BLIND DATE

BLIND DATE
82. Malam Pertsma (2)



"C'mon Ken, catch me !", seru Adelia seraya berlari keluar mansion.


Kenan membulatkan matanya. Ternyata gadis kecilnya ini sedang menggodanya sekarang.


Pada waktu Ina mengajaknya berpelukan, kesempatan itu Adelia gunakan untuk lepas dari kungkungan lelaki itu. Meskipun terdengar suara dengkusan tadi.


Ngomong-ngomong ternyata Ina dan Nino tidak pergi jauh. Masih di lingkungan mansion. Mereka pindah ke rumah baru Nino, di area mansion Kenan. Yang merupakan hadiah dari lelaki itu yang diberikan untuk pernikahan Nino.


Ternyata lelaki yang suka bersikap seenaknya itu mempunyai pribadi yang begitu terpuji dan hati yang lembut. Memperhatikan anak buahnya layaknya saudara sendiri. Tidak membeda-bedakan.


Adelia sempat mendengar percakapan mereka tadi. Hmm... tentu saja mendengar, dari tadi lelaki itu tidak pernah melepaskan dirinya.


Dan senyum bangga terukir tipis di bibir mungilnya. Lelakinya..... hmm, iya lelakinya itu ternyata sungguh tidak tertebak. Entah kejutan apalagi yang akan Kenan berikan semakin Adelia mengenalnya lebih dekat nanti.


"Babyy..... wait ! ", dengan kaki panjangnya Kenan mengejar gadis cantik yang sudah menjadi istrinya itu. Gemas sekali rasanya.


Adelia menoleh ke belakang, menjulurkan lidahnya meledek Kenan.


"Catch me, Ken.....catch me !", godanya.


Lalu kembali berlari.


Kenan tersenyum nakal.


"Jadi udah nggak sakit ya? Awas kamu, sayang, nggak akan aku lepasin nanti !", gumamnya.


Adelia berlari cepat ke arah samping mansion. Kenan terus mengejar. Biarpun kaki gadis cantik itu mungil, tapi begitu lincah. Kenan tidak bisa dengan mudah menangkapnya


Lalu kaki panjang lelaki itu pun bergerak cepat. Hingga pada saat mereka sampai di samping kolam.


"Gotcha...! ", Kenan raih tubuh cantik itu dari belakang. Dipeluknya erat. Tangannya nakal menggelitiki perut dan pinggang ramping gadis cantik itu.


Adelia berontak. Terkekeh geli.


"I give up Ken.... let me go !", katanya masih


dengan terkekeh. Apalagi saat Kenan melabuhkan kecupan bertubi-tubi di pipi dan leher putih jenjangnya..


Adelia memiringkan lehernya dan sebelah tangannya menahan wajah Kenan. Lalu dengan cepat memutar tubuhnya agar berhadapan dengan lelaki yang kini sudah menjadi suaminya itu.


"Stop Ken....., geli !", ucapnya. Jemari mungil tangan kanannya ditaruh di bibir seksi Kenan. Berharap lelaki itu menghentikan ciumannya.


Di tahannya dada lelaki itu dengan sebelah tangannya yang lain agar Kenan menghentikan aksinya.


"No, baby, kamu harus di hukum. Siapa yang godain aku tadi ? ", kata Kenan.


Senyum nakal tercetak di bibirnya. Perlahan meraih jemari lentik Adelia, menjauhkan dari bibirnya. Sebelumnya memberikan kecupan lembut di sana.


Sebelah tangannya yang lain memeluk pinggang ramping Adelia semakin erat. Mata hazelnya menatap tajam ke wajah cantik itu seakan tidak akan melepasnya lagi.


Adelia memundurkan kakinya, Kenan merangsek maju. Adelia terus mundur, sedikit menciut dengan aksi agresif lelaki itu.


"Kennn, stop please !", Adelia terus mundur seraya menahan dada lelaki itu.


Kenan terkekeh. Gemas sekali melihat tingkah gadis cantik yang sudah menjadi istrinya itu. Lelaki itu semakin bersemangat menggodanya.


