
"Kennn......!", suara racauan dari bibir mungil Adelia terdengar merdu di telinga Kenan.
"Hmmm... what's up baby?", lirih Kenan di depan bibir yang terengah itu. Kembali dibungkamnya bibir ranum itu penuh gairah.
"You drive me crazy, Kenn ! ", racauan itu kembali terdengar begitu Kenan melepas pagutannya.
Kenan tersenyum. Suara merdu dari bibir mungil gadis cantiknya itu semakin membuatnya bersemangat dan terlena.
Kembali mencumbui wajah cantik yang basah oleh peluh itu dengan bertubi-tubi.
"You make me crazy, baby ", bisiknya mesra. Sambil menciumi cuping telinga dan leher putih Adelia.
Sesekali bibir itu turun untuk mengecap dan mengulum bulatan kecil ranum di puncak bukit indah Adelia. Berlama-lama di sana, lalu kembali mencumbui wajah cantik dan bibir mungil Adelia yang terus mengeluarkan suara indahnya.
Sementara di bawah sana, miliknya terus bergerak memberikan hujaman nikmat di pusat tubuh gadisnya. Suara erangan nikmat terdengar dari bibir lelaki itu. Bersahutan dengan racauan merdu dari bibir mungil Adelia.
Tubuh Adelia bergetar hebat ketika aliran panas itu menyembur hebat ke pusat tubuhnya. Memuntahkan lahar membasahi rahimnya.
Keduanya mengerang keras, hingga tanpa sadar jemari Adelia mencakar bahu kokoh lelaki itu hingga menimbulkan luka gores di sana.
"Kennn...!", desah Adelia berbarengan dengan melepaskan muntahan cairan hangat dari pusat tubuhnya.
"Babyyyy.....you're so great !", Kenan menggeram hebat menuntaskan hasratnya.
Mereka kembali merajut asmara dengan gairah yang menggelora di ranjang pengantin yang bertabur bunga itu.
Setelah beberapa saat yang lalu Kenan membawa tubuh cantik itu ke kamar mandi, setelah acara tanding renang. Untuk mandi bersama ? Hmmm... tentu saja tidak hanya mandi.
Kenan tak akan bisa menahan gairahnya, apalagi melihat tubuh cantik itu tanpa penghalang. Di bawah cucuran air shower, mereka bergelut mesra di sana. Larut dalam gairah dan perasaan yang memuncah.
Kenan sudah menahan perasaan itu dari tadi. Selama di kolam renang. Sambil mandi bersama, Kenan menuntaskan hasratnya di sana. Beberapa kali.
Adelia tidak bisa menolak, lelaki itu terlalu lihai mengeksplor tubuhnya. Dan ternyata benar yang Kenan bilang, semakin mereka sering melakukan kegiatan itu, Adelia bisa merasakan nikmat yang lelaki itu katakan. Rasanya sungguh... hmm Adelia serasa di bawa terbang melayang oleh lelaki itu.
Setelah membersihkan tubuh mereka, Kenan membawa tubuh cantik itu ke ranjang pengantin dannnn.... kembali mengulangi itu lagi di sana. Adelia.... hanya bisa menuruti saja.
Gairah lelaki itu sungguh tiada habisnya. Beruntung juga stamina Adelia juga bagus, kalau tidak pasti sudah tidak bisa bangun dia.
Masih berada di atas tubuh cantik berpeluh itu, Kenan sepertinya belum mau melepaskan penyatuan mereka.
Adelia cubit pinggang lelaki itu gemas.
"Come down, Ken !", pintanya. Masih dengan nafas terengah.
Lelaki itu menggeleng. Lalu menunduk untuk mengecap bibir mungil yang terbuka itu. Melepaskan pagutannya, lalu dengan cepat membalik tubuh mereka hingga Adelia berada di atas tubuhnya sekarang. Tanpa melepas penyatuan mereka.
"Kennn.... what are you doing? ", pekik terkejut Adelia.
Dipukulnya dada terbuka lelaki itu.
Adelia hendak beranjak dari tubuh lelaki itu, Kenan menahan pinggulnya.
"Sssttt......don't move baby, Just be quiet, for a second please !", pintanya.
"Uhmm...tapi lepasin itu dulu !", pinta Adelia dengan pipi yang memerah. Karena merasa tidak nyaman dengan sesuatu yang tetap berada di dalam tubuhnya di bawah sana.
Kenan terkekeh. Lalu meraih wajah cantik itu dengan sebelah tangannya. Karena sebelah tangan lainnya masih memeluk pinggang cantik gadis itu.
Sebentar memagut mesra bibir ranum Adelia yang semakin memerah dan menggoda karena ulahnya beberapa jam yang lalu.
"Masih pengen, lagi ya sayang ", mohonnya. Kembali menggerakkan pinggulnya di bawah sana.
Adelia membulatkan matanya.
"Kennn.... !", serunya seraya memukul lengan lelaki itu.
Kenan terkekeh. Kembali memagut bibir merah Adelia yang menggoda itu. Sebentar melepas pagutan itu.
Sebelumnya memberikan jilatan lembut di bibir ranum itu.
"Just enjoy it, baby. Let me move, okay !", kerlingnya nakal.
Adelia cubit tangan lelaki itu yang kini bergerak nakal memainkan bulatan indah miliknya. Di bawah sana, sesuatu yang besar itu sudah mulai bergerak menyerangnya.
"Kennn... calm down, okay !", suara merdu itu mulai keluar dari bibir mungil Adelia.
"As you wish, my love !", balas Kenan. Seraya terus bergerak dengan lembut dan nikmat.
