BLIND DATE

BLIND DATE
Chapter 34



Mama dan Yuri yang tidur di kamar sebelah, tidak ingin mengganggu Ray dan Aera. Mama sangat bahagia,akan memiliki cucu. Dia jadi bisa memamerkannya jika ada pertemuan ibu-ibu komplek. Membayangkan saja membuat mama ivana tersenyum.


Lain lagi di pikiran yuri, dia akan menjadi aunty muda. Segera memiliki keponakan yang cantik membuatnya tidak sabar ingin mendandaninya. Mama dan Yuri sambil senyum sendiri membayangkan.


Ray dan Aera yang bersiap-siap ingin tidur, lalu mematikan Lampu kamar dan menyalakan lampu tidur. Ray segera memeluk Aera dari belakang. Aera yang di peluk lalu berbalik dan mengendus bau badan suaminya. Aroma tubuh Ray membuat suasana hati Aera yang sedang hamil muda menjadi lebih baik."kak, aera sangat suka bau tubuh kak Ray." Sambil mendekap Ray, dia memejamkan matanya.


Ray yang di peluk lalu berkata "semua dari diriku adalah milikmu. Jadi kapanpun kamu mau mencium atau memeluknya boleh saja. Tidak perlu ijin dulu.”


Setelah berkata seperti itu, Ray mendengar suara nafas halus dari istrinya. Kemudia Ray kembali memejamkan matanya untuk tidur.


….


Keesokan paginya, matahari bersinar terang menembus kamar, Aera pun terbangun. Dia melihat Ray sudah tidak ada lagi di tempat tidurnya. Dia melihat jam sudah pukul delapan.


Aera beranjak dari tempat tidur lalu ke kamar mandi. Dia melakukan ritual mandi dan membersihkan dirinya. Lima belas menit kemudian dia sudah selesai mandi. Aera bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Dia menggunakan blouse bewarna cream dengan bawahan warna senada. Membuat nya terlihat sangat feminim dan cantik.


Ketika dia turun ke bawah, sarapan sudah tersedia. Dia lupa ada mama ivana dan Yuri menginap semalam, "pagi ma, pagi Yuri. Maaf ya Aera bangunnya suka telat." Sapa Aera pada mama dan Yuri yang sedang sarapan. "Oya ma, kak Ray mana? Kok tidak sarapan?" Tanya Aera sambil melihat sekeliling.


"Oh, tadi kak Ray sudah berangkat kak. Dia buru-buru ada meeting katanya." Jawab Yuri sambil memakan rotinya.


Aera melihat arlojinya lalu bertanya lagi ”yuri, kamu gak sekolah?"


"Yuri hari ini cuma class meeting kak, kan habis ujian. Lagian juga gak belajar," kata Yuri lagi.


"Ma, Yuri. Aera berangkat dulu ya. Nanti takut telat. Kak ray gak suka pegawai terlambat. Hehehehe." Pamit Aera.


”kak Aera naik apa berangkat? Mau Yuri antar gak?" Tanya Yuri menawarkan bantuan.


"Gak usah, kak Aera bisa naik motor kok."sambil dia mengerlingkan matanya.


Mama dan Yuri yang tidak paham mengira Aera akan naik motor ojek online lalu berkata "ya, hati-hati ya. Kabari mama kalau sudah tiba di kantor."


Sambil berlalu Aera berkata "baik ma."


Aera sampai di tempat parkir, dengan segera dia memakai jaketnya dan helmnya. Dia melajukan motornya menuju ke kantor. Setibanya di tempat parkir, Ray yang juga baru tiba, habis dari pertemuan pagi-pagi, melihat pengendara motor wanita yang masuk ke perusahaan merasa sangat kenal dengan style itu, lalu tersadar. Ternyata itu istrinya.


Segera dia mendatangi pengendara itu untuk memastikan. Aera dengan segera membuka helm dan jaketnya. Dia tidak menyadari kalau dari tadi Ray berdiri di belakangnya.


Ketika berbalik betapa terkejutnya Aera melihat suaminya sudah bersiap ingin memarahinya. Tanpa sadar helmnya terjatuh dari tangannya. "Kak Ray?"


