BLIND DATE

BLIND DATE
95. Play the game



"Bye, Na. See you at candle light dinner !"


"Bye, Adel. Enjoy your time !"


Samar-samar Kenan dengar suara istrinya dan Ina di depan pintu kamar hotel. Sebentar kemudian terdengar juga kedua perempuan muda itu terkekeh bersama.


Sementara Kenan sendiri langsung menghempaskan tubuhnya di ranjang hotel.


"Thanks !", suara istrinya lagi berucap. Pada seorang bill boy yang membawakan koper mereka sepertinya.


"Wait a minute !", kata Adelia lagi.


Kenan mendengarnya. Sebelah matanya yang semula terpejam, membuka. Istrinya nampak membuka dompet dari tas punggungnya. Mengambil beberapa lembar uang lalu diberikan kepada bill boy itu.


Kenan tersenyum melihat itu. Lalu kembali mengatupkan sebelah matanya yang terbuka.


"Thanks, Miss !", kata lelaki muda itu.


"Never mind ", balas Adelia.


Terdengar suara langkah kaki menjauh, keluar. Sebentar Kenan mendengar pintu tertutup. Lalu terdengar langkah kaki mungil di samping ranjang.


Mata hazel itu seketika membuka. Menatap Adelia dengan tatapan nakal. Bahkan kini beralih posisi dengan menyangga kepala dengan sebelah tangannya. Mengamati langkah kaki mungil istrinya.


"Kenan .....!", gemas Adelia. Gadis itu menggeleng begitu bertemu pandang dengan lelakinya. Kakinya terus melangkah. Menuju meja kecil di sebelah ranjang. Menaruh tas punggungnya di sana.


Kenan tersenyum. Matanya lekat menatap istrinya. Yang kini nampak memutar tubuhnya dan mengarahkan pandangan padanya.


"Kenn....ngapain kamu ?", Adelia menghentakkan kakinya begitu memergoki lelaki itu melihatnya dengan tatapan mesum Menurutnya.


Kenan tergelak.


"What's up baby ? Come here !", menepuk sisi ranjang yang kosong di depannya.


Adelia melipat tangannya di bawah dada.


"Ogah, mau ngapain ?", tolaknya.


Terus terang tubuh Adelia masih capek pasca ulah nakal lelaki itu di pesawat tadi. Dua kali menghajarnya di sana.


Aishhh....bukan dua kali, malah tiga kali. Karena sebelum turun, ketika lelaki itu membangunkannya, tangan dan tubuh lelaki itu kembali mengusilinya. Membuatnya kembali terkapar di ranjang dalam pesawat.


Dannn..... Adelia ingin berendam di air sekarang. Agar tubuhnya lebih segar.


Sekarang mau apa lagi lelakinya ini ?


Huft.....rasanya Adelia ingin menendang lelaki itu. Wooppppsss.....maksudnya tendangan sayang. Adelia tidak mau jadi istri durhaka juga.


Kenan berdecak lirih.


"Baby, please.... !", mohonnya.


"Come here ... !", menggerakkan jemarinya. Meminta Adelia mendekat.


Bibir Adelia mencebik lucu. Sedikit menghentakkan kakinya, akhirnya menuruti permintaan suaminya.


"Mau apa ?", seraya mendekat ke tepi ranjang.


"Sini dulu, sayang. Nurut suami kenapa?", lelaki itu tersenyum penuh arti.


Begitu Adelia sudah berdiri di tepi ranjang, dengan cepat tangan Kenan menarik tangan mungil gadis cantik itu. Membalik cepat tubuhnya hingga terlentang. Membuat tubuh cantik istrinya jatuh di atas tubuhnya.


"Awwww.....Ken !", seru Adelia.


Terlalu terkejut dengan tingkah suaminya.


Kenan tergelak. Memeluk tubuh cantik itu erat.


"Ssttt.....just a moment, baby !", bisiknya. Diusapnya lembut bahu istrinya. Membuat gadis cantik yang semula berontak itu menjadi diam.


Perlahan menaruh kepalanya di dada bidang suaminya. Kenan dekap tubuh mungil itu dalam pelukan hangatnya.


"Why so afraid, baby ? Nggak suka dekat sama suami kamu ?", lembut Kenan. Tangannya bergerak mengelus rambut kecoklatan itu dengan sayang.


Adelia diam. Enggak suka ? Tidak mungkin lah. Dekat dengan lelaki tampan seperti suaminya, perempuan mana yang tidak suka ?


Tapi Adelia khawatir lelakinya meminta itu lagi. Selain capek, Adelia takut ketagihan. Suaminya ini gairahnya tidak ada matinya. Dan paling lihai membuatnya nyaman dan nikmat. Adelia malu kalau sampai nanti harus meminta itu lebih dulu.


Huft.....menyebalkan memang !


Gadis cantik itu memilih memainkan jemarinya di dada bidang suaminya.


Perlahan kepalanya menggeleng.


Kenan terkekeh.


"Lalu kenapa ? Takut aku ngajakin itu lagi ?", masih terkekeh.


"Don't worry baby, aku nggak akan minta itu kalo kamu keberatan !", lembutnya.


Kenan cium puncak kepala istrinya beberapa kali. Matanya mengedip nakal di atas sana.


Haha.....tentu saja bohong, mana mungkin Kenan bisa ditolak. Lelaki ini pinter sekali bermain drama.


Adelia mengangkat kepalanya. Bibirnya manyun lucu. Menggunakan tangannya untuk bertumpu di dada lelakinya.