Diantara temaram lampu di sekitar kolam, tampak pipi putih itu merona.


"Where are you going, baby ?", seraya terkekeh nakal. Semakin mendesak maju, berusaha mencium bibir mungil di depannya.


Hingga akhirnya.


"Byurrrr......!", tubuh keduanya terjatuh ke dalam kolam. Tapi tak lama kemudian dua kepala itu menyembul dari air.


"Kenannnn.....how dare you? ", pekik Adelia. Tangan mungil itu memukuli dada Kenan. Sesekali mengusap air yang membasahi wajah cantiknya.


"Jadi basah kan karena ulah kamu? ", protesnya.


Kenan tergelak.


"I'm sorry, baby.... i'm sorry !", diangkatnya kedua tangannya ke atas.


Tangan mungil Adelia masih memukuli dada lelaki itu. Sebentar kemudian gadis cantik itu memutar tubuhnya.


"Jahat....! ", rajuknya. Lalu segera meluncur ke dalam air.


Kenan melongo konyol.


"Baby, wait for me ! ", langsung mengejar Adelia. Meluncur cepat di dalam air. Terjadi saling kejar antara sepasang pengantin baru itu.


Ketika kepala Adelia sudah muncul di permukaan, di dekat tangga, tangan besar Kenan segera memeluk tubuhnya.


"Why are you so hurry, baby? Gimana kalau kita main-main dulu? ", bisiknya di telinga Adelia.


Bibir mungil gadis cantik itu mencebik. Pasti akal-akalan saja lelaki licik ini. Batinnya.


"Mainan apa?", tangannya berusaha menghalau tangan Kenan yang mulai bergerak nakal di area dadanya.


Kenan raih dagu cantik Adelia. Lalu dengan gerakan cepat melahap bibir merah ranum itu. Sedikit terkejut, Adelia hanya bisa membulatkan matanya.


Dengan lembut tangan Kenan memutar tubuh cantik itu agar menghadap ke arahnya, untuk lebih memperdalam ciumannya. Beberapa saat bibir itu saling bertaut.


Sebentar Kenan menjauhkan bibirnya.


"Kita tanding renang, yang menang boleh minta apa aja. Including...... ", lelaki itu menghentikan ucapannya sejenak.


Matanya mengerling nakal.


" ....how to spent our first night ?", lanjutnya. Diusapnya lembut bibir merah yang baru dipagutnya. Ditatapnya wajah cantik itu dengan tatapan lembut dan menggoda.


Bibir mungil Adelia manyun lucu. Tak kuasa menerima tatapan mata hazel yang menusuk tajam ke manik matanya. Tatapan yang penuh gairah membara di sana.


"Ogah...kamu pasti curang nanti ", rajuknya. Seraya bersidekap dengan sedikit memiringkan tubuhnya. Menghindari tatapan hazel lelaki itu.


Kenan meraih bahu gadis cantik itu agar kembali berhadapan dengannya. Ditoelnya bibir menggemaskan itu.


Rasanya ingin digigitnya terus bibir mungil yang kini sudah menjadi miliknya itu.


Dannnn.... tentu saja Kenan segera melakukannya.


"Emmmhhhh.... Ken !", lenguh Adelia seraya memukul bahu lelaki itu. Karena bibir Kenan sudah asyik menempel di bibirnya, menggigit lembut di sana.


Kenan terkekeh. Lalu menjauhkan bibir mereka.


"No, baby. Emang kapan aku curang? ", elaknya.


Adelia terdiam sejenak. Mengedikkan bahunya. Kalah atau menang pasti lelaki itu yang akan mendominasi kegiatan malam pertama mereka. Adelia yakin itu. Lelaki di depannya ini punya seribu cara untuk memperdayainya.


Sementara Kenan masih memperhatikannya dengan tatapan yang.... hmmm, membuat Adelia merinding. Pasti lelaki ini akan menghajarnya lagi semalaman.


Tadi siang saja.... huft, lelaki itu tidak membiarkannya beranjak dari ranjang.


"Wokey.... but we change the rule ! ", kata Adelia akhirnya.


