BLIND DATE

BLIND DATE
90. Batal Gagal



"Mata grandma udah kerasa berat, dear ?", grandma menguap kecil.


Adelia tersenyum.


"Istirahat aja Grandma, lagian udah selesai kan ceritanya ?", balas Adelia.


Grandma mengangguki.


Adelia menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua. Berbaring menghadap ke langit-langit kamar.


Iya, dari cerita grandma beberapa saat tadi, Adelia jadi tahu banyak tentang suaminya. Ternyata lelaki itu sering curhat pada grandpanya. Dan grandpa cerita ke grandma.


Tidak ada yang Kenan sembunyikan dari grandpa. Meskipun lelaki tua itu tinggal jauh di Italy sana. Tapi mereke cukup intens berkomunikasi.


Termasuk hubungan Kenan dengan banyak wanita. Kecuali keterlambatan Kenan untuk memberitahu tentang kabar pernikahannya, memang lelaki itu sengaja.


Masih dari cerita grandma, ada sesuatu yang membuat Adelia merasa tersanjung dan bernafas lega. Apa coba ? ternyata lelaki itu tidak bohong. Dia memang belum pernah memakai itu, hmmm... samurai yang begitu dibanggakannya pada perempuan lain.


Jadi lelaki itu masih perjaka tulen..... horeeee, apa Adelia harus merasa senang? Tentu saja.


Dialah perempuan pertama yang melihat kehebatan samurai itu.


Awalnya Adelia tidak begitu percaya, seorang playboy, casanova tidak pernah melakukan itu. Unbelieveable !


Tapi setelah grandma cerita, Adelia menjadi yakin.


"Kenan junior masih ori, jadi nggak perlu takut sama dia, maksud Grandma.....takut kalo tertular penyakit kelamin ", tuturnya


Adelia langsung tersipu.


Apalagi ketika grandma berucap lagi.


"He uses this and this ", tunjuknya pada mulut dan jemari tangannya.


Pipi gadis cantik itu semakin memerah, tersipu sekaligus ingin marah. Maksudnya Kenan menggunakan tangan dan mulutnya untuk......ahhhh, kenapa pikiran Adelia jadi traveling kemana-mana? Pada perempuan-perempuannya ? Oh my god, hati Adelia sempat meradang mendengar itu tadi.


Tapi setelah mendengar cerita Grandma selanjutnya,


"Tapi sekarang udah tobat dia. Sejak kenal kamu, sweety. Makasih ya sayang, you've been change my grandson ", kata perempuan tua itu.


Gadis cantik itu akhirnya menghela lega. Meskipun masih ada perasaan tidak nyaman. Maybe semacam perasaan cemburu, karena Adelia tahu nakal dan liarnya bibir dan tangan lelaki itu. Tapi Adelia sadar, tidak ada manusia yang sempurna. Yang penting dia mau berubah menjadi lebih baik. Dan tidak akan mengulanginya lagi.


Ehhhh.... wait, jadi masih perjaka ya lelaki itu ? pantesan saja Kenan juga mengeluh sakit sewaktu pertama melakukan itu. Meski tidak separah punya Adelia. Tapi anehnya lelaki itu tak mau berhenti.


"Sweety, have you sleep? ", pertanyaan dari grandma mengejutkan Adelia.


"Uhmmm.... not yet, grandma ", gadis cantik itu menoleh ke arah grandma di sampingnya.


Mata perempuan tua itu tampak sayu, jelas sekali kalau sudah sangat mengantuk


"Get a sleep, grandma !


Adel temenin sampe grandma lelap", Adelia mendekatkan wajahnya dan mencium pipi grandma dengan sayang.


Perempuan tua itu tersenyum dan mengangguk.


"How lucky is Ken to find you, my dear ?", lirihnya. Menolehkan kepalanya ke arah gadis cantik di sebelahnya.


"Good night, pretty angel !", gumamnya, Sebelah tangannya mengusap kepala Adelia lembut.


"Don't forget for praying before sleep, honey", ingatnya.


Adelia tersenyum dan mengangguk.


"Good night, grandma !", balasnya.


Beberapa saat Adelia melihat grandma sudah terlelap. Damai sekali.


Kembali Adelia mengecup kening yang sudah dihiasi lipatan-lipatan kecil itu. Kemudian memiringkan tubuhnya membelakangi grandma.


"Maybe I'm a lucky girl cause have been met him ", lirihnya.