Kenan tersenyum. Diraihnya bibir mungil itu. Dikecapnya lembut.


"Really ? Mandi bareng ?", kerlingnya nakal.


Adelia pukul dada lelakinya.


"Pasti modus !", cebiknya.


Kenan tergelak.


Dengan cepat lelaki itu bangkit dari baringnya. Hingga posisi keduanya kini terduduk, dengan Adelia berada di atas pangkuannya.


"Modus yang bikin nikmat kan sayang ?", ditepuknya pinggul berisi istrinya.


Perempuan cantik itu memanyunkan bibirnya. Dipukulnya lengan atas suaminya.


"Just shower Ken, I'm tired !" , keluhnya.


Bibir lelaki itu tersenyum. Tak apa-apa cuma mandi. Asal berdua. Kenan pastikan istrinya tak akan bisa berkutik, apalagi menolak sentuhannya.


"Okay, baby. Let's play !", langsung beranjak dari ranjang dengan tubuh Adelia berada dalam gendongannya.


Mata cantik Adelia seketika membulat.


"Wh ....what's up, Ken ? Play ? I'm not a game, okay !", lalu memukuli dada lelakinya.


Kenan tergelak.


"Of course, you're not baby But more attractive than that ", seraya nencumbui wajah cantik istrinya.


"Kennn.... turunin, aku mau mandi sendiri !", Adelia berontak. Tangan mungilnya masih memukuli dada lelakinya.


Kenan masih tergelak. Kakinya terus melangkah menuju kamar mandi.


"Sttt.......jangan berisik sayang, kamu bangunin yang sudah bangun.di bawah


sana ", bisiknya.


Spontan Adelia membulatkan matanya. Hingga tanpa sadar bibirnya terbuka. Ketika merasakan ada sesuatu yang bergerak dan mengeras seperti menusuk pinggulnya di bawah sana.


Kenan tersenyum. Lalu meraih bibir ranum yang terbuka itu. Membungkamnya hingga lenguhan merdu akhirnya keluar dari sana.


Tak ayal lagi, sentuhan lelaki itu selalu membuat Adelia gila. Mereka saling berpagut mesra selama perjalanaan ke kamar mandi


Sampa kemudian terdengar suara pintu tertutup. Dannn.....suara berisik itu semakin santer terdengar dari dalam sana, diselingi gemericik cucuran air shower.


*********


Kenan pandangi wajah cantik yang tengah terlelap itu. Tangannya bergerak mengusap lembut pipi putih mulus yang masih sedikit basah oleh keringat. Hasil pergulatan seru mereka beberapa jam tadi.


Lelaki itu memang tak tertolak. Setelah mandi bersama dan berhasil memperdaya istrinya, Kenan kembali membuat istrinya menyerah di bawah kungkungannya.


Melihat istrinya dengan hanya berbalut handuk dan membuka itu di depan matanya untuk berganti baju, gairah lelaki itu kembali menggila. Dan tidak dapat menahan hasratnya.


Tidak membiarkan istrinya mengenakan bajunya. Lalu menggulat perempuan cantik itu lagi di ranjang.


"Kennn ... nggak ada capeknya ya kamu !", protes Adelia tadi. Tapi tetap saja menuruti kemauan suaminya, meskipun sebelumnya memberikan pukulan di tubuh lelaki itu. Pukulan manja dan sayang maksudnya.


"Aku selalu bergairah dekat kamu, baby. Nggak pernah capek. Kamu candu aku sayang ", balas Kenan.


Tentu saja diiringi kegiatan nakal tangan dan binirnya mengeksplor tubuh cantik istrinya, hingga perempuan muda itu tak berhenti mengeluarkan suara indah yang memenuhi kamar hotel.


Dan akibat ulahnya, perempuan cantik itu kini terlelap kecapekan. Jemari lelaki itu terus menyusuri wajah cantik Adelia. Sekarang mengusap lembut bibir mungil ranumnya.


Perlahan lelaki tampan itu menundukkan wajahnya. Mengecap dan memagut bibir ranum itu.


"Eughhhh ......", lenguh Adelia. Terusik dengan kegiatan suaminya. Tapi kembali lelap lagi begitu lelaki itu menjauhkan bibirnya.


Kenan tersenyum mengamati ekspresi yang menggemaskan itu. Kembali hendak mengecap bibir itu lagi, tapi suara dering gawai menghentikan kegiatan asyiknya.


Lelaki itu beranjak, menyibak selimut yang menutupi tubuhnya. Turun dari ranjang dan meraih handuk yang tergeletak di lantai untuk menutupi tubuh bagian bawahnya.


Kembali melihat ke arah istrinya yang masih lelap. Menghampiri ranjang lagi, lalu menundukkan tubuhnya untuk mencium kening perempuan cantik itu. Cukup lama.


"Sleep well, baby. I love you ", lembutnya.


Membenahi selimut yang menutupi tubuh cantik itu lalu melangkah menuju meja dimana gawainya meraung-raung dari tadi.


Mengernyitkan dahi begitu melihat nomer tanpa nama tertera di layar gawainya. Sebentar dering itu berhenti. Kenan. mendesah pelan


"Rese banget sih ?", ucapnya.


Ketika hendak menaruh kembali gawainya, dering itu berbunyi lagi.


Kenan segera mengangkatnya


"Hallo, who is ... ?", belum selesai bicara, suara dari seberang sana memutus ucapannya.


Dahi lelaki itu semakin mengernyit, bahkan tangannya mengepal kuat mendengar ucapan dari seberang sana.


"Damn......!", marahnya.