
Sore hari, dalam perjalanan pulang ke apartemen, Aera merasa ada yang mengikutinya. Aera mengetahui, bahwa dia adalah target dari rencana agen rahasia tersebut.
Segera, Aera dibekap dan di masukkan ke dalam mobil Van hitam. Ray yang kebetulan sudah dekat dengan Apartemen, melihat kejadian tersebut.
Dengan segera, Ray menelpon seseorang. Sambil mengikuti mobil Van hitam yang membawa Aera, Ray mengumpulkan anak buahnya.
Aera yang berpura-pura pingsan, mendengar pembicaraan para penculiknya.
"Wanita yang kita culik ini sepertinya tidak asing, aku sepertinya pernah melihatnya. Tapi dimana ya."
"Iya, wajahnya tidak asing. seperti sering melihatnya. Padahal wajahnya cantik, sayang sekali jika ingin di lukai." kata penculik satunya.
"Biar saja, yang penting kita dapat bayaran."
Ray mengikuti mobil Van tersebut dari belakang. Mobil Van tersebut menuju gedung tua yang sudah lama tidak terpakai. Gedung tua tersebut letaknya ada di dalam hutan.
Ray lalu menghubungi seseorang dan segera shared lokasinya. "Segera datang ke lokasi yang kukirimkan sekarang. Dan kamu akan mengetahui betapa busuknya kelakuan istrimu." Lalu Ray menutup teleponnya.
Didalam gedung tersebut, Aera yang masih berpura-pura pingsan, didudukkan disebuah kursi. Tangan dan kakinya diikat. Sambil mereka mengikat Aera, Aera menggoyangkan ikatannya, agar sedikit longgar.
Aera pun terbangun setelah mendengar bunyi langkah kaki sepatu wanita. Ya, yang menculik Aera adalah Stella. Sesuai dengan informasi yang Aera terima dari Karyn, bahwa benar yang menculik Aera adalah Stella.
"Akhirnya kamu bangun juga"Ucap stella.
"aku tidak menyangka, pilihan Ray jatuh pada gadis sederhana seperti dirimu."
"Seharusnya aku yang ada di posisimu sekarang. Jika saja Ray tidak melihat penghianatan ku, pasti sekarang aku yang akan menjadi istri seorang CEO ternama didunia. Dibandingkan menjadi istri dari seorang pengusaha tua dan jelek. Jika aku merusak wajahmu, pasti Ray tidak akan lagi mencintaimu, dia akan segera berpaling darimu dan kembali kepadaku." ucap Stella sambil mengarahkan pisau ke wajah mulus Aera.
Ray dan pimpinan Sky Corporate, sudah masuk dari tadi, dan mendengar semua kata-kata Aera. Ray bisa masuk kedalam gudang itu dengan mudah, karena yang berjaga adalah anak buah Sky Corporate. Melihat pimpinannya tiba, mereka langsung membuka pintu.
Charles,nama pimpinan Sky Corporate. Dia terkejut, ternyata uang yang dia berikan kepada istrinya, digunakan untuk hal yang tidak masuk akal, yaitu menculik dan menyakiti orang lain.
Dia terkejut mendengar penuturan istri yang dia nikahi selama 2 tahun ini, diluar tampak seperti malaikat, tetapi di dalamnya ada iblis dalam hatinya.
"Stella, apa yang barusan kau katakan, apa yang terjadi dengan semua ini. Kenapa kau tega melakukan hal melanggar hukum seperti ini." ucap Charles.
"oh, ternyata ada suamiku. Yang suamiku dengar semua itu dan katakan barusan itu benar. Aku menikahimu karena uang saja. aku ingin bersanding dengan Ray, yang lebih kaya daripada dirimu. Makanya aku menyewa pembunuh rahasia untuk membuat wajah istri Ray cacat, dan kebetulan suamiku ada di sini, jadi aku bisa langsung membunuhmu juga."
"Dasar kau wanita iblis, berani kau menyakiti istriku, kau akan tanggung akibatnya." umpat Ray dengan emosinya.