Adelia memejamkan matanya. Sekilas wajah tampan Kenan terbayang di ingatannya. Ya Tuhan, kenapa Adelia tiba-tiba kangen pada lelaki itu. Ingin rasanya Adelia memeluknya. Menciumnya. Ehhhh.....


Di saat pikirannya berkutat pada lelaki itu,


terdengar notifikasi dari gawainya. Adelia segera meraihnya dari meja dekat ranjang. Tersenyum begitu membaca message di sana.


Kenan :


"Babyyy..... help me, please !


Kakek tua ini blom mau tidur juga !


Masih tersenyum Adelia ketikkan balasan.


Adelia :


"Sabar kenapa sih ? bentar lagi grandpa pasti tidur ".


Kenan langsung memberikan balasan.


Kenan :


"Akan aku buat pingsan kalo nggak cepet tidur dia ".


Adelia membulatkan matanya. Dengkusan lirih terdengar dari bibirnya.


Membalas chat Kenan.


"No, Ken. Don't do that, okay ! "


Lama lelaki itu tidak membalas.


Pikiran Adelia sedikit cemas. Tidak mungkin kan Kenan melakukan itu? Tidak mungkin lelaki itu sekonyol itu kan? Akan Adelia pukul kalau benar-benar melakukan kekerasan pada kakeknya.


Tadi sebelum Adelia meninggalkan suaminya untuk menemani grandma, lelaki itu bilang akan mendatanginya kalau grandpa sudah tidur. Tentu saja Adelia senang, tapi bukan dengan cara menyakiti grandpanya.


"Awas kalo sampe beneran pukul grandpa, aku pukul ganti kamu Ken ", gumam Adelia.


Lalu mengotak-atik gawainya, menonton film kesukaannya, tom jerry, lebih menyenangkan, sambil menunggu lelaki itu datang.


**************


"Bughhhh....", kaki grandpa menindih tubuh Kenan.


"Aishhhhh.... grandpa, yang bener dong tidurnya !", gerutu Kenan. Perlahan Kenan angkat kaki lelaki tua itu. Memindahkan kembali ke tempatnya.


"Grandpa buruan tidur, udah malam ", ketus Kenan.


"Hmmm... ", gumam lelaki tua itu. Beberapa saat tidak ada suara. Terdengar bunyi nafas teratur.


Kenan tersenyum. Menoleh ke arah kakeknya. Sepertinya lelaki itu sudah benar-benar tertidur.


"Hampir aja mau Ken buat grandpa tertidur... hmmm... syukurlah udah tidur beneran ", lega Kenan.


Perlahan menaikkan selimut untuk menutupi tubuh kakeknya.


Perlahan lelaki itu beranjak. Dengan berjalan berjingkat, menjauh dari ranjang.


Baru dua langkah, tersentak dan langsung menghindar karena kaki kakeknya tiba-tiba menendangnya.


"Ohhh.... shittts.. !", spontan lelaki itu mengumpat.


Dengan cepat Kenan menoleh ke arah ranjang. Ya Tuhan, ternyata lelaki itu beralih posisi. Kenapa kakinya bisa sampai sini sih? gerutunya.


Perlahan Kenan mengembalikan kaki itu ke ranjang. Lalu dengan berjingkat berjalan kembali menjauh. Dannn....


"Whusss....", selimut yang dikenakan kakeknya terbang menghadangnya. Selimut yang seharusnya lembut itu menjadi keras dan kencang seperti papan saja.


Untung Kenan segera menghindar. Ternyata Kakeknya beralih posisi lagi dan entah sengaja atau tidak, melempar selimutnya. Ehhh... wait, tentu saja sengaja, kalau tidak mana mungkin selimut itu bisa mengeras seperti itu.


Dengan cepat Kenan meraih selimut itu. Lalu melempar kembali ke arah tubuh kakeknya dan menyelimuti tubuh lelaki tua itu. Dengan tepat di atas tubuhnya. Kembali terdengar nafas teratur dari hidung lelaki itu.


"Grandpa.... grandpa .... udah tidur aja masih bisa gangguin aku" , Kenan menggeleng dan tersenyum.


"Nggak boleh gagal buat malam pengantin, second night ", lirihnya.


Kembali menoleh ke arah kakeknya.


"Good night, grandpa. Love you the best teacher ", katanya.


Lalu melangkah meninggalkan kamar itu. Kamar Kenan sebelum menikah dengan Adelia.