Kenan terkekeh. Rasanya ingin menerkam gadis cantik di depannya ini sesegera mungkin. Tapi dasar sial, kenapa pakai jatuh ke kolam lagi. Membuat Kenan harus menahan sesuatu yang terus bergerak gelisah di bawah sana. Gerutu batinnya.


"As you wish, baby. Let me know what the rule is ! ", ucapnya. Lalu mendekatkan wajahnya dan berbisik di telinga Adelia.


Adelia mendorong pelan dada Kenan, agar lelaki itu segera menjauhkan wajahnya. Sentuhan lelaki itu membuat tubuhnya seperti tersengat aliran listrik.


"Uhmm.....yang kalah boleh minta apa aja, what do you think ? Keberatan ? ", kata Adelia.


Kenan terkekeh. Lalu mengusap lembut pipi mulus istri cantiknya itu.


"Of course not, baby. Apapun kata kamu, aku nggak akan keberatan ", balasnya.


Lalu senyum nakal terukir di bibirnya.


"Apa istri aku juga akan berinisiatif buat malam pertama kita nanti?", godanya kemudian.


Di balas Adelia dengan memukul lengan lelaki itu, keras.


"Mesum...! Absolutely, not. Gara-gara kamu, tubuh aku masih sakit ini !", protesnya.


Kenan tergelak. Lalu memeluk tubuh cantik itu erat.


"Nggak akan sakit lagi kalo kita ulangi terus, sayang. Pasti akan berasa nikmat nanti ", bisiknya mesra.


Adelia mendengkus. Mencubit lengan kokoh Kenan yang tengah memeluknya.


"Let me go, Ken ! Kapan renangnya kalo dipeluk terus kayak gini? ", protesnya.


Lelaki tampan itu kembali tergelak. Lebih keras.


"Pengen peluk terus, habis ini nggak akan aku lepasin !", tegasnya.


Lalu menciumi wajah cantik istrinya bertubi-tubi sebelum melepaskannya.


"Kennn....!", seru Adelia. Lalu bergegas naik melalui tangga.


Kenan terkekeh seraya mengekorinya.


Tak sadar menelan ludahnya begitu melihat tubuh indah di depannya terlihat jelas dengan lekukan yang menggoda karena baju basahnya itu.


Asssemmmm.......samurai Kenan berontak hendak keluar dari sarungnya kalau begini !


*************


"C'mon Ken.....! ", seru Adelia mengejutkan lelaki yang dari tadi tatapannya fokus ke tubuhnya.


"Uhmm.... i..iya, baby. C'mon, kamu yang kasih aba-aba !", lelaki itu tergagap.


Mereka sudah bersiap di area kolam dengan lintasan. Tepatnya di sebelah kolam renang dimana Kenan dan Adelia terjatuh tadi.


Adelia mulai menghitung mundur.


"Three.... two...... one !", tubuh mungil itu segera meluncur ke dalam air.


Kenan terkekeh. Sengaja belum juga menceburkan tubuhnya ke kolam. Beberapa detik ketika tubuh cantik istrinya sudah menjauh, Kenan mulai meluncur ke air.


Adelia yang telah berenang lebih dulu, sengaja membuat gerakannya lambat. Asyik memutar tubuhnya beberapa kali di air, lalu kembali berenang lagi. Beberapa saat mengulangi itu lagi.


Sepasang mata hazel mengamati itu ketika muncul di permukaan. Senyum manis menghias bibirnya.


"Naughty girl !", lirihnya.


Lalu menenggelamkan kepalanya di air. Lagi. Cukup lama kepala itu berada di dalam air. Lalu kembali muncul di permukaan dan kembali berenang.


Ketika sampai di akhir lintasan Adelia berhenti beberapa lama sebelum kembali berenang lagi. Membolak-balik tubuhnya di dalam air. Mengulur waktu agar Kenan lebih dulu sampai di garis finish.


Sesaat menyembulkan kepalanya di permukaan. Melihat sekilas tubuh besar atletis itu sudah meluncur kembali di lintasan, kembali menuju garis finish.