Aera yang sudah membuka seluruh ikatannya, lalu segera membekuk badan Stella. Agen rahasia yang ada diruangan itu bersiap segera untuk menyerang Aera.
Dengan cepat dan cekatan, Aera sudah menjatuhkan para agen rahasia tersebut.
Para agen rahasia yang melihat gaya Aera dalam bertarung, lalu mengingat gerakan itu tampak tidak asing. Mereka lalu memandang satu sama lain. Pantas wajahnya tidak asing. "Dia adalah kakak kedua." ucap mereka berbarengan.
Segera mereka semua mundur dan pergi meninggalkan Stella yang tinggal seorang diri.
”Siapa kau sebenarnya?" tanya Stella dengan agak takut.
"Aku adalah istri dari Ray, wanita yang ingin kau gantikan posisinya." ucap Aera dengan santai.
Ray segera menghampiri istrinya, "Kau tidak apa-apa kan sayang, apa ada yang luka. Apa mereka ada menyakitimu." selidik Ray sambil memeriksa wajah dan tubuh Aera.
Ray dan Aera segera pergi meninggalkan gedung tersebut, tapi sebelumnya Ray berkata kepada Charles, "Kuserahkan istrimu untuk kau urus. Aku pergi untuk membawa istriku dulu. sampai bertemu lagi di kesempatan yang baik. Terima kasih bantuannya pak Charles,"
Ray dan Aera lalu pergi meninggalkan gedung tersebut, tinggal Stella dan Charles. entah apa yang dilakukan oleh Charles kepada Stella, apalagi setelah mendengar pengakuan Stella yang membuat Charles sangat sakit hati.
"Sayang, apa perlu kita ke rumah sakit dulu. Aku takut mereka ad melukaimu," ucap Ray lagi, sambil mengendarai mobil, menggenggam tangan istrinya.
"Kita pulang saja kak, Aera sangat capek sekali kak. Aera mau istirahat. Aera berpura-pura pingsan itu lebih melelahkan
. Apalagi Aera sudah lama tidak menghajar orang, jadi otot Aera yang biasa bergerak jadi kaku."
"Istriku sudah lama tidak bertarung aja masih terlihat lincah, apalagi kalau sering berkelahi." Ray sambil tersenyum mengusap lembut rambut istrinya.
Tibalah mereka di apartemen. Ray lalu langsung memeluk tubuh istrinya. " kau tau sayang, bagaimana takutnya perasanku melihat di depan kedua mataku, kamu diculik,"
"Jangan pulang sendiri lagi sayang, tetaplah bersamaku. aku takut kejadian seperti ini akan menimpamu lagi, dimataku kau tetap istriku yang lemah." Ray tetap mengeratkan pelukannya.
Aera segera membalas pelukan suaminya. Aera merasa sangat di jaga dan di cintai oleh suaminya. " Baiklah kak, Aera kemana-mana akan melapor dan pulang bersama kakak." ucap Aera lagi.
Mereka berdua segera keatas untuk membersihkan diri. "sayang, tidak usah masak ya. Kita makan diluar aja." kata Ray membuka keheningan di dalam kamar.
"Kak, Aera sangat lelah. Kita pesan makanan saja ya kak. Aera ingin istirahat. lagi malas keluar rumah."
Lalu sesuai permintaan Aera, mereka berdua memesan makanan lewat aplikasi online. tidak lama pesanan mereka telah tiba, segera mereka berdua melahap makanannya.
Ray segera membantu istrinya untuk membersihkan Piring yang tadi mereka gunakan untuk makan malam.
Aera dari tadi selesai makan langsung ke atas ke tempat tidur. Aera merasa sangat lelah, Ray yang melihat istrinya berbaring, ikut berbaring disebelah istrinya. sambil memijat dan mengusap punggung istrinya.
"Istirahat lah sayang, hari ini cukup melelahkan. besok kami tidak usah masuk. aku akan memberi ijin."
Happy reading ya all❤️❤️❤️
Semoga suka dengan novelnya❤️❤️❤️
jangan lupa vote, like dan komennya ya.❤️❤️❤️❤️