Senyum tipis, sangat tipis tersungging di bibir lelaki tua itu. Membuka sedikit matanya untuk melihat pergerakan Kenan yang keluar menuju pintu balkon. Sebelum akhirnya mata itu benar-benar terpejam.


"God bless you, my grandson ", lirihnya.


********


"I'm coming baby !", lirih Kenan. Melepas tali yang dipegangnya lalu melompat ke balkon.


Baru saja mendaratkan kakinya, sebuah serangan tertuju ke arahnya.


"Baby, It's me !", bisik Kenan seraya menangkis serangan itu.


Adelia terkekeh. Tapi masih melanjutkan menyerang lelaki itu.


'I know Ken. Aku mau pukul kamu", balas Adelia.


Kenan hanya mengernyit. Apa yang dipikirkan gadis cantik itu sekarang? Apa dia mengajak Kenan mencari keringat dulu sebelum mengeluarkan keringat beneran. Bergulat mesra berdua. Hmmm... Kenan akan sangat menyukai itu.


Karena asyik dengan pikirannya sendiri, lelaki itu lengah. Dan sebuah pukulan bersarang di tubuhnya.


"Eughhh......", lenguhnya. Sedikit terdorong ke belakang.


"For grandpa ", kata Adelia.


Dahi Kenan mengernyit dalam.


"What do you mean, baby? ", herannya.


Adelia kembali merangsek maju. Menyerang Kenan dengan lincah.


"What do you do with grandpa? You hurt


him? ", masih terus menyerang.


Kenan menangkis serangan istrinya. Sebentar kemudian terkekeh geli. Lalu dengan gerakan cepat menarik tubuh cantik itu ke pelukannya dan mengunci pergerakannya. Adelia sedikit berontak. Kenan semakin mengeratkan pelukannya.


"Grandpa was sleeping, baby. Your husband never hurt him", bisiknya di telinga gadis cantik itu.


Adelia berhenti berontak. Perlahan Kenan melepas kuncian tangannya, tapi tidak melepaskan pelukannya di tubuh cantik itu.


"Really ?", Adelia memutar tubuhnya. Meletakkan kedua telepak tangannya di dada bidang suaminya.


"Hmmm.... of course, baby ! ", lelaki tampan itu mengangguk. Disusul dengan senyum manis di bibirnya. Semakin membuatnya terlihat tampan.


"Thanks so much, Ken. I love you ", Adelia peluk tubuh lelaki tampan di depannya itu erat.


Sedikit tercengang Kenan membulatkan matanya. Sedetik kemudian bibir lelaki itu tersenyum lebar. Membalas pelukan istrinya lebih erat.


"I love you more, baby ", lirihnya di balik pelukan.


Beberapa lama pasangan pengantin baru itu saling berpelukan mesra. Kenan mengusap lembut bahu istrinya. Lalu turun dan mendekap erat pinggang perempuan cantik itu.


"Don't wanna hit me again? ", godanya.


Adelia cubit pinggang lelaki itu. Lalu menjauhkan tubuhnya untuk mempertemukan pandangan mereka.


"Is it hurt? ", Adelia menyentuh dada Kenan yang di pukulnya tadi.


"Of course, baby. Ayo sembuhin !", rajuk lelaki itu.


Adelia mencebik centil. Lalu dengan cepat menciumi dada bidang lelaki itu bertubi-tubi. Kenan tergelak. Diraihnya kedua sisi wajah cantik itu.


"Why are you so cute, baby ? I wanna kiss you everytime ", dengan lembut memagut bibir ranumnya yang selalu menggoda.


Dengan senang hati Adelia membalasnya. Keduanya saling berpagut mesra. Bibir mereka saling mengecap. Lidah mereka saling bertaut di dalam sana.


Ciuman Kenan semakin menggila. Lalu dengan gerakan cepat membawa tubuh cantik itu ke gendongannya. Bibir mereka masih berpagut.


"Mau di sofa, sayang?", lembutnya di depan bibir mungil itu.


"Boleh.....grandma? ", tanya perempuan cantik itu.


"She won't knew, baby", Kenan pagut lagi bibir itu.


Lalu melangkah ke ruangan kecil dekat balkon. Membuka pintu penghubung yang ada di sana dengan kakinya. Ternyata menghubungkan ke kamar pengantin mereka. Adelia melongokkan kepalanya takjub.


"Nakal ya kamu !", manja Adelia. Memukul dada bidang lelaki itu, sedikit dengan nada centil.


"Habis ini akan tambah nakal lagi, baby", Kenan memgerling nakal.