm, lebih baik aku mengirimkan saja videonya ya." Kata Gilbert dengan penuh cemas. Karena dia tau jika Ray melihat video itu, pasti dia akan marah besar.
Setelah sampai ditempat jual bakmi pesanan Aera, ray segera memesan satu Porsi untuk istrinya. Sambil dia memesan tidak lama ada email masuk dari Gilbert. Email yang berisi rekaman perkelahian tadi siang antara Aera dan amirah.
Selesai menontonnya, pesanan Aera juga telah selesai. Ray segera membayar dan kembali ke apartemen. Kemarahan Ray, dia sembunyikan agar istrinya tidak merasa khawatir dan kepikiran. Ray membuka pintu lalu memanggil istrinya yang sedang santai di sofa. ”sayang, ayo makan dulu.”
Aera yang mendengar suara suaminya lalu beranjak dari sofa dan duduk di meja makan. Aera bingung karena hanya ada satu porsi. "Kak Ray tidak makan?"
Ray yang di tanya lalu segera menjawab dengan sayang "tidak sayang, kamu makan aja dulu. Aku ada urusan mendadak, aku tinggal sebentar gak apa-apa kan?"
Aera yang melihat suaminya terburu-buru, sambil makan bakminya berkata "siap kak. Lagian juga habis ini Aera mau tidur, badan capek semua."
”oke, aku pergi dulu ya. Aku mencintaimu,"
Kata Ray sambil mengecup kening dan bibir istrinya secara kilat, lalu pergi dari balik pintu.