Aera yang sangat tahu kenapa Ray marah, hanya bisa diam dan mengikuti langkah Ray yang menariknya masuk ke dalam lift CEO.


Orang-orang yang melihat perlakuan Ray kepada Aera mulai membuat spekulasi sendiri. Dan membuat rumor di grup kantor.


"Lihat lah gambar itu, pak Ray sepertinya memang ada hubungan dengan Aera kan."


"Dari eskpresi sepertinya Aera tertangkap basah melakukan sesuatu."


"Bukannya pak Ray sudah menikah, apa jangan-jangan Aera adalah selingkuhannya."


Dan banyak lagi yang menulis chat di grup dengan pemikiran mereka sendiri.


Selama di lift, Ray hanya diam sambil tetap memegang tangan Aera.


Aera yang di pegang dengan erat hanya bisa diam tidak berani membantah. Karena Ray sangat mengerikan menurut Aera. Aura di sekeliling menjadi dingin.


Ketika sampai di ruangan ray, Aera segera di suruh duduk di sofa. Ray lalu berlutut di hadapan Aera dan berkata "aku mohon padamu, aku memang salah tidak pamit padamu pagi tadi. Tapi bukan dengan cara ini juga kamu buat aku cemas."


Aera yang bingung dengan maksud Ray lalu berpikir, jadi kak Ray tidak marah padanya. ”maksud Kak Ray apa?"


”kamu naik motor sendiri, membahayakan nyawamu dan si kecil di perut, itu adalah tanda protesmu kepadaku kan?” Ray berkata sambil terus meremas tangan Aera. Lalu kata Ray lagi "jangan begini lagi ya sayang. Aku takut kamu kenapa-kenapa. Apa artinya hidupku jika tidak ada kamu," Ray mengatakan hal itu dengan sangat tulus. Membuat Aera menjadi terharu.


"Kak Ray, Aera tadi naik motor karena takut terlambat. Aera takut kak Ray marah jika pegawai terlambat. Aera juga sudah bilang ke mama dan Yuri, dan mereka memperbolehkan." Kata Aera dengan sangat polos dan matanya berkaca-kaca mendengar pengakuan Ray.


Ray mengeryitkan alisnya mendengar kata-kata Aera yang berkata mama dan Yuri menginjinkannya. "Aera apa kamu yakin mama memperbolehkan kamu naik motor?"


"Iya kak, tapi Aera tidak bilang kalau motornya yang Aera pakai ini." Kata Aera sambil nyengir.


Ray yang melihat kepolosan istrinya berkata "mulai besok, kamu harus sama saya berangkatnya. Jangan bawa kendaraan sendiri."


"Siap kak." Aera sambil nyengir. Lalu dia membuka ponselnya.ketika dia membaca grup terkejut dia sedang jadi trending Topik panas pagi ini.


Wajahnya yang ceria seketika menjadi murung. Ru yang melihat perubahan mood istrinya lalu bertanya "ada apa sayang?”


" Ini kak, karena tadi kakak tarik Aera, Aera jadi bahan gosip di grup."


Ray lalu segera membaca grup tersebut. Tidak lama kemudian Aera berkata."ya sudah kak, Aera akan keruangan Aera lagi." Dengan wajah murung dan lemas Aera kembali ke divisinya.


Seketika Ray mengambil tindakan. Dia menelpon Gilbert untuk mengumpulkan setiap kepala divisi, untuk berkumpul di ruang rapat. "segera datang keruangan rapat lima belas menit lagi."


Ray yang sudah mengumpulkan para kepala divisi, disana juga ada pak Yusuf kepala divisi Aera."kalian tahu kenapa saya mengumpulkan kalian semua sekarang? saya hanya ingin meluruskan rumor yang beredar pagi ini." kata Ray memulai pertemuan pagi ini.


lanjut Ray lagi, "saya hanya ingin memberi tahu kalau yang tadi kalian lihat Tadi pagi benar adanya. saya dan Aera memiliki hubungan."


Ray diam sejenak lalu berkata lagi " kami sudah menikah, dia istri sah saya."


happy reading all ❤️❤️