Membuat bibir gadis cantik di atas tubuhnya itu tak berhenti mengeluarkan suara indahnya.
*********
Adelia berusaha membuka matanya. Berat sekali rasanya. Masih mengantuk, juga silau pada pendaran cahaya mentari yang masuk. Pasti mama yang membuka korden kamarnya. Batinnya.
Kembali mata cantik itu tertutup. Terkesiap, begitu ada benda kenyal menempel dengan lembut di pipinya. Dibarengi harum mint yang menggoda.
Adelia belum membuka matanya, tapi bibir mungil itu bergumam.
"Uhmmm..... ma !", lirihnya.
"Morning, baby !", bisikan itu terdengar mesra ditelinganya.
Ehh... wait !!!
Itu bukan suara mamanya. Suara bariton lelaki.
Siapa? Batin Adelia.
Spontan gadis cantik itu membuka matanya. Langsung bertemu dengan seraut wajah tampan tepat berada di depan wajahnya. Menatapnya dengan sorot lembut dan senyum manis.
Dengan cepat Adelia beranjak dari baringnya dan mendorong tubuh lelaki kuat hingga terjengkang ke belakang.
"Kennn....what are you doing here, in my
room? ", serunya. Mata cantiknya membulat sempurna.
"Awwwww.....", pekik Adelia lagi sambil menarik selimut yang merosot dari tubuhnya. Dan juga karena merasakan nyeri di bagian bawah tubuhnya.
Kenan hanya terkekeh. Lalu segera menegakkan tubuhnya. Perlahan merangkak mendekati Adelia yang duduk dengan raut waspada sambil mengapit selimutnya.
"You forget something, baby? This is our room, our bride room. Look around, honey !", tunjuk Kenan.
Adelia melihat ke sekeliling. Ahhh... benar, ini bukan kamarnya. Kamar pengantin ?Pantas saja ada banyak hiasan bunga. Di ranjangnya juga, tapi sudah tak beraturan lagi bentuknya. Aisshhh... pasti karena kegiatan mereka semalam.
Ya Tuhan, kenapa Adelia bisa lupa? Bukannya kemarin baru saja menikah dengan lelaki di depannya ini.
Adelia mengalihkan pandangan ke wajah tampan yang kini menyorotinya dalam. Tubuh atletis yang hanya berbalut handuk untuk menutup bagian bawahnya, dada sixpack terpampang nyata di depannya. Tampak begitu seksi dan macho.
Eehhh.... apa sih yang Adelia pikirkan?
Sebentar gadis cantik itu melongok ke dalam selimutnya. Melebarkan mata begitu mendapati tubuh polosnya, tanpa benang sehelaipun.
Dan rasa nyeri di bawah sana, pasti ulah lelaki super mesum ini. Semalaman tanpa ampun menghajarnya.
Tiba-tiba pipi putih mulus itu memerah.
"Uhmmm..... Ken ..", Adelia mendongak. Tapi bersamaan dengan itu bibir seksi Kenan sudah mengecap lembut bibirnya.
Memagutnya mesra.
"Udah ingat kan, sayang ?", goda Kenan begitu menjauhkan bibirnya.
Adelia memanyunkan bibirnya. Sebentar kemudian menggeser tubuhnya, hendak turun dari ranjang.
"Mau mandi", manjanya.
Dengan sigap Kenan melompat dari ranjang. Dan membiarkan begitu saja handuk yang ia kenakan jatuh ke lantai. Menampakkan tubuh polosnya, dengan sesuatu yang dia sebut sebagai samurainya berdiri dengan gagah di sana.
"Aku mandiin, sayang ", ucapnya mesra.
Lalu menghampiri tubuh mungil Adelia.
Dengan cepat Adelia menutup matanya. Gadis itu tersipu malu.
"Kennn..... tutupin tubuh kamu !", teriaknya.
Kenan tergelak. Lelaki itu tidak risih sama sekali dengan tubuh polosnya. Kini justru berdiri dengan gagah tepat di depan Adelia.
Lalu menunduk dan membisikkan kalimat mesra di telinga gadisnya itu.
"He wants you again, baby".
Spontan Adelia membuka telapak tangannya, dan dengan cepat memukul dada lelaki itu. Sementara sebelah tangannya masih menahan selimut agar tidak jatuh dari tubuhnya.
"Go away, Ken !
Aku mau mandi sendiri !", rengeknya.
Kenan tahan tangan mungil itu. Lalu meraih tubuh cantik itu ke gendongannya.
"Don't make noisy, baby !
Biar aku mandiin, okay !", lembutnya. Lalu menunduk untuk membungkam bibir mungil itu agar tidak terus berucap.
Adelia tidak bisa berkutik. Sentuhan lembut lelaki itu selalu memperdayanya. Selain itu bagian bawah tubuhnya juga masih sakit. Pasti akan kesulitan berjalan nanti.
Bahkan ketika lelaki itu menyibak selimut yang menutup tubuh polosnya, Adelia hanya menuruti saja.
"Masih sakit ? ", lembut Kenan. Seraya menyentuh perlahan bagian tubuh bawah Adelia yang telah membuatnya sangat gila.
Adelia mengangguk perlahan. Lalu mencubit pinggang lelaki itu manja sebelum kemudian menyembunyikan kepalanya di dada bidang
lelaki itu.
"Just take a bath Ken, nothing else !", tegasnya.
Kenan tergelak. Terlalu gemas dengan tingkah gadis kecilnya itu.
"Of course, baby. Just take a bath.....yes, just take a bath, honey !", balas lelaki itu dengan kekehan.