
Setelah mendengar pertanyaan dari Andre, Ray yang sudah selesai makan lalu melap bibirnya dengan serbet lalu berkata " tuan Andre, hmmm maksud saya papa.. papa adalah seorang yang cukup terkenal di dunia bisnis. karena kearogan dan sifat kejam dalam dunia bisnis. papa juga adalah seorang ketua sebuah organisasi rahasia yang sering digunakan oleh pebisnis untuk membalaskan dendam pada pebisnis lain." jawab Ray sambil tetap menggenggam tangan Aera.
”hahahaha.,.. Ternyata kau cukup tau tentang diriku.. Aku juga mendengar banyak tentang dirimu. Seorang pebisnis muda yang berpengaruh di dunia, seorang yang dingin dan bertangan besi. yang tidak akan segan-segan membunuh para penghianat tanpa kenal ampun.. Tapi ketika melihat interaksi mu dengan putriku, aku berpikir apakah kamu adalah orang yang sama atau bukan." jelas Andre dengan nada sinisnya.
Aera yang melihat ayah dan suaminya seperti tidak akur, segera menengahi. "Papa sudah, jangan terus menyerang Kak Ray pa."
”Kenapa kamu begitu membelanya sayang, dia juga pria yang baru kamu temui, sedangkan papa sangat mengenalmu dari kecil. Dia pasti tidak tau apa makanan kegemaranmu, apa yang kamu suka dan tidak. Dia ini adalah pria kejam, jika kamu salah sedikit dia akan menyakitimu." ucap Andre panjang lebar..
Ray yang ingin menjawab, lalu ditahan oleh Aera, "memang kami baru mengenal pa, tapi Aera sangat tau kak Ray tidak akan menyakiti Aera. Kak Ray sangat mencintai Aera pa,”
Andre yang melihat putrinya mati-matian membela Ray, segera mengingat tentang dia waktu datang menemui orang tua Mia, reaksi Mia sama persis dengan Aera yang membela suaminya, seperti membelanya dulu.
"Tapi sayang, jika kamu bersama Ray kamu tidak aman, karena banyak pebisnis yang dendam dengan dia. Papa takut kamu akan di sakiti." jawab Andre mulai lemah.
"Papa tidak ingat, satu bulan lalu anak buah papa ingin menyakiti Ray dan menculik aera,” kata Aera dengan mata berkaca-kaca.,
Andre yang mendengar perkataan Aera lalu terkejut, yang Andre tau adalah usaha untuk menyakiti Ray dan menculik istrinya. Dia tidak tahu kalau istri Ray waktu itu adalah putrinya. Dikarenakan Aera menikah diam-diam.
"Maafkan papa sayang, jika papa tau dari awal kalau istri Ray adalah dirimu, papa tidak akan menyuruh anak buah itu menculikmu.”
"Aera tidak takut dengan Kak Ray pa, Aera lebih takut dengan papa, karena papa bisa dengan mudah menyakiti kak Ray. jika kemarin kak Ray terluka karena ulah papa, Aera bakal jadi janda dan anak Aera tidak punya ayah. untuk apa Aera hidup jika tidak ada kak Ray." jelas Aera sambil berlinang air mata.
Mia yang mendengar kalau Aera segera memiliki anak, lalu memeluknya dan berkata "sudah pa, Aera sedang hamil. kita sekarang akan menjadi kakek dan nenek. hentikan perdebatan ini, kasihan bayi yang dikandung oleh aera, jika dia merasa tertekan."
Andre mulai melemah ketika mendengar penjelasan istrinya."apa benar Aera, kamu sedang hamil? papa dan mama akan jadi kakek dan nenek?" dengan nada gembira dan tidak percaya. Aera pun mengangguk sambil tetap dipeluk oleh mamanya.
Andre segera menatap Ray lalu berkata, "apa orangtuamu sudah mengenal Aera, lalu bagaimana apa mereka merestui kalian?"
Ray berkata " papa dan mama saya sudah bertemu dengan Aera. dan mereka merestui kami."
"tenang saja pa, Ray akan selalu menjaga dan tidak akan menyakiti hati Aera. Ray juga takut kehilangan Aera. Aera adalah separuh jiwa Ray, bagaimana Ray bisa hidup normal jika Aera pergi dari hidup Ray." jawab Ray sambil menatap wajah istrinya yang menangis.
Mungkin karena hormon kehamilan, jadi Aera sangat sensitif, sangat manja, mudah menangis dan cepat tersinggung.
Mereka lalu melanjutkan makan malam mereka, Ray berkata " secepatnya pa. Ray akan mempertemukan papa dan mama Ray. kebetulan mereka juga belum mengetahui tentang kehamilan Aera. Pasti mereka sangat senang,"
Setelah selesai makan malam, Ray dan Aera segera pamit pulang. Andre tidak lupa mengingatkan Ray agar selalu menjaga Aera. "papa titip Aera, dan juga papa akan mengutus penjagaan untuk mengawasi kalian berdua. karena papa tau banyak yang ingin menyakiti kalian. Papa tidak ingin cucu papa kenapa-kenapa."
"Papa untuk mengawasi saja ya pa, jangan terlalu dekat. nanti Aera tidak bisa apa-apa lagi." Aera segera menjawab permintaan ayahnya.
Tidak luap Aera memeluk papa dan mamanya dengan erat. " jika tidak sibuk, papa mama main ke apartemen Aera ya. Aera akan sangat senang,"
”iya sayang. jika papamu tidak sibuk. akhir-akhir ini papamu sibuk sekali," jawab Mama Mia,
.....
Sampailah mereka di apartemen. Ray segera menggendong Aera ala bridal style. Aera yang mendapat perlakuan istimewa dari suaminya merasa sangat bahagia, mereka menuju kekamar, Ray segera membaringkan istrinya lalu mengusap perut istrinya. " makasih sayang hari ini, akhirnya papa dan mama merestui hubungan kita.. walaupun kita menikah awalnya untuk menghindari kencan. buta, aku tidak tau bisa sedalam ini perasaan ku kepada mu,"
Aera segera mengelus rambut suaminya dengan sayang, " iya kak, mungkin jalan kita harus bertemu di acara kencan buta. walau kita bukan pasangan kencan buta... hahaha... entah Kenapa kak Ray ajak nikah, Aera mau saja."
"sayang mulai saat ini tolong kasih tau semua apa yang kamu suka dan tidak sukai. jadi aku bisa menjadi suami terbaik buatmu dan anak-anak kita nanti."
Aera yang mendengar kata-kata Ray menganggukan kepalanya sambil tersenyum kearah. suaminya.
Lalu mereka pun masih ngobrol sambil bercanda, tidak lama kemudian mereka berdua tidur sambil berpelukan satu sama lain.
Happy reading all,❤️❤️❤️❤️