Adelia tersenyum. Lalu kembali masuk ke air. Meluncur perlahan di sana. Tetap sekali-kali memainkan tubuhnya berputar di air, lalu berenang lagi.


Saat menyembulkan kepala di permukaan, melihat Kenan sudah hampir mencapai finish.


Kembali memutar tubuhnya di air, kekehan kecil terdengar dari bibirnya, lalu kembali meluncur lagi.


Berenang lincah dan riang menuju akhir lintasan.


"Yeyyy..... I'm lose ! ", teriaknya riang begitu sampai di titik akhir.


Membulatkan matanya begitu mengusap wajahnya dan melihat ke lintasan sebelahnya. Belum tampak siluet tubuh atletis itu di sana.


Tatapan cantik Adelia berhenti pada gelembung-gelembung air dengan posisi agak jauh dari akhir lintasan.


Semakin besar gelembung itu, lalu sesosok kepala menyembul dari sana. Wajah tampan Kenan, yang semakin terlihat tampan pada kondisi basah seperti itu. Senyum manis langsung terukir dari bibir seksi lelaki itu.


Bibir mungil Adelia merengut. Dia kalah taruhan lagi kan? Lelaki itu memang licik. Punya seribu satu cara untuk mengalahkannya.


Adelia segera meluncur menuju ke arah tangga. Kenan tersenyum melihat itu. Dengan cepat mengejar tubuh mungil istrinya. Menerobos pemisah lintasan, segera mensejajarkan tubuh mereka.


Kedua kepala itu berbarengan menyembul ke permukaan. Lalu dengan cepat Kenan meraih tubuh cantik itu, memeluk pinggang ramping gadisnya erat.


"Don't make me mad, baby !


Nggak penting siapa yang kalah atau menang, kamu yang selalu menang di hati aku ", Kenan tatap manik cantik itu lekat dan lembut.


Senyum manis terukir di bibir lelaki tampan itu. Sejurus kemudian bibir mungil merah Adelia tertarik perlahan ke samping. Cantik sekali.


"Really ? ", yakinnya. Mata cantik itu mengedip lucu dan menggemaskan.


Kenan mengangguk. Jemarinya menyusuri pipi mulus itu, mengusapnya lembut..


"Hmmm....I love you so much, baby ", tegasnya.


Senyum Adelia semakin mengembang. Diantara sinar lampu yang berpendar malam itu, tampak mata cantik itu berbinar.


"I love you too, Ken ", ucap bibir mungil itu kemudian.


Spontan bibir seksi lelaki itu tersenyum cerah. Secerah perasaannya yang memuncah, mendengar ungkapan hati gadis cantik yang membuatnya sangat gila itu.


Tak menunggu lama, bibir Kenan sudah meraih bibir ranum itu, memagutnya dalam. Adelia membalasnya. Kedua bibir itu saling berpagut mesra. Perlahan tangan mungilnya mengalung di leher kokoh lelaki itu.


Kecapan dua bibir itu terdengar nyaring di heningnya malam. Tangan Kenan tak tinggal diam. Mulai merambah dan mengeksplor tubuh cantik itu. Membuat Adelia merasa gila. Lelaki ini selalu membuatnya lupa diri.


"Kennn.....! ", lirihnya di sela pagutan hangat dan mesra lelaki itu.


Tanpa menghentikan aksinya dengan suara berat lelaki tampan itu menggumam. Gairah sudah meliputi dirinya.


"Hmmm....let's go to our wedding room, baby !", ucapnya.


Adelia mengangguk perlahan. Pasrah dengan apa yang dilakukan lelaki yang sudah sah menjadi suaminya beberapa jam yang lalu itu.


"Mandi dulu ", lirihnya lagi di depan bibir lelaki itu.


"As you wish, honey !", balas Kenan. Lalu kembali mengecap bibir ranum itu. Lembut dan mesra.


Tanpa melepas ciuman mereka, Kenan mengangkat tubuh mungil itu. Melingkarkan kaki gadis cantik itu di pinggangnya.


Sebentar melepas pagutan bibirnya, begitu melangkah naik melewati tangga kecil di sana. Kembali saling bercumbu lagi begitu sampai